Dinkes DKI Pastikan Belum Ada Kasus Positif Campak di Jakarta, Pengawasan Tetap Diperketat

Vania Rossa, Adiyoga Priyambodo

Rabu, 08 April 2026 | 16:07 WIB
Dinkes DKI Pastikan Belum Ada Kasus Positif Campak di Jakarta, Pengawasan Tetap Diperketat
Kepala Dinkes DKI Jakarta, Ani Ruspitawati. [Suara.com/Adiyoga]
baca 10 detik
  • Dinas Kesehatan DKI Jakarta memperketat pengawasan medis untuk mencegah penyebaran penyakit campak di wilayah ibu kota pada April 2026.
  • Hingga saat ini, belum ditemukan warga yang terkonfirmasi positif campak melalui prosedur deteksi dini di seluruh fasilitas kesehatan.
  • Pemerintah pusat mencatat 8.372 kasus campak di Indonesia yang memicu penetapan status Kejadian Luar Biasa di berbagai daerah.

Suara.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta terus memperketat pengawasan terhadap ancaman persebaran penyakit campak di wilayah ibu kota.

Kepala Dinkes DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, memastikan hingga saat ini belum ditemukan adanya warga yang terkonfirmasi positif penyakit tersebut.

"Campak, update terakhir, sampai hari ini kasusnya yang positif di Jakarta, belum," ujar Ani di Balai Kota Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Meskipun belum ada temuan kasus positif, Dinkes DKI Jakarta tidak ingin kecolongan dan tetap melakukan mitigasi dini.

Ani menjelaskan bahwa pemantauan ketat difokuskan pada sejumlah titik layanan kesehatan masyarakat untuk mendeteksi potensi sebaran virus.

Sistem deteksi di setiap fasilitas kesehatan pun diklaim sudah berjalan sesuai prosedur operasional standar.

“Kami sudah punya di beberapa titik di Puskesmas maupun di rumah sakit yang memang untuk kewaspadaan,” papar Ani.

Sejumlah pasien yang masuk dalam kategori suspek atau terduga sudah dipantau intensif oleh tim medis.

Petugas di lapangan juga diinstruksikan untuk meningkatkan sensitivitas surveilans agar setiap gejala klinis yang muncul dapat segera ditindaklanjuti.

baca juga

"Ada beberapa suspek yang kami cek, dan kami tetap mengetatkan surveilansnya. Sejauh ini kalau saya nggak salah, belum ada yang positif,” pungkas Ani.

Sebagaimana diketahui, Indonesia mulai mengalami lonjakan kasus campak sejak awal 2026.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mencatat, terdapat 10.453 kasus suspek dengan 8.372 terkonfirmasi laboratorium dan enam angka kematian.

Fenomena mengkhawatirkan ini memicu penetapan 45 Kejadian Luar Biasa (KLB) yang tersebar di 29 kabupaten atau kota pada 11 provinsi di tanah air.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Campak Muncul di 14 Provinsi, Kemenkes Keluarkan Edaran Khusus untuk Tenaga Kesehatan

Kasus Campak Muncul di 14 Provinsi, Kemenkes Keluarkan Edaran Khusus untuk Tenaga Kesehatan

News | Senin, 30 Maret 2026 | 11:05 WIB

DKI Siaga Cuaca Panas Ekstrem, 31 RS dan Ratusan Puskesmas Antisipasi Heat Stroke

DKI Siaga Cuaca Panas Ekstrem, 31 RS dan Ratusan Puskesmas Antisipasi Heat Stroke

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:45 WIB

Waspada Campak Jelang Lebaran: Mengapa Kasus Bisa Naik Saat Libur dan Seberapa Penting Vaksin MR?

Waspada Campak Jelang Lebaran: Mengapa Kasus Bisa Naik Saat Libur dan Seberapa Penting Vaksin MR?

News | Rabu, 11 Maret 2026 | 17:22 WIB

Terkini

Dua Kernet Bus Ditangkap Usai Diduga Keroyok dan Tusuk Calon Penumpang di Serang

Dua Kernet Bus Ditangkap Usai Diduga Keroyok dan Tusuk Calon Penumpang di Serang

Banten | Kamis, 08 Oktober 2026 | 12:52 WIB

Fenomena Information Overload: Terlalu Banyak Informasi, Terlalu Minim Jeda

Fenomena Information Overload: Terlalu Banyak Informasi, Terlalu Minim Jeda

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 12:50 WIB

Rumah di Kompleks TNI AD Cijantung Ternyata Jadi Sarang Judi Online, 11 Orang Diseret

Rumah di Kompleks TNI AD Cijantung Ternyata Jadi Sarang Judi Online, 11 Orang Diseret

Bekaci | Kamis, 08 Oktober 2026 | 12:50 WIB

Nusron Dapat Peringatan dari KPK: Sebagai Pejabat Hendaknya Menjadi Teladan dalam Bernegara

Nusron Dapat Peringatan dari KPK: Sebagai Pejabat Hendaknya Menjadi Teladan dalam Bernegara

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 12:49 WIB

Vietnam Gagal Total di FIFA ASEAN Cup 2026, Kim Sang-sik Pasang Badan

Vietnam Gagal Total di FIFA ASEAN Cup 2026, Kim Sang-sik Pasang Badan

Bola | Kamis, 08 Oktober 2026 | 12:48 WIB

Musim Hujan Banten Diprediksi Mundur hingga November 2026

Musim Hujan Banten Diprediksi Mundur hingga November 2026

Banten | Kamis, 08 Oktober 2026 | 12:45 WIB

Intip Sinopsis Street Fighter, Tayang 14 Oktober di Bioskop Indonesia

Intip Sinopsis Street Fighter, Tayang 14 Oktober di Bioskop Indonesia

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 12:45 WIB

Daftar Harga Mobil Listrik Terbaru yang DIpasarkan di Indonesia

Daftar Harga Mobil Listrik Terbaru yang DIpasarkan di Indonesia

Otomotif | Kamis, 08 Oktober 2026 | 12:45 WIB

Cara Memperbaiki Gagang Mug yang Rusak Sesuai Jenis Materialnya

Cara Memperbaiki Gagang Mug yang Rusak Sesuai Jenis Materialnya

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 12:42 WIB

Dedie Rachim: Leuweung Batutulis Tak Bisa Sepenuhnya Jadi Hutan Kota

Dedie Rachim: Leuweung Batutulis Tak Bisa Sepenuhnya Jadi Hutan Kota

Bogor | Kamis, 08 Oktober 2026 | 12:39 WIB

×