Hujan Rudal Balistik Iran Hantam Israel Tengah Picu Sirine Bahaya di Tel Aviv

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Kamis, 02 April 2026 | 11:06 WIB
Hujan Rudal Balistik Iran Hantam Israel Tengah Picu Sirine Bahaya di Tel Aviv
Ilustrasi rudal balistik (Antara)
  • Iran menembakkan sepuluh rudal balistik ke Israel tengah sebagai aksi balasan serangan militer.

  • Donald Trump meluncurkan Operasi Epic Fury untuk menghancurkan kapasitas produksi rudal dan nuklir Iran.

  • Mohsen Rezaei menegaskan Iran akan terus berperang hingga pihak musuh merasakan penyesalan mendalam.

 

Suara.com - Ketegangan perang di wilayah Timur Tengah mencapai titik didih baru pada hari Rabu waktu setempat.

Iran secara mengejutkan meluncurkan sekitar 10 rudal balistik yang menyasar jantung pertahanan Israel tengah.

Aksi militer ini tercatat sebagai intensitas serangan terbesar sejak eskalasi perang pecah pada 28 Februari lalu.

Suara sirine peringatan dini terdengar memekal di seluruh wilayah pemukiman warga di Israel tengah.

Warga sipil diperintahkan segera mencari perlindungan saat sistem pertahanan udara mendeteksi ancaman dari langit.

Laporan intelijen menyebutkan salah satu rudal yang ditembakkan membawa teknologi hulu ledak cluster berbahaya.

Senjata jenis ini mampu menyebarkan amunisi bom berukuran kecil ke area yang sangat luas.

Puing-puing sisa ledakan rudal dilaporkan jatuh di beberapa titik lokasi pemukiman warga sipil.

Petugas penyelamat segera dikerahkan untuk menyisir dampak kerusakan yang ditimbulkan oleh serangan tersebut.

Hingga saat ini otoritas setempat belum merilis data resmi mengenai jumlah korban jiwa akibat insiden ini.

Guncangan akibat ledakan hebat terdengar sangat jelas oleh penduduk di wilayah pusat pemerintahan Israel.

Sirine darurat aktif secara otomatis di wilayah padat seperti Tel Aviv, Shephelah, dan distrik sekitarnya.

Serangan susulan dilaporkan kembali meluncur menuju arah utara Israel serta kawasan suci Yerusalem.

Pasukan Pertahanan Israel atau IDF merespons cepat manuver agresif yang dilakukan oleh militer Iran tersebut.

Angkatan Udara Israel mulai melakukan serangan balasan besar-besaran ke situs infrastruktur vital di Teheran.

Eskalasi ini dipicu oleh pemboman besar-besaran yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel sejak akhir Februari.

Serangan udara tersebut dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.340 orang di wilayah kedaulatan Iran.

Salah satu korban tewas dalam operasi sebelumnya adalah Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Iran kemudian membalas dengan mengerahkan kawanan drone dan rudal ke posisi aset militer Amerika.

Serangan balasan tersebut mencakup wilayah Yordania, Irak, hingga negara-negara di pesisir Teluk Arab.

Mohsen Rezaei selaku penasihat militer tokoh kunci Iran memberikan pernyataan tegas mengenai kelanjutan perang ini.

Beliau menekankan bahwa pihaknya tidak akan mundur sebelum semua kepentingan nasional mereka berhasil diamankan sepenuhnya.

“Sampai kita membuat musuh menyesal dan memperoleh hak-hak kami yang pasti, kami tidak akan membiarkannya pergi,” kata mantan komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) tersebut.

Rezaei menyatakan bahwa akhir dari konflik ini berada di tangan pemimpin tertinggi dan seluruh rakyat Iran.

Pihak Teheran memberikan peringatan keras kepada Washington agar tidak bertindak semena-mena di kawasan Timur Tengah.

Kepemimpinan militer Iran saat ini meragukan efektivitas jalur diplomasi atau upaya gencatan senjata dengan lawan.

Rezaei mempertanyakan urgensi pembicaraan damai di tengah situasi perang yang terus berkecamuk dengan hebatnya.

“Apa artinya berbicara tentang negosiasi dan gencatan senjata dalam kondisi seperti ini?” tambah Rezaei dalam keterangannya.

Di sisi lain Gedung Putih tetap pada pendiriannya untuk melumpuhkan kekuatan rezim Iran secara total.

Presiden Donald Trump dijadwalkan akan memberikan pidato nasional mengenai keberhasilan pelaksanaan Operasi Epic Fury.

Operasi militer Amerika ini bertujuan untuk membongkar sistemik seluruh kemampuan militer yang dimiliki rezim Teheran.

Pihak Gedung Putih menyatakan kampanye ini dilakukan untuk melindungi keamanan Amerika Serikat dan dunia bebas.

Fokus utama operasi ini adalah menghancurkan pabrik produksi dan gudang penyimpanan rudal balistik Iran.

Selain itu militer Amerika juga berusaha melemahkan kekuatan armada laut Iran serta memutus rantai pasokan.

Langkah ini diambil guna mencegah Iran memiliki akses terhadap pengembangan teknologi senjata nuklir di masa depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengenal Oud hingga Amber: Tren Parfum Timur Tengah yang Kini Jadi Favorit di Indonesia

Mengenal Oud hingga Amber: Tren Parfum Timur Tengah yang Kini Jadi Favorit di Indonesia

Lifestyle | Kamis, 02 April 2026 | 09:15 WIB

Konflik Timur Tengah Ganggu Pariwisata RI, 770 Penerbangan Batal dan Potensi 60 Ribu Wisman Hilang

Konflik Timur Tengah Ganggu Pariwisata RI, 770 Penerbangan Batal dan Potensi 60 Ribu Wisman Hilang

News | Rabu, 01 April 2026 | 16:17 WIB

Paus Leo XIV: Yesus Tolak Doa Orang Pemicu Perang

Paus Leo XIV: Yesus Tolak Doa Orang Pemicu Perang

News | Rabu, 01 April 2026 | 15:55 WIB

Terkini

Rontok di Langit Khomein, Iran Hancurkan Drone Canggih MQ-9 Milik AS-Israel

Rontok di Langit Khomein, Iran Hancurkan Drone Canggih MQ-9 Milik AS-Israel

News | Kamis, 02 April 2026 | 11:04 WIB

Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun

Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun

News | Kamis, 02 April 2026 | 10:48 WIB

Prabowo Bangga pada Sugianto, PMI Penyelamat 7 Lansia dari Kebakaran di Korea Selatan

Prabowo Bangga pada Sugianto, PMI Penyelamat 7 Lansia dari Kebakaran di Korea Selatan

News | Kamis, 02 April 2026 | 10:46 WIB

Korea Selatan Terapkan Ganjil-Genap Kendaraan Dinas Imbas Krisis BBM

Korea Selatan Terapkan Ganjil-Genap Kendaraan Dinas Imbas Krisis BBM

News | Kamis, 02 April 2026 | 10:35 WIB

Tegas, PM Malaysia Anggap Penyebar Hoaks Kenaikan Harga BBM sebagai Pengkhianat Negara

Tegas, PM Malaysia Anggap Penyebar Hoaks Kenaikan Harga BBM sebagai Pengkhianat Negara

News | Kamis, 02 April 2026 | 10:25 WIB

Imparsial: Kasus Andrie Yunus Tak Lepas dari Peran TNI, Aktor Intelektual Harus Dibongkar

Imparsial: Kasus Andrie Yunus Tak Lepas dari Peran TNI, Aktor Intelektual Harus Dibongkar

News | Kamis, 02 April 2026 | 10:21 WIB

Momen Prabowo Bertemu Carmen Hearts2Hearts di Korea Selatan, Kompak Finger Heart

Momen Prabowo Bertemu Carmen Hearts2Hearts di Korea Selatan, Kompak Finger Heart

News | Kamis, 02 April 2026 | 10:09 WIB

Seskab Teddy: Kunjungan Prabowo ke Jepang dan Korea Hasilkan Komitmen Bisnis Rp 575 Triliun

Seskab Teddy: Kunjungan Prabowo ke Jepang dan Korea Hasilkan Komitmen Bisnis Rp 575 Triliun

News | Kamis, 02 April 2026 | 09:35 WIB

WFH ASN Tak Ganggu Bansos, Kemensos Percepat Pencairan Mulai April 2026

WFH ASN Tak Ganggu Bansos, Kemensos Percepat Pencairan Mulai April 2026

News | Kamis, 02 April 2026 | 09:29 WIB

Repatriasi 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon: Diterbangkan dari Turki, Tiba di RI Jumat

Repatriasi 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon: Diterbangkan dari Turki, Tiba di RI Jumat

News | Kamis, 02 April 2026 | 09:25 WIB