Iran Minta AS Tertibkan 'Anjing Gila' Israel, Siap-siap Batalkan Gencatan Senjata!

Arief Apriadi

Kamis, 09 April 2026 | 09:01 WIB
Iran Minta AS Tertibkan 'Anjing Gila' Israel, Siap-siap Batalkan Gencatan Senjata!
Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran (SNSC) mengklaim telah meraih kemenangan besar dalam perang melawan AS-Israel. [Amwaj.media]
  • Iran mengancam akan keluar dari kesepakatan gencatan senjata sementara usai militer Israel melanggar syarat perdamaian dengan membombardir wilayah Lebanon.
  • Pejabat Teheran mengultimatum AS agar menertibkan 'anjing gila' Zionis, atau Angkatan Bersenjata Iran akan turun tangan menggunakan kekuatan paksa.
  • Meski sepakat berunding di Islamabad berkat mediasi Pakistan, Iran menegaskan tidak pernah percaya pada AS dan tetap menyiagakan militernya.

Suara.com - Pemerintah Iran secara tegas mengancam akan segera menarik diri dari kesepakatan Gencatan Senjata Sementara apabila Rezim Zionis Israel terus melakukan provokasi berdarah di kawasan Lebanon.

Ancaman serius ini muncul setelah Angkatan Bersenjata Iran menilai musuh telah melanggar salah satu syarat utama perdamaian di tengah memanasnya Perang Timur Tengah.

Teheran kini menuntut Militer Amerika Serikat untuk segera mengendalikan sekutu terdekatnya tersebut sebelum kesepakatan damai yang baru seumur jagung ini hancur berantakan.

Menyitat Tasnim News, Kamis (9/4/2026), seorang sumber informasi terpercaya di internal pemerintahan Iran mengungkapkan kekesalannya kepada kantor berita Tasnim pada hari Rabu terkait pelanggaran kesepakatan tersebut.

Kepala Staf Militer Israel, Eyal Zamir. (Foto: Wikipedia)
Kepala Staf Militer Israel, Eyal Zamir. (Foto: Wikipedia)

Menurut sumber tersebut, Teheran saat ini sedang mempertimbangkan dengan sangat matang kemungkinan untuk membatalkan seluruh proses diplomasi yang sedang berjalan.

Keputusan ekstrem ini terpaksa diambil akibat tindakan sepihak rezim Zionis yang tetap melanjutkan operasi militer mematikan mereka terhadap target di Lebanon.

Pejabat tinggi itu menekankan bahwa penghentian permusuhan di semua lini sebenarnya merupakan bagian mutlak dari rencana perdamaian dua minggu yang telah disetujui Washington.

Penghentian serangan tersebut juga secara spesifik mencakup perlindungan terhadap kelompok perlawanan Islam yang selama ini berdiri heroik di wilayah Lebanon.

Namun faktanya, militer Israel justru melancarkan serangan brutal terhadap Lebanon pada Rabu pagi yang jelas-jelas merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap kesepakatan yang ada.

Merespons pengkhianatan ini, militer Iran kini dilaporkan sedang bergerak cepat untuk menentukan berbagai target balasan atas agresi Zionis tersebut.

Pihak Teheran memberikan peringatan keras kepada Washington agar segera mendisiplinkan sekutunya sebelum militer Iran mengambil alih tugas tersebut dengan cara yang kasar.

“Jika AS tidak mampu mengendalikan anjing gilanya di kawasan ini, Iran akan secara khusus membantunya dalam hal ini! Dan itu akan dilakukan dengan kekerasan,” tegas sumber tersebut.

Konflik berskala besar ini sendiri bermula dari kampanye militer tanpa provokasi yang dilancarkan oleh AS dan Israel pada 28 Februari lalu.

Serangan mendadak tersebut secara tragis telah merenggut nyawa Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Ali Khamenei beserta sejumlah komandan militer dan warga sipil.

Tidak tinggal diam, pasukan elite Iran langsung memberikan balasan mematikan ke berbagai posisi strategis milik Amerika dan Israel di kawasan regional.

Di luar dugaan pihak agresor yang mengharapkan kemenangan instan, respons Teheran justru terbukti jauh lebih mematikan dan menimbulkan kerugian besar bagi aset militer musuh.

Kebuntuan di medan tempur pada akhirnya memaksa pihak-pihak yang bertikai untuk menerima mediasi dari pemerintah Pakistan yang menghasilkan jeda pertempuran sementara.

Selama masa jeda ini, perundingan diplomatik rencananya akan dilangsungkan di ibu kota Islamabad dengan membawa sepuluh poin tuntutan utama dari pihak Iran.

Tuntutan krusial tersebut mencakup penarikan mundur seluruh pasukan tempur AS dari kawasan, pencabutan sanksi ekonomi, hingga hak kontrol atas Selat Hormuz.

Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran sebelumnya telah menyatakan bahwa keberhasilan memaksa AS ke meja perundingan merupakan sebuah kemenangan bersejarah bagi bangsa mereka.

Meski demikian, Teheran berulang kali menegaskan bahwa proses negosiasi ini sama sekali bukanlah penanda berakhirnya perang secara total.

Mereka memandang jalur diplomasi ini murni sebagai perpanjangan dari medan pertempuran dengan tetap mempertahankan sikap ketidakpercayaan yang mendalam terhadap niat asli Amerika Serikat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Korban Tewas Serangan Israel ke Lebanon Bertambah Jadi 254 Orang

Korban Tewas Serangan Israel ke Lebanon Bertambah Jadi 254 Orang

News | Kamis, 09 April 2026 | 08:24 WIB

Wapres AS JD Vance Sebut Iran Bodoh Jika Gagalkan Gencatan Senjata Gegara Lebanon

Wapres AS JD Vance Sebut Iran Bodoh Jika Gagalkan Gencatan Senjata Gegara Lebanon

News | Kamis, 09 April 2026 | 07:41 WIB

Dubes UEA: Konflik Iran Bukan Perang Agama, 85% Rudal Justru Sasar Negara Arab, Bukan Israel!

Dubes UEA: Konflik Iran Bukan Perang Agama, 85% Rudal Justru Sasar Negara Arab, Bukan Israel!

News | Kamis, 09 April 2026 | 07:41 WIB

Donald Trump Minta Bagian dari Tarif Tol Kapal Selat Hormuz

Donald Trump Minta Bagian dari Tarif Tol Kapal Selat Hormuz

News | Kamis, 09 April 2026 | 07:33 WIB

Trump Sebut Lebanon Tak Termasuk Kesepakatan Gencatan Senjata, Timur Tengah Memanas

Trump Sebut Lebanon Tak Termasuk Kesepakatan Gencatan Senjata, Timur Tengah Memanas

News | Kamis, 09 April 2026 | 07:30 WIB

Terkini

Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif

Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:44 WIB

Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?

Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:35 WIB

Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT

Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:10 WIB

Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi

Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:05 WIB

HLUN 2026 Momentum Wujudkan Lansia Tangguh Menuju Indonesia Emas

HLUN 2026 Momentum Wujudkan Lansia Tangguh Menuju Indonesia Emas

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:04 WIB

Pacu Iklim Kompetisi Daerah, Kemendagri Gelar Apresiasi Pemda 2026 Regional Sulawesi

Pacu Iklim Kompetisi Daerah, Kemendagri Gelar Apresiasi Pemda 2026 Regional Sulawesi

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 15:45 WIB

Bukan Melalui Kekerasan, Militerisasi Masuk ke Ranah Sipil Lewat Jalur Administratif Halus

Bukan Melalui Kekerasan, Militerisasi Masuk ke Ranah Sipil Lewat Jalur Administratif Halus

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 15:34 WIB

Saiful Mujani: Pemilu Cacat Bikin Legitimasi Negara Runtuh, Serukan Boikot Jika Curang

Saiful Mujani: Pemilu Cacat Bikin Legitimasi Negara Runtuh, Serukan Boikot Jika Curang

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 15:05 WIB

Masalah Krusial di Mina Terkuak, Jemaah Haji Tak Makan 9 Jam hingga Tenda Melebihi Kapasitas

Masalah Krusial di Mina Terkuak, Jemaah Haji Tak Makan 9 Jam hingga Tenda Melebihi Kapasitas

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 14:23 WIB

Bukan Sekadar Seremonial, Ini Alasan PDIP Wajibkan Lagu Bung Karno Bapak Marhaenisme

Bukan Sekadar Seremonial, Ini Alasan PDIP Wajibkan Lagu Bung Karno Bapak Marhaenisme

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 14:15 WIB