- Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, melakukan perjalanan ke Kuching, Malaysia, pada 3 April 2026 untuk pemeriksaan kesehatan.
- Perjalanan tersebut menuai kritik publik karena bertepatan dengan isu pemeriksaan Ria Norsan oleh KPK terkait korupsi.
- Masyarakat menyoroti kepatutan pejabat melakukan perjalanan luar negeri saat daerah masih menghadapi masalah infrastruktur yang belum selesai.
Presiden Prabowo sebelumnya menekankan pentingnya menekan aliran devisa akibat tingginya jumlah warga yang berobat ke luar negeri.
Di sisi lain, Norsan juga diketahui pernah mengimbau masyarakat untuk tidak berobat ke luar negeri. Perbedaan antara imbauan tersebut dengan langkah yang diambil kini turut menjadi bagian dari sorotan publik.
Di luar konteks kesehatan dan hukum, respons publik terhadap kepemimpinan Norsan juga ikut menguat dalam beberapa waktu terakhir.
Sejumlah warga menilai Gubernur Kalbar relatif sering melakukan perjalanan ke luar negeri selama menjabat, sementara progres pembangunan daerah dinilai belum menunjukkan perkembangan yang signifikan.
Kondisi infrastruktur, termasuk jalan rusak di sejumlah wilayah, masih menjadi keluhan yang berulang.
Selain itu, penggunaan kendaraan pribadi dengan nilai miliaran rupiah turut menjadi perhatian. Di tengah kondisi infrastruktur yang belum merata, hal tersebut dinilai sebagian masyarakat sebagai kurang mencerminkan kepekaan terhadap prioritas kebutuhan daerah.
Persepsi-persepsi tersebut berkembang di ruang publik dan memperkuat sorotan terhadap setiap keputusan yang diambil, termasuk perjalanan ke luar negeri yang dilakukan dalam situasi saat ini.
Perkembangan kasus ini dinilai Hari menunjukkan bagaimana sebuah keputusan yang bersifat pribadi dapat dengan cepat bergeser menjadi isu publik ketika terjadi dalam konteks yang lebih luas.
Selain alasan kesehatan, perjalanan Norsan juga berkembang dalam berbagai persepsi, termasuk anggapan sebagai perjalanan non-resmi karena dilakukan bersama keluarga.
Dalam situasi seperti ini, aspek sensitivitas terhadap kondisi publik dan momentum menjadi faktor yang menentukan dalam menjaga kepercayaan masyarakat.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan terbaru dari KPK terkait perkembangan lebih lanjut dari pemeriksaan yang melibatkan Norsan.