Trump Ancam Hancurkan Iran, Tak Peduli Hukum Internasional Dilanggar

Galih Prasetyo

Selasa, 07 April 2026 | 08:29 WIB
Trump Ancam Hancurkan Iran, Tak Peduli Hukum Internasional Dilanggar
Melalui unggahan media sosial yang keras, Trump menargetkan jembatan dan pembangkit listrik Iran. Langkah ekstrem ini diambil demi kelancaran jalur kapal global.
baca 10 detik
  • Presiden AS Donald Trump mengancam menyerang infrastruktur vital Iran jika Selat Hormuz tidak dibuka hingga Selasa malam.
  • Ancaman tersebut muncul setelah Iran menolak proposal gencatan senjata dan menuntut penghentian perang secara permanen dan menyeluruh.
  • PBB memperingatkan bahwa serangan terhadap fasilitas sipil melanggar hukum internasional, namun Trump tetap mengabaikan kekhawatiran tersebut.

Suara.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali melontarkan ancaman keras terhadap Iran.

Presiden Trump bahkan tidak peduli jika sampai melanggar hukum internasional.

Trump menyatakan rakyat Iran disebut bersedia menderita akibat serangan AS demi meraih kebebasan.

Pernyataan itu muncul setelah Teheran menolak proposal gencatan senjata terbaru.

Media pemerintah Iran melaporkan bahwa pemerintah menginginkan akhir permanen perang, bukan sekadar penghentian sementara.

Trump menegaskan tenggat waktu hingga Selasa pukul 20.00 waktu setempat agar Iran membuka kembali Selat Hormuz.

Iran lancarkan serangan drone ke Bandara Ben Gurion menyusul agresi militer yang menewaskan 1.200 jiwa. (tasnimnews)
Iran lancarkan serangan drone ke Bandara Ben Gurion menyusul agresi militer yang menewaskan 1.200 jiwa. (tasnimnews)

Jika tidak, Trump mengancam akan menyerang pembangkit listrik dan infrastruktur penting lainnya.

“Kami punya rencana. Dengan kekuatan militer kami, setiap jembatan di Iran akan hancur sebelum tengah malam besok,” kata Trump dalam konferensi pers di Washington seperti dinukil dari CBC.

“Pembangkit listrik Iran akan terbakar, meledak, dan tidak akan pernah digunakan lagi.”

baca juga

Trump juga menolak memberikan kejelasan apakah target sipil akan dilindungi dalam serangan tersebut. Sikap ini memicu kekhawatiran luas dari komunitas internasional.

Sementara itu Sekjen PBB, Antonio Guterres melalui juru bicaranya memperingatkan bahwa menyerang infrastruktur sipil melanggar hukum internasional.

“Bahkan jika suatu fasilitas sipil dianggap sebagai target militer, serangan tetap dilarang jika berisiko menimbulkan korban sipil berlebihan,” ujar juru bicara Stephane Dujarric.

Namun, Trump secara tegas menepis kekhawatiran tersebut.

Trump mengatakan dirinya tidak sama sekali khawatir akan kemungkinan melakukan kejahatan perang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Di Tengah Perang Iran, Ucapan Kontroversial Donald Trump Berpotensi Bikin Marah Vladimir Putin

Di Tengah Perang Iran, Ucapan Kontroversial Donald Trump Berpotensi Bikin Marah Vladimir Putin

News | Selasa, 07 April 2026 | 08:16 WIB

Ada Harapan Perang AS-Iran Usai, Wall Street Langsung Ngegas

Ada Harapan Perang AS-Iran Usai, Wall Street Langsung Ngegas

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 08:06 WIB

Belum Kering Luka Serangan Drone Iran, Tentara Amerika Sudah Diminta Kerja Lagi!

Belum Kering Luka Serangan Drone Iran, Tentara Amerika Sudah Diminta Kerja Lagi!

News | Selasa, 07 April 2026 | 07:55 WIB

Bukan Gertak Sambal, Iran Rudal Kawasan Industri Al Jubail Sehari Setelah Diancam Trump

Bukan Gertak Sambal, Iran Rudal Kawasan Industri Al Jubail Sehari Setelah Diancam Trump

News | Selasa, 07 April 2026 | 07:44 WIB

10 Rudal Iran Meluncur ke Israel, Salah Satunya Hulu Ledak Fragmentasi

10 Rudal Iran Meluncur ke Israel, Salah Satunya Hulu Ledak Fragmentasi

News | Selasa, 07 April 2026 | 07:36 WIB

Terkini

Alasan Indonesia Tak Kirim Pejabat Tinggi ke Penghormatan Terakhir Ayatollah Khamenei

Alasan Indonesia Tak Kirim Pejabat Tinggi ke Penghormatan Terakhir Ayatollah Khamenei

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 07:05 WIB

Biang Kerok Blackout! Polri Bongkar Korupsi Batu Bara PLTU yang Bikin Listrik Padam Massal

Biang Kerok Blackout! Polri Bongkar Korupsi Batu Bara PLTU yang Bikin Listrik Padam Massal

News | Senin, 06 Juli 2026 | 22:15 WIB

WNI Tewas Mengenaskan di Jepang, Terduga Pelaku Diduga Tabrakkan Diri ke Kereta

WNI Tewas Mengenaskan di Jepang, Terduga Pelaku Diduga Tabrakkan Diri ke Kereta

News | Senin, 06 Juli 2026 | 21:40 WIB

Mahfud MD Heran Fenomena UU 'Simsalabim': Tiba-tiba Jadi, Kapan Dibahasnya?

Mahfud MD Heran Fenomena UU 'Simsalabim': Tiba-tiba Jadi, Kapan Dibahasnya?

News | Senin, 06 Juli 2026 | 21:35 WIB

Bulog Respon Cepat Masukan Masyarakat, Direktur Operasi Tinjau Penanganan Gudang Karawang

Bulog Respon Cepat Masukan Masyarakat, Direktur Operasi Tinjau Penanganan Gudang Karawang

News | Senin, 06 Juli 2026 | 21:27 WIB

Dewan Pers Kabulkan Pokok Aduan Gus Ipul atas Artikel Opini yang Dinilai Menyudutkan

Dewan Pers Kabulkan Pokok Aduan Gus Ipul atas Artikel Opini yang Dinilai Menyudutkan

News | Senin, 06 Juli 2026 | 20:57 WIB

Rumor 'Orang Dalam' Bocorkan OTT Kuansing Mencuat, KPK: Itu Cuma Spekulasi!

Rumor 'Orang Dalam' Bocorkan OTT Kuansing Mencuat, KPK: Itu Cuma Spekulasi!

News | Senin, 06 Juli 2026 | 20:55 WIB

Soroti Fenomena 'Rule by Law', Eks Ketua KY Sebut Hukum Dibajak Oligarki Demi Proyek Elite

Soroti Fenomena 'Rule by Law', Eks Ketua KY Sebut Hukum Dibajak Oligarki Demi Proyek Elite

News | Senin, 06 Juli 2026 | 20:48 WIB

Kemendagri Koordinasikan Usulan BSPS dari Daerah untuk Perkuat Program Perumahan

Kemendagri Koordinasikan Usulan BSPS dari Daerah untuk Perkuat Program Perumahan

News | Senin, 06 Juli 2026 | 20:42 WIB

Bukan Cuma Jakarta, PM Narendra Modi ke Yogyakarta Demi Restorasi Candi Prambanan

Bukan Cuma Jakarta, PM Narendra Modi ke Yogyakarta Demi Restorasi Candi Prambanan

News | Senin, 06 Juli 2026 | 19:58 WIB

×