- Penyidik Puspom TNI melimpahkan berkas perkara empat oknum prajurit BAIS tersangka penyiraman air keras kepada Otmil II-07 Jakarta.
- Pelimpahan tersangka NDP, SL, BHW, dan ES dilakukan pada Selasa, 7 April 2026 untuk proses pemeriksaan hukum selanjutnya.
- Langkah hukum ini menunjukkan komitmen TNI dalam menegakkan keadilan secara profesional dan akuntabel terhadap oknum prajurit yang melanggar.
Suara.com - Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus kini segera memasuki babak baru. Kekinian Penyidik Puspom TNI telah menyelesaikan seluruh rangkaian proses penyidikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Berkas keempat tersangka yang merupakan prajurit Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI berinisial NDP, SL, BHW, dan ES telah dilimpahkan ke peradilan militer.
"Pada hari ini Selasa 7 April 2026 telah dilimpahkan berkas perkara, para tersangka dan barang bukti tindak pidana penganiayaan Sdr AY (Andrie Yunus) dari penyidik Puspom TNI kepada Otmil II-07 Jakarta," ujar Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah, dalam keterangannya, Selasa (7/8/2026).
"Untuk selanjutnya akan diperiksa kelengkapan berkas syarat formil dan materil," katanya menambahkan.
Meski demikian, Aulia belum menjelaskan barang bukti yang turut dilimpahkan dalam berkas perkara.
Aulia hanya menuturkan jika berkas dinyatakan lengkap, akan dilimpahkan ke Pengadilan Militer II-08 Jakarta.

"Adapun tersangka yang dilimpahkan berjumlah 4 orang yaitu dengan inisial: NDP, SL, BHW, ES berikut barang bukti," jelas dia.
Ia menjelaskan pelimpahan ini merupakan bagian dari komitmen TNI dalam penegakan hukum yang profesional, terbuka dan akuntabel, serta sebagai wujud ketegasan dalam menindak setiap tindak pidana yang dilakukan oleh oknum Prajurit TNI.
Diketahui, keempat tersangka penyiraman air keras tersebut telah ditahan di instalasi tahanan militer maksimum atau maximum security Pomdam Jaya Guntur sejak 18 Maret 2026.
Para tersangka dijerat dengan pasal penganiayaan dan kini tengah menjalani proses penyidikan lanjutan, termasuk pemeriksaan saksi-saksi serta pengumpulan alat bukti.