Radar THAAD Senilai Rp2 Triliun Hancur Total Diserang Iran Bikin Hubungan AS dan NATO Kini Memanas

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 03 April 2026 | 14:47 WIB
Radar THAAD Senilai Rp2 Triliun Hancur Total Diserang Iran Bikin Hubungan AS dan NATO Kini Memanas
THAAD (AFP)
baca 10 detik
  • Radar AN/TPY-2 milik Amerika Serikat hancur akibat serangan rudal Iran di Arab Saudi.

  • Donald Trump mengancam akan menarik Amerika Serikat keluar dari keanggotaan aliansi NATO.

  • Kerugian akibat rusaknya radar sistem THAAD tersebut ditaksir mencapai angka Rp2,31 triliun.

Suara.com - Stasiun televisi CNN baru saja merilis laporan mengejutkan terkait kondisi terkini perang di Timur Tengah.

Citra satelit menunjukkan kerusakan parah pada infrastruktur militer milik Amerika Serikat di Arab Saudi.

Pangkalan Udara Pangeran Sultan menjadi titik krusial yang terkena dampak langsung dari serangan Iran.

Fokus utama kehancuran menyasar pada perangkat radar canggih jenis AN/TPY-2 yang sangat vital.

Alat pendeteksi tersebut merupakan komponen inti dari sistem pertahanan udara THAAD yang sangat diandalkan.

Kondisi radar yang biasanya terlindungi itu kini tampak memprihatinkan di area terbuka pangkalan.

Bagian antena pemantul sinyal terlihat hangus terbakar akibat ledakan hebat yang terjadi di sana.

Beberapa komponen besar dari perangkat tersebut dilaporkan hilang dan tidak lagi berada di tempatnya.

Padahal teknologi pertahanan ini memiliki nilai investasi yang sangat fantastis bagi militer Washington.

baca juga

Berdasarkan data anggaran tahun 2025 harga satu unit radar tersebut mencapai 136 juta dolar AS.

Jika dikonversikan ke dalam mata uang rupiah nilai kerugian satu alat tersebut mencapai Rp2,31 triliun.

Insiden ini merupakan buntut panjang dari serangan yang dimulai oleh pihak Amerika dan Israel.

Pada akhir Februari lalu Teheran menjadi sasaran bombardir yang memicu jatuhnya korban dari warga sipil.

Pemerintah Iran tidak tinggal diam dan langsung melancarkan aksi balasan yang sangat masif.

Fasilitas militer Amerika di Bahrain hingga Uni Emirat Arab menjadi target utama rudal mereka.

Ketegangan militer ini ternyata merembet ke ranah diplomasi internasional antara Amerika dan sekutu Barat.

Duta Besar AS untuk NATO Matthew Whitaker kini mendesak anggota aliansi memberikan penjelasan tegas.

Washington menuntut bukti nyata mengenai manfaat keberadaan NATO bagi kepentingan nasional Amerika Serikat saat ini.

Ketidakpuasan ini muncul karena sekutu di Eropa dianggap terlalu lamban dalam memberikan dukungan militer.

Amerika merasa bekerja sendirian sementara negara Eropa hanya sibuk melakukan dialog tanpa aksi nyata.

"Presiden akan membuat keputusan. Dia akan mengatakan apakah Amerika Serikat akan melanjutkan hubungan ini atau tidak," kata Whitaker kepada Fox News.

Perselisihan ini semakin meruncing setelah NATO enggan terlibat dalam operasi militer melawan kekuatan Iran.

Presiden Donald Trump bahkan menyatakan secara terbuka bahwa dirinya sedang menimbang opsi keluar dari NATO.

Sikap pasif dari para sekutu dianggap sebagai kesalahan besar yang tidak akan dilupakan Washington.

Pihak Gedung Putih menilai bahwa hubungan kerja sama di dalam aliansi sudah tidak lagi seimbang.

Bagi Trump keberhasilan operasi militer merupakan tolok ukur kesetiaan negara-negara anggota terhadap Amerika Serikat.

Karena merasa tidak mendapatkan bantuan yang diperlukan Amerika menyatakan tidak lagi membutuhkan peran NATO.

Dalam waktu dekat Matthew Whitaker dijadwalkan terbang ke Washington untuk membahas hal krusial ini.

Ia akan mendampingi Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte untuk melakukan pertemuan intensif dengan Presiden Trump.

Pertemuan tersebut diprediksi akan menjadi penentu apakah Amerika tetap bertahan atau memutus hubungan.

Kehancuran radar THAAD di Arab Saudi menjadi bukti nyata kerentanan pertahanan AS tanpa dukungan kolektif.

Dunia internasional kini menanti langkah apa yang akan diambil oleh pemimpin Amerika Serikat selanjutnya.

Konflik di Timur Tengah telah membuka mata banyak pihak mengenai rapuhnya stabilitas politik dunia.

Kini semua pihak berharap ketegangan ini tidak berujung pada peperangan yang lebih luas lagi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Iran Tembak Jatuh Jet F-35 Milik Amerika Serikat di Wilayah Teheran Hari Ini

Iran Tembak Jatuh Jet F-35 Milik Amerika Serikat di Wilayah Teheran Hari Ini

News | Jum'at, 03 April 2026 | 14:03 WIB

Trump Pecat Jaksa Agung Pam Bondi, Buntut Skandal Epstein dan Gagal Jerat Lawan Politik

Trump Pecat Jaksa Agung Pam Bondi, Buntut Skandal Epstein dan Gagal Jerat Lawan Politik

News | Jum'at, 03 April 2026 | 13:20 WIB

Militer AS Guncang, Kepala Staf Angkatan Darat Dipecat Mendadak di Tengah Perang Iran

Militer AS Guncang, Kepala Staf Angkatan Darat Dipecat Mendadak di Tengah Perang Iran

News | Jum'at, 03 April 2026 | 13:15 WIB

Terkini

Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook

Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:58 WIB

Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi

Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:43 WIB

Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga

Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?

Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:22 WIB

Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita

Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita

Jabar | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor

Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor

Jabar | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:16 WIB

Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat

Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat

Banten | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:08 WIB

Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink

Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan

Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan

Banten | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:58 WIB

Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN

Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:50 WIB

×