- Pemuda Iran membentuk rantai manusia pada Selasa (7/4/2026) untuk melindungi pembangkit listrik dari rencana pengeboman militer Amerika Serikat.
- Presiden Donald Trump mengancam akan menghancurkan infrastruktur vital Iran jika tuntutan pembukaan kembali Selat Hormuz tidak segera dipenuhi.
- Aksi defensif tersebut menjadi simbol persatuan nasional Iran dalam mempertahankan kedaulatan infrastruktur negara dari ancaman serangan militer asing.
"Kami memiliki rencana—karena kekuatan militer kami—di mana setiap jembatan di Iran akan dihancurkan pada jam 12 besok malam, di mana setiap pembangkit listrik di Iran akan berhenti beroperasi, terbakar, meledak, dan tidak akan pernah digunakan lagi," ujar Presiden Amerika Serikat tersebut.
Ancaman Terhadap Sektor Energi dan Ekonomi
Selain pembangkit listrik, Trump sebelumnya juga mengancam akan meratakan Pulau Kharg, yang merupakan pusat ekspor minyak utama Iran, serta pabrik-pabrik desalinasi air.
Area-area tersebut, menurut Trump, sejauh ini "sengaja" belum disentuh oleh militer AS, namun kini berada dalam daftar target potensial.
Ancaman ini telah mengguncang pasar global. Harga minyak dunia merangkak naik seiring dengan kekhawatiran investor akan terhentinya pasokan energi dari kawasan Teluk.