- Ketua Umum Badko HMI Jawa Barat, Siti Nurhayati, menerima teror intimidasi setelah mengunggah solidaritas untuk aktivis Andrie Yunus.
- Siti menolak tawaran perlindungan polisi dan pendekatan oknum militer agar tidak terseret dalam konflik kepentingan antar-institusi tersebut.
- Siti sempat mengungsikan keluarganya demi keamanan namun tetap menolak menghapus video kritik demi tegaknya keadilan bagi korban.
Namun, Siti memilih tetap mempertahankan sikapnya dan menjelaskan bahwa tindakannya merupakan bagian dari kepentingan bersama, terutama terkait masa depan demokrasi.
Tegaskan Tak Akan Hapus Video
Bagi Siti, intimidasi yang ia terima merupakan bentuk keputusasaan pihak-pihak tertentu yang ingin membungkam suara kritis anak muda.
Ia menegaskan tidak akan menghapus video solidaritasnya selama keadilan bagi Andrie Yunus belum ditegakkan.
“Toh saya menghapus video itu tidak mempengaruhi apapun. Kalaupun mau dihapus, kembalikan kondisi Bang Andrie Yunus kepada semula dan itu mustahil terjadi. Maka saya juga mustahil untuk menghapus video tersebut karena saya tidak takut dengan para pengecut itu,” pungkas Siti.
Ia juga berharap Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian serius agar instrumen negara tidak melakukan normalisasi terhadap kekerasan dan teror terhadap warga yang menyuarakan kritik.
Menurutnya, perlindungan terhadap suara kritis sangat penting demi menjaga kesehatan demokrasi Indonesia.
Reporter: Dinda Pramesti K