Pepesan Kosong Ancaman Donald Trump ke Iran: 3 Kali Ultimatum, 3 Kali Ditunda

Arief Apriadi

Rabu, 08 April 2026 | 07:51 WIB
Pepesan Kosong Ancaman Donald Trump ke Iran: 3 Kali Ultimatum, 3 Kali Ditunda
Pepesan Kosong Ancaman Donald Trump ke Iran: 3 Kali Ultimatum, 3 Kali Ditunda. [Javan]
baca 10 detik
  • Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menunda ultimatum terhadap Iran terkait pembukaan Selat Hormuz hingga awal April.
  • Trump mengancam akan melumpuhkan infrastruktur vital Iran secara militer jika tuntutan pembukaan selat tersebut tidak segera dipenuhi.
  • Pemerintah Iran menolak proposal gencatan senjata Amerika Serikat karena merasa tidak lagi percaya dengan kredibilitas negosiasi Washington.

Suara.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menunda tenggat ultimatum terhadap Iran terkait pembukaan Selat Hormuz dan kesepakatan damai.

Penundaan terbaru dari Senin ke Selasa ini menambah daftar panjang ancaman yang berujung penjadwalan ulang kesepakatan damai.

Trump sebelumnya menetapkan batas waktu 23 Maret, namun terus bergeser dalam beberapa pekan terakhir.

Di satu sisi, Trump melontarkan ancaman keras, tetapi di sisi lain mengklaim negosiasi berjalan positif.

“Iran harus membuka Selat Hormuz sepenuhnya dalam 48 jam, atau kami akan menghancurkan pembangkit listrik mereka,” tulis Trump dalam pernyataan sebelumnya.

Namun, hanya beberapa jam sebelum tenggat, ia justru menunda serangan selama lima hari karena pembicaraan disebut produktif.

Pada 26 Maret, Trump kembali memperingatkan bahwa waktu hampir habis.

“Tidak akan ada jalan kembali, dan itu tidak akan indah,” katanya, sebelum lagi-lagi memperpanjang tenggat hingga awal April.

Puncaknya, Trump mengeluarkan pernyataan bernada ancaman dengan ultimatum terakhir pada Selasa pukul 20.00 waktu AS, “Buka Selat itu, atau kalian akan hidup dalam neraka,” tulisnya.

baca juga

Ia juga mengklaim memiliki rencana militer besar untuk menyerang Teheran.

“Seluruh negara bisa dilumpuhkan dalam satu malam. Kami bisa menghancurkan setiap jembatan di Iran sebelum tengah malam,” ujarnya.

Sementara itu, Iran menolak proposal gencatan senjata terbaru dan menyatakan tidak lagi mempercayai Washington.

“Kami hanya menerima akhir perang dengan jaminan tidak akan diserang lagi,” kata perwakilan diplomatik Iran dilansir dari PBS.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres turut mengingatkan bahwa serangan terhadap infrastruktur sipil melanggar hukum internasional.

Namun, Trump menegaskan ia tidak khawatir sama sekali terhadap tuduhan kejahatan perang.

Kontributor: Adam Ali

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Iran Tegaskan Kekuatan Penuh Jika Amerika Salah Langkah Selama Masa Gencatan Senjata

Iran Tegaskan Kekuatan Penuh Jika Amerika Salah Langkah Selama Masa Gencatan Senjata

News | Rabu, 08 April 2026 | 07:48 WIB

Politisi Demokrat Dorong Pemakzulan Donald Trump dan Menteri Perang AS

Politisi Demokrat Dorong Pemakzulan Donald Trump dan Menteri Perang AS

News | Rabu, 08 April 2026 | 07:43 WIB

Trump Ancam Musnahkan 'Satu Peradaban' di Iran, Wapres AS Buru-buru Meluruskan

Trump Ancam Musnahkan 'Satu Peradaban' di Iran, Wapres AS Buru-buru Meluruskan

News | Rabu, 08 April 2026 | 07:39 WIB

Pejabat Israel Akui Mojtaba Khamenei Masih Hidup dan Berada di Kota Ini

Pejabat Israel Akui Mojtaba Khamenei Masih Hidup dan Berada di Kota Ini

News | Rabu, 08 April 2026 | 07:31 WIB

Trump Tunda Serangan ke Iran Selama 2 Minggu

Trump Tunda Serangan ke Iran Selama 2 Minggu

News | Rabu, 08 April 2026 | 07:20 WIB

Terkini

7 Cara Melakukan Double Cleansing yang Benar untuk Kulit Sehat Bercahaya

7 Cara Melakukan Double Cleansing yang Benar untuk Kulit Sehat Bercahaya

Lifestyle | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:25 WIB

Fenomena 'Lebih Galak yang Ngutang': Saat Niat Baik Berujung Sakit Hati

Fenomena 'Lebih Galak yang Ngutang': Saat Niat Baik Berujung Sakit Hati

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:16 WIB

Bawa Bantuan Miliaran Rupiah ke Korban Gempa NTT, Dedi Mulyadi: Ditengok Saja Sudah Bahagia

Bawa Bantuan Miliaran Rupiah ke Korban Gempa NTT, Dedi Mulyadi: Ditengok Saja Sudah Bahagia

Jabar | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:12 WIB

Jejak Trauma Daycare Little Aresha: Membongkar Kekerasan yang Sistematis

Jejak Trauma Daycare Little Aresha: Membongkar Kekerasan yang Sistematis

Video | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:10 WIB

Gubernur Khofifah Terima Penghargaan Jasa Bakti Koperasi Nayaka Mahambara dari Menteri Koperasi

Gubernur Khofifah Terima Penghargaan Jasa Bakti Koperasi Nayaka Mahambara dari Menteri Koperasi

Jatim | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:10 WIB

Flores Kembali Diguncang Gempa M 5,1, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Flores Kembali Diguncang Gempa M 5,1, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:07 WIB

Jaga Marwah Organisasi, Para Ulama Haramkan Serangan Fajar di Muktamar NU Ke-35

Jaga Marwah Organisasi, Para Ulama Haramkan Serangan Fajar di Muktamar NU Ke-35

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:05 WIB

Mengenal BEM: Mengapa Kampus Punya Pemerintahan Sendiri?

Mengenal BEM: Mengapa Kampus Punya Pemerintahan Sendiri?

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:05 WIB

Tegang Maksimal! Potret Kelam Remaja Kaya Los Angeles Era 80-an dalam Serial The Shards

Tegang Maksimal! Potret Kelam Remaja Kaya Los Angeles Era 80-an dalam Serial The Shards

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:04 WIB

Mengakhiri Ego Sektoral: Megaproyek Waterfront City 27 KM Ubah Wajah Pesisir Jadi Mesin Ekonomi

Mengakhiri Ego Sektoral: Megaproyek Waterfront City 27 KM Ubah Wajah Pesisir Jadi Mesin Ekonomi

Lampung | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:03 WIB

×