- CIA menggunakan teknologi Ghost Murmur untuk menyelamatkan pilot AS yang jatuh di pegunungan wilayah selatan Iran.
- Teknologi Ghost Murmur bekerja dengan mendeteksi sinyal elektromagnetik detak jantung manusia melalui sistem quantum magnetometry canggih.
- Keberhasilan operasi militer ini dikonfirmasi oleh Direktur CIA John Ratcliffe setelah pilot ditemukan tanpa terdeteksi pasukan Iran.
Suara.com - Badan Intelijen Amerika Serikat, CIA dilaporkan menggunakan teknologi rahasia terbaru bernama Ghost Murmur untuk menemukan dan menyelamatkan seorang pilot yang jatuh di wilayah selatan Iran.
Pilot yang diselamatkan, yang dikenal dengan kode Dude 44 Bravo, dilaporkan bertahan selama dua hari di celah pegunungan selatan Iran setelah pesawat F-15 miliknya ditembak jatuh.
Direktur CIA John Ratcliffe mengonfirmasi keberhasilan misi penyelamatan pilot AS tersebut.
Ratcliffe menyebut agen CIA memastikan keberadaan pilot tanpa bisa diketahui oleh pasukan Iran.
Presiden AS Donald Trump juga memuji operasi tersebut.
“Ini seperti menemukan jarum di tumpukan jerami. CIA luar biasa dalam menemukan titik kecil itu,” ujarnya dilansir dari NY Post.
![Ilustrasi penyelamatan pilot AS [@MENA_Puls]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/06/43754-ilustrasi-penyelamatan-pilot-as.jpg)
Lantas apa itu Ghost Murmur?
Ghost Murmur merupakan teknologi rahasia atau alat canggih yang dikembangkan oleh CIA (Central Intelligence Agency) Amerika Serikat.
Teknologi ini dirancang untuk mendeteksi sinyal elektromagnetik lemah yang dihasilkan oleh detak jantung manusia.
Alat futuristik ini disebut mampu mendeteksi detak jantung manusia dari jarak jauh.
Teknologi tersebut memanfaatkan quantum magnetometry untuk menangkap sidik elektromagnetik dari detak jantung, lalu diproses dengan kecerdasan buatan guna memisahkan sinyal dari gangguan sekitar.
Ini menjadi pertama kalinya alat tersebut digunakan dalam operasi militer.
“Dalam kondisi yang tepat, jika jantung Anda berdetak, kami akan menemukan Anda,” ungkap salah satu sumber yang mengetahui program tersebut kepada NY Post.
Sumber tersebut menambahkan prosesnya seperti mendengar suara di stadion raksasa dengan area ribuan kilometer.
Perangkat ini dikembangkan oleh divisi rahasia Skunk Works milik Lockheed Martin.