China dan Pakistan Gabung Perang Timur Tengah! Beijing Masih Tahan Diri Kirim Bantuan ke Iran

Arief Apriadi

Rabu, 01 April 2026 | 11:45 WIB
China dan Pakistan Gabung Perang Timur Tengah! Beijing Masih Tahan Diri Kirim Bantuan ke Iran
Presiden China Xi Jinping (Instagram)
  • Pemerintah Tiongkok dan Pakistan bersiap menjadi mediator untuk menjembatani perundingan damai antara Washington dan Teheran di tengah kecamuk Perang Timur Tengah.
  • Kedua negara menyepakati 5 poin rencana perdamaian, yang menuntut penghentian permusuhan, perlindungan warga sipil, serta keamanan navigasi di Selat Hormuz.
  • Meski berstatus sebagai mitra utama Iran, Tiongkok belum memberikan bantuan militer, sementara Iran dikabarkan merespons usulan AS melalui perantara Islamabad.

Suara.com - Keterlibatan Pemerintah Tiongkok dan Pemerintah Pakistan dalam pusaran Perang Timur Tengah kini membawa arah diplomasi baru yang sangat mengejutkan publik internasional.

Manuver kedua negara Asia tersebut resmi diumumkan di tengah upaya meredam eskalasi militer pasca munculnya usulan perdamaian konsisten dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Meski tergabung dalam inisiatif mediasi ini, Beijing yang diketahui merupakan mitra utama Iran, masih menahan diri untuk mengirimkan Bantuan Militer secara langsung kepada Negeri Persia.

Langkah taktis dari Pakistan dan China ini secara resmi menegaskan kesiapan mereka untuk menjadi mediator guna menjembatani konflik panas antara Teheran dan Washington.

Pemerintah Beijing dan Islamabad pada Selasa (31/3/2026) lalu secara kompak menyerukan penghentian segera peperangan yang sedang berkecamuk di kawasan tersebut.

Kedua negara ini juga bersepakat untuk meningkatkan koordinasi strategis mereka terkait krisis yang saat ini sedang dihadapi oleh Iran.

Inisiatif bersama ini berhasil dirumuskan tak lama setelah selesainya kunjungan resmi jajaran pejabat senior Pakistan ke ibu kota Tiongkok.

Bahkan, Islamabad secara terbuka telah menyatakan kesiapannya untuk menjadi tuan rumah bagi pembicaraan bermakna antara pihak Amerika Serikat dan Iran.

Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi, secara langsung menyatakan dukungannya terhadap upaya mediasi yang dipelopori oleh negara tetangganya tersebut.

“Tiongkok mendukung dan berharap Pakistan memainkan peran unik dan penting dalam meredakan situasi dan melanjutkan perundingan perdamaian,” kata Wang Yi dikutip dari CNA.

Menyambung hal tersebut, perwakilan Kementerian Luar Negeri Pakistan menjelaskan bahwa kedua belah pihak telah menyepakati lima poin rencana perdamaian yang sangat krusial.

Poin utama dari rencana strategis tersebut dimulai dengan tuntutan penghentian permusuhan segera dan dimulainya pembicaraan damai secepat mungkin.

“Tiongkok dan Pakistan mendukung pihak-pihak terkait dalam memulai perundingan, dan semua pihak berkomitmen untuk menyelesaikan perselisihan secara damai, dan menahan diri dari penggunaan atau ancaman penggunaan kekerasan selama perundingan damai,” ungkap perwakilan Kementerian Luar Negeri Pakistan.

Rencana perdamaian ini juga dengan tegas menuntut diakhirinya segala bentuk serangan yang menyasar warga sipil maupun target non-militer seperti infrastruktur energi.

Keamanan jalur pelayaran laut turut menjadi fokus utama agar armada kapal sipil dan komersial dapat kembali melintasi Selat Hormuz dengan aman.

Kunjungan diplomatik ke Beijing ini terjadi tak lama setelah Pakistan menjamu perwakilan dari Arab Saudi, Mesir, dan Turki untuk membahas upaya penghentian perang.

Di sisi lain, Tiongkok yang merupakan mitra utama Iran hingga saat ini masih belum mengumumkan pemberian dukungan persenjataan apa pun kepada Teheran.

Meskipun pihak Teheran selalu menolak mengakui adanya pembicaraan resmi dengan Washington, sebuah sumber anonim membeberkan fakta yang cukup mengejutkan publik.

Menurut laporan kantor berita Tasnim, Iran dilaporkan telah menyampaikan tanggapan atas lima belas poin rencana perdamaian usulan AS melalui perantara Islamabad.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ekonomi Pulih Lebih Lamban Meskipun Blokade Selat Hormuz Dibuka

Ekonomi Pulih Lebih Lamban Meskipun Blokade Selat Hormuz Dibuka

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 11:39 WIB

Baru Mendarat, Pasukan Elit Amerika untuk Serang Iran Mau Ditarik Lagi

Baru Mendarat, Pasukan Elit Amerika untuk Serang Iran Mau Ditarik Lagi

News | Rabu, 01 April 2026 | 11:27 WIB

Tak Dipindah, Presiden FIFA Sebut Iran Tetap Berlaga di Amerika Serikat pada Piala Dunia 2026

Tak Dipindah, Presiden FIFA Sebut Iran Tetap Berlaga di Amerika Serikat pada Piala Dunia 2026

Bola | Rabu, 01 April 2026 | 11:21 WIB

Bursa Saham Asia Kompak di Zona Hijau saat AS Klaim Serang Militer Iran

Bursa Saham Asia Kompak di Zona Hijau saat AS Klaim Serang Militer Iran

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 11:06 WIB

Ambisi Perang AS-Zionis Bikin Rakyat Israel Sengsara, Muncul Seruan Gulingkan Netanyahu

Ambisi Perang AS-Zionis Bikin Rakyat Israel Sengsara, Muncul Seruan Gulingkan Netanyahu

News | Rabu, 01 April 2026 | 10:52 WIB

Terkini

Siapa Mama Sinta? Tokoh Adat Papua Polisikan Ketua LBH Merauke Terkait Film Pesta Babi

Siapa Mama Sinta? Tokoh Adat Papua Polisikan Ketua LBH Merauke Terkait Film Pesta Babi

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:47 WIB

Prabowo Instruksi Bahasa Prancis di Sekolah, PDIP Beri Catatan Kritis: Tidak Bisa Serta Merta Begitu

Prabowo Instruksi Bahasa Prancis di Sekolah, PDIP Beri Catatan Kritis: Tidak Bisa Serta Merta Begitu

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:43 WIB

Prabowo Tiba di Indonesia Usai Kunjungan dari Prancis, Gibran Menyambut

Prabowo Tiba di Indonesia Usai Kunjungan dari Prancis, Gibran Menyambut

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:32 WIB

Ribuan Calon Jemaah Umrah Hanania Travel Gagal Berangkat, Negara Diminta Hadir Sesuai UU Terbaru!

Ribuan Calon Jemaah Umrah Hanania Travel Gagal Berangkat, Negara Diminta Hadir Sesuai UU Terbaru!

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 11:26 WIB

Buntut Film Pesta Babi, Mama Sinta Asal Papua Polisikan Ketua LBH Merauke di Jakarta

Buntut Film Pesta Babi, Mama Sinta Asal Papua Polisikan Ketua LBH Merauke di Jakarta

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 11:08 WIB

Eropa Tegang! Vladimir Putin Ancam Bombardir Dua Negara NATO

Eropa Tegang! Vladimir Putin Ancam Bombardir Dua Negara NATO

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 11:00 WIB

Alarm Regresi Demokrasi, Menguatnya Kartelisasi Politik dan Ancaman Neo Otoritarianisme di Indonesia

Alarm Regresi Demokrasi, Menguatnya Kartelisasi Politik dan Ancaman Neo Otoritarianisme di Indonesia

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:52 WIB

Buron! Bareskrim Kejar Bos New Zone Medan, Diduga Jadi Bandar Narkoba di Kelab Malam Miliknya

Buron! Bareskrim Kejar Bos New Zone Medan, Diduga Jadi Bandar Narkoba di Kelab Malam Miliknya

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:31 WIB

Krisis Literasi Belum Selesai, Kenapa Siswa Bakal Dipaksa Belajar Bahasa Prancis?

Krisis Literasi Belum Selesai, Kenapa Siswa Bakal Dipaksa Belajar Bahasa Prancis?

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:18 WIB

Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up

Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:12 WIB