China Veto Resolusi Selat Hormuz Karena Ogah Legalkan Aksi Militer Ilegal AS dan Israel

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 09 April 2026 | 05:39 WIB
China Veto Resolusi Selat Hormuz Karena Ogah Legalkan Aksi Militer Ilegal AS dan Israel
Selat Hormuz (freepic)
baca 10 detik
  • China veto resolusi Selat Hormuz untuk cegah legitimasi operasi militer ilegal Amerika Serikat.

  • Beijing sebut konflik Iran penyebab utama krisis energi global dan gangguan jalur laut.

  • Usulan resolusi tandingan diajukan China dan Rusia demi mendorong dialog damai di kawasan.

Suara.com - Ketegangan diplomatik di markas besar PBB kembali memuncak saat China mengambil langkah tegas terhadap usulan aturan navigasi.

Pemerintah China secara resmi mengungkapkan alasan di balik keputusan mereka menggunakan hak veto terhadap draf resolusi Selat Hormuz.

Langkah ini diambil karena Beijing menilai usulan yang diajukan oleh Bahrain tersebut berpotensi memicu ledakan konflik yang lebih luas.

China menganggap bahwa rancangan aturan tersebut tidak menyentuh akar permasalahan yang sebenarnya terjadi di perairan strategis itu.

Ketidakstabilan yang terjadi saat ini dipandang sebagai konsekuensi langsung dari aktivitas bersenjata pihak asing di wilayah tersebut.

“Penyebab utama gangguan di Selat Hormuz adalah operasi militer ilegal AS dan Israel terhadap Iran. Tindakan Dewan tidak boleh melegitimasi penggunaan kekuatan, apalagi memperkeruh situasi,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning dalam konferensi pers di Beijing, Rabu.

Pernyataan tegas tersebut menjadi dasar mengapa China memilih untuk berdiri berseberangan dengan mayoritas anggota Dewan Keamanan PBB.

Pemungutan suara yang berlangsung pada Selasa (7/4) memperlihatkan peta kekuatan politik yang sangat terbelah di antara negara besar.

Dalam voting tersebut tercatat ada sebelas negara anggota yang memberikan dukungan penuh terhadap draf resolusi Bahrain.

baca juga

Namun China bersama Rusia memilih untuk menolak mentah-mentah sehingga resolusi tersebut otomatis tidak dapat diberlakukan secara internasional.

Sementara itu terdapat dua negara yang memilih untuk abstain dalam proses pengambilan keputusan yang sangat krusial tersebut.

Pakistan yang selama ini memposisikan diri sebagai penengah antara Washington dan Teheran termasuk dalam daftar negara yang abstain.

Bahrain sendiri mengusulkan draf tersebut dengan sokongan penuh dari negara-negara yang tergabung dalam Dewan Kerja Sama Teluk.

Meski sudah melewati proses revisi sebanyak lima kali naskah tersebut tetap dianggap bermasalah oleh pihak Beijing dan Moskow.

Isi draf sebenarnya telah dihaluskan dengan mengubah narasi serangan ofensif menjadi sekadar tindakan perlindungan jalur laut.

“China menegaskan bahwa kedaulatan, keamanan, dan integritas teritorial negara-negara Teluk harus dihormati sepenuhnya, serta keselamatan jalur pelayaran dan infrastruktur energi harus dijaga,” ujar Mao Ning.

Posisi Bahrain sebagai satu-satunya perwakilan Liga Arab di Dewan Keamanan saat ini memberikan bobot tersendiri bagi usulan itu.

Kendati demikian China tetap pada pendirian bahwa penghentian konflik secara total adalah satu-satunya jalan keluar yang realistis.

Bagi pemerintah China keamanan pelayaran tidak akan pernah tercapai selama dalih hukum untuk operasi militer masih tersedia.

Beijing sangat mewaspadai adanya pemberian dasar hukum bagi tindakan militer yang mereka anggap tidak memiliki legitimasi kuat.

Mao Ning menegaskan bahwa keputusan China dalam forum internasional tersebut diambil dengan pertimbangan yang sangat matang dan objektif.

“Tindakan Dewan harus meredakan situasi, bukan memberi dasar hukum bagi operasi militer yang tidak sah,” tegasnya.

Sebagai bentuk langkah proaktif China dan Rusia kini telah menyebarkan rancangan resolusi tandingan kepada negara-negara anggota lainnya.

Draf tandingan ini lebih menitikberatkan pada upaya penurunan tensi melalui dialog terbuka antar pihak yang berselisih.

Penghormatan terhadap kebebasan navigasi internasional menjadi poin utama yang ditawarkan dalam proposal alternatif dari pihak Beijing.

“China siap bekerja sama dengan semua pihak untuk mendorong deeskalasi dan memulihkan stabilitas di Selat Hormuz dan kawasan Timur Tengah,” katanya.

Langkah diplomasi ini diyakini lebih sesuai dengan harapan masyarakat dunia yang menginginkan kedamaian tanpa intervensi senjata.

Pihak China juga menyoroti bahwa gejolak harga energi yang mencekik dunia saat ini berakar dari konflik yang melibatkan Iran.

Beijing secara konsisten menyatakan penolakannya terhadap segala bentuk sanksi ekonomi yang dijatuhkan secara sepihak tanpa mandat PBB.

Bagi mereka segala tindakan tanpa dasar hukum internasional yang jelas hanya akan merusak tatanan perdagangan global yang sudah ada.

“Selat Hormuz merupakan jalur vital perdagangan global. Menjaga stabilitasnya adalah kepentingan bersama,” ujarnya.

Kondisi di lapangan memang sangat mengkhawatirkan sejak Iran mulai memperketat akses kapal yang melintas di wilayah perairannya.

Pembatasan transit minyak tersebut sudah berlangsung sejak pecahnya bentrokan fisik pada akhir Februari 2026 yang melibatkan pihak Israel.

Akibat dari blokade parsial ini harga minyak mentah di pasar internasional mengalami lonjakan yang sangat drastis dan signifikan.

Situasi semakin rumit setelah Parlemen Iran meloloskan regulasi yang mengenakan biaya transit dalam mata uang lokal mereka yaitu rial.

Dalam aturan baru tersebut Iran secara eksplisit melarang kapal-kapal berbendera Amerika Serikat dan Israel untuk melintasi wilayah mereka.

Negara-negara yang turut memberikan sanksi kepada Iran juga terancam akan mendapatkan pembatasan serupa di jalur navigasi tersebut.

Fakta-fakta inilah yang mendasari China untuk tetap waspada terhadap setiap resolusi PBB yang justru bisa melegalkan konfrontasi fisik.

China berharap langkah veto ini memberikan ruang bagi diplomasi yang lebih sehat tanpa ancaman kekuatan militer di Selat Hormuz.

Stabilitas di Timur Tengah tetap menjadi prioritas utama Beijing demi kelancaran pasokan energi dan keamanan ekonomi internasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!

Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 18:57 WIB

Negara Teluk Sambut Gencatan Senjata Iran-AS, Dorong Diplomasi Menuju Perdamaian Permanen

Negara Teluk Sambut Gencatan Senjata Iran-AS, Dorong Diplomasi Menuju Perdamaian Permanen

News | Rabu, 08 April 2026 | 18:34 WIB

Iran Buka Selat Hormuz, Bagaimana Nasib 2 Kapal Pertamina?

Iran Buka Selat Hormuz, Bagaimana Nasib 2 Kapal Pertamina?

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 15:54 WIB

Terkini

Putusan MA Gugurkan Suket Ijazah Gibran, Gerindra Segera Rumuskan Sikap

Putusan MA Gugurkan Suket Ijazah Gibran, Gerindra Segera Rumuskan Sikap

News | Selasa, 03 November 2026 | 15:49 WIB

Soal Potensi PT Djarum Jadi Tersangka Korporasi Kasus Cukai Rokok, Begini Respons Ketua KPK

Soal Potensi PT Djarum Jadi Tersangka Korporasi Kasus Cukai Rokok, Begini Respons Ketua KPK

News | Selasa, 03 November 2026 | 15:45 WIB

Atasi Burnout Lewat Buku When Your Life Keeps Moving but Your Energy Stops

Atasi Burnout Lewat Buku When Your Life Keeps Moving but Your Energy Stops

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 15:45 WIB

Belasan Karyawan Pabrik Tas Perempuan di Solo Alami Kesurupan, Teriak-teriak Histeris

Belasan Karyawan Pabrik Tas Perempuan di Solo Alami Kesurupan, Teriak-teriak Histeris

Surakarta | Selasa, 03 November 2026 | 15:43 WIB

Presiden Prabowo Bakal Beri Taklimat 400 Calon Pemimpin Masa Depan di Istana

Presiden Prabowo Bakal Beri Taklimat 400 Calon Pemimpin Masa Depan di Istana

News | Selasa, 03 November 2026 | 15:42 WIB

DPR Siapkan Jalur Cepat Pembentukan UU, Pembahasan Dibatasi Satu Masa Sidang

DPR Siapkan Jalur Cepat Pembentukan UU, Pembahasan Dibatasi Satu Masa Sidang

News | Selasa, 03 November 2026 | 15:41 WIB

Apakah Polisi Boleh Menyadap Pejabat? Ini Aturan Hukum yang Berlaku di Indonesia

Apakah Polisi Boleh Menyadap Pejabat? Ini Aturan Hukum yang Berlaku di Indonesia

News | Selasa, 03 November 2026 | 15:35 WIB

Bos CFX Buka-bukaan Soal Peralihan Investor Saham ke Kripto

Bos CFX Buka-bukaan Soal Peralihan Investor Saham ke Kripto

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 15:34 WIB

4 Lip Balm SPF Lokal Mengandung Vitamin C untuk Cerahkan Bibir Hitam

4 Lip Balm SPF Lokal Mengandung Vitamin C untuk Cerahkan Bibir Hitam

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 15:30 WIB

Review The Diplomat Season 1: Hadirkan Plot Twist Penutup yang Mengejutkan!

Review The Diplomat Season 1: Hadirkan Plot Twist Penutup yang Mengejutkan!

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 15:30 WIB

×