'Kirim Putra Trump, Anak Netanyahu, dan Pangeran-pangeran Arab Perang ke Iran!'

Bernadette Sariyem | Suara.com

Selasa, 31 Maret 2026 | 20:54 WIB
'Kirim Putra Trump, Anak Netanyahu, dan Pangeran-pangeran Arab Perang ke Iran!'
Kolase foto Yair Netanyahu (kiri), Barron Trump (tengah), dan ilustrasi pangeran Arab (kanan). [Suara.com]
  • Steve Bannon mendesak DHS AS mendeportasi Yair Netanyahu ke Israel agar ikut bertempur melawan Iran.
  • Bannon menyoroti gaya hidup Yair di Miami, mengkritik pejabat elite yang tidak bertugas saat perang.
  • Bannon juga mengusulkan strategi perebutan Pulau Kharg dengan melibatkan kekuatan negara-negara Arab.

Suara.com - Mantan penasihat Gedung Putih sekaligus tokoh sentral dalam gerakan Make America Great Again atau MAGA, Steve Bannon, melontarkan pernyataan kontroversial yang mengguncang jagat politik internasional.

Bannon secara terbuka mendesak Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat (DHS) untuk segera mendeportasi Yair Netanyahu, putra Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, agar kembali ke negaranya dan ikut bertempur dalam konflik melawan Iran.

Kritik tajam ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, dan perdebatan mengenai siapa yang seharusnya berada di garis depan medan perang melawan Iran.

Bannon, dikenal dengan kelugasan gaya bicara dan konfrontatif, tidak menahan diri dalam menyerang gaya hidup Yair yang saat ini diketahui berada di Miami, Florida.

"Anak Netanyahu di Miami itu, usir dia besok," tegas Bannon dalam sebuah pernyataan yang mengejutkan banyak pihak, dikutip dari media Israel, The Jerusalem Post, Selasa (31/3/2026).

Ia mempertanyakan peran otoritas keamanan AS, dalam menangani keberadaan putra pemimpin Israel tersebut saat negaranya sedang dalam kondisi perang.

"Di mana DHS saat Anda membutuhkannya? Kembalikan dia ke sana. Berikan seragam padanya. Biarkan dia berada di gelombang pertama." tambah Bannon dengan nada geram.

Sorotan Terhadap Gaya Hidup Anak Pejabat di Tengah Perang

Yair Netanyahu memang telah lama menjadi sasaran kritik, baik di dalam negeri Israel maupun di dunia internasional.

Berbeda dengan adiknya, Avner Netanyahu, yang menjaga profil rendah dan jauh dari sorotan media.

Yair dikenal sangat vokal di media sosial, dan sering memicu kontroversi dengan pandangan-pandangannya yang blak-blakan.

Selama eskalasi perang yang melibatkan Pasukan Pertahanan Israel (IDF), baik Yair maupun Avner dilaporkan tidak bertugas di militer.

Ketidakhadiran Yair di medan tempur, sementara ribuan tentara cadangan Israel dipanggil pulang dari luar negeri, memicu sentimen negatif.

Bannon tampaknya memanfaatkan sentimen ini, untuk menyoroti apa yang ia anggap sebagai ketidakadilan bagi rakyat jelata.

"Rayat biasa harus bertempur, sementara anak-anak elite politik berlindung di luar negeri," kata dia.

Anak Trump juga

Menariknya, fenomena menargetkan "anak pemimpin" ini tidak hanya berhenti pada keluarga Netanyahu.

Pada akhir Februari lalu, laman daring satir, DraftBarronTrump.com, muncul ke publik.

Laman tersebut memuat kutipan-kutipan palsu dari keluarga Trump yang seolah-olah memuji keberanian Barron Trump, putra bungsu Donald Trump yang kini berusia 19 tahun, dan menyerukan agar ia mendaftar militer untuk melawan Iran.

Rencana Strategis di Pulau Kharg dan Sentilan untuk Pangeran Arab

Selain menyerang Yair Netanyahu, Steve Bannon juga memaparkan visi strategisnya mengenai bagaimana Amerika Serikat dan sekutunya harus menghadapi Iran.

Ia menyatakan dukungan kuat untuk bekerja sama dengan negara-negara Arab dalam upaya merebut Pulau Kharg, sebuah titik vital bagi ekonomi Iran.

"Mari kita libatkan orang-orang Arab. Saya ingin orang Arab. Saya ingin UEA, [Mohammed bin Zayed Al Nahyan], yang merupakan yang terbaik yang mereka miliki di sana. Dan dia memiliki tentara sungguhan, tidak besar, tetapi mereka benar-benar tahu cara bertempur. Pulau Kharg. Itulah tujuan Anda. Majulah," kata Bannon memaparkan strateginya.

Pulau Kharg, yang terletak di Teluk Persia, merupakan hub utama ekspor minyak Iran. Sekitar 90 persen minyak mentah Iran dikirim melalui pulau ini, dengan China sebagai tujuan utama.

Baru-baru ini, diskusi di dalam pemerintahan AS mulai mempertimbangkan apakah menduduki pulau tersebut diperlukan untuk memaksa Iran berhenti memblokade lalu lintas kapal di Selat Hormuz.

Bannon tidak hanya menyasar para pemimpin politik, tetapi juga keluarga kerajaan dari negara-negara Teluk yang menurutnya harus lebih berkontribusi secara fisik dalam menjaga keamanan wilayah mereka sendiri.

"Dan masukkan juga beberapa pangeran Qatar. Masukkan juga pangeran-pangeran Saudi ke sana. Keluarkan mereka dari London, keluarkan mereka dari kasino dan rumah bordil di London. Dan pulangkan mereka ke Teluk," tambah Bannon dalam sindiran pedasnya terhadap gaya hidup mewah para bangsawan Arab di Eropa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Zulhas di Rakernas PAN: AS-Israel Serang Iran 'Biadab' dan di Luar Batas Kemanusiaan

Zulhas di Rakernas PAN: AS-Israel Serang Iran 'Biadab' dan di Luar Batas Kemanusiaan

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 16:58 WIB

Apa itu Demo "No Kings" di Amerika? Gerakan Massal Warga Turunkan Donald Trump

Apa itu Demo "No Kings" di Amerika? Gerakan Massal Warga Turunkan Donald Trump

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 15:32 WIB

Ejek Donald Trump, Iran Serukan Persatuan Negara Arab untuk Usir Kekuatan AS dari Timur Tengah

Ejek Donald Trump, Iran Serukan Persatuan Negara Arab untuk Usir Kekuatan AS dari Timur Tengah

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 14:12 WIB

Donald Trump Ancam Bikin Iran 'Kiamat Lebih Cepat'

Donald Trump Ancam Bikin Iran 'Kiamat Lebih Cepat'

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:45 WIB

Siap-siap Rakyat Indonesia Bisa Ikut Merana Jika Amerika Invasi Iran

Siap-siap Rakyat Indonesia Bisa Ikut Merana Jika Amerika Invasi Iran

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:18 WIB

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR Minta Pasukan Segera Ditarik Pulang

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR Minta Pasukan Segera Ditarik Pulang

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:56 WIB

Jejak Hitam Ghalibaf, Ketua DPR Iran yang Disebut Jadi Jagoan Trump

Jejak Hitam Ghalibaf, Ketua DPR Iran yang Disebut Jadi Jagoan Trump

Video | Selasa, 31 Maret 2026 | 14:30 WIB

Keluarga Netanyahu Disorot! Istri Stres, Anak-anak Jadi Korban Bullying

Keluarga Netanyahu Disorot! Istri Stres, Anak-anak Jadi Korban Bullying

Video | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:33 WIB

Terkini

Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir

Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 06:05 WIB

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 23:13 WIB

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:30 WIB

Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate

Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:10 WIB

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:56 WIB

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:43 WIB

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:01 WIB

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:50 WIB

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:37 WIB

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:08 WIB