-
Presiden Iran menegaskan negaranya tidak pernah memulai perang meskipun menghadapi agresi Amerika Serikat.
-
Pezeshkian mengkritik sanksi ekonomi dan intervensi militer AS yang merugikan kesejahteraan rakyat sipil.
-
Pemimpin Iran mengajak warga dunia mengutamakan jalur diplomasi daripada konfrontasi militer yang merusak.
Keberadaan pasukan asing di perbatasan Iran justru menjadi pemicu instabilitas yang nyata bagi keamanan kawasan Timur Tengah.
Presiden Iran tersebut mempertanyakan alasan logis di balik pengepungan militer terhadap negara yang tidak pernah menyerang AS.
Respon Terukur Terhadap Provokasi Militer
"Dalam lingkungan seperti itu, jika ancaman tidak ada, maka ancaman itu diciptakan. Dalam kerangka kerja yang sama, Amerika Serikat telah memusatkan sebagian besar pasukan, pangkalan, dan kemampuan militernya di sekitar Iran, sebuah negara yang, setidaknya sejak berdirinya Amerika Serikat, belum pernah memulai perang," tulis sang Presiden.
Baginya, langkah militer yang diambil Iran selama ini hanyalah reaksi spontan untuk menjaga kedaulatan tanah air mereka.
Pezeshkian mengingatkan kembali bahwa pada awalnya hubungan antara Teheran dan Washington tidak didasari oleh semangat permusuhan.
Keretakan hubungan kedua negara mulai terjadi sejak peristiwa kudeta tahun 1953 yang didalangi oleh pihak intelijen asing.
Intervensi ilegal tersebut bertujuan untuk menguasai sumber daya alam Iran dan menghancurkan proses demokrasi yang sedang tumbuh.
Sejarah Panjang Ketidakpercayaan Rakyat Iran
"Apa yang telah dilakukan Iran, dan terus dilakukan, adalah respons terukur yang didasarkan pada pembelaan diri yang sah, dan sama sekali bukan inisiasi perang atau agresi," tulisnya.
"Hubungan antara Iran dan Amerika Serikat pada awalnya tidak bermusuhan, dan interaksi awal antara rakyat Iran dan Amerika tidak diwarnai dengan permusuhan atau ketegangan," imbuhnya.
Dukungan AS terhadap rezim otoriter di masa lalu menjadi luka sejarah yang sulit disembuhkan oleh rakyat Iran.
Kebijakan sanksi ekonomi yang paling lama dalam sejarah modern juga menjadi bukti nyata penindasan terhadap kesejahteraan warga sipil.
Namun, Pezeshkian mengeklaim bahwa segala tekanan internasional tersebut justru membuat Iran semakin mandiri dalam berbagai sektor vital.
Ketangguhan Infrastruktur di Tengah Sanksi