Emisi Karbon Terus Naik, Bisakah CO2 Diubah Jadi Produk Berguna?

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Kamis, 09 April 2026 | 11:55 WIB
Emisi Karbon Terus Naik, Bisakah CO2 Diubah Jadi Produk Berguna?
Ilustrasi Emisi Co2 yang Dihasilkan Melalui Industri Pabrik ( Pexels/Radik 2707)

Suara.com - Emisi karbon dioksida (Co2) terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2024, kadar emisi Co2 global mengalami peningkatan sebesar 0,8 persen, sebagaimana dilaporkan oleh Earth.org(6/4/2026). Peningkatan dari emisi lebih banyak terjadi di negara-negara berkembang, seperti Indonesia.

Berdasarkan data dari Climate Trace, emisi Indonesia memang mengalami penurunan sekitar 0,87 juta ton CO2e atau 0,72 persen dari tahun sebelumnya. 

Meskipun mengalami penurunan, Indonesia tetap termasuk dalam lima negara penghasil emisi terbesar di dunia. Hal ini mendorong pemerintah untuk menargetkan Net Zero Emission pada tahun 2060.

Untuk mencapai tujuan tersebut, dibutuhkan inovasi, salah satunya dengan mengubah limbah Co2 menjadi sesuatu yang dapat dimanfaatkan melalui berbagai cara dan proses, sepert valorisasi Co2.

Meski terdengar tidak masuk akal, dengan adanya kemajuan teknologi limbah sekalipun bisa menjadi hal yang bernilai.

Apa itu Valorisasi Co2 ? 

Valorisasi Co2 merupakan proses penangkapan emisi Co2 dan kemudian mengolahnya menjadi produk yang bermanfaat, sehingga Co2 tidak langsung dilepaskan ke atmosfer. Proses valorisasi Co2 biasanya diawali dengan teknologi penangkapan karbon (Carbon Capture).

Saat ini, teknologi tersebut bukan merupakan solusi tunggal, melainkan gabungan dari berbagai teknologi yang masih terus dikembangkan. Teknologi ini banyak digunakan pada sektor industri dengan tingkat emisi tinggi, seperti kilang minyak dan pembangkit listrik. 

Dalam praktiknya, teknologi penangkapan karbon bekerja dengan cara menangkap Co2 dari sumber industri maupun secara langsung dari udara. Setelah dikumpulkan, Co2 akan diproses melalui berbagai cara, seperti absorpsi kimia yang mengikat Co2, sistem pelarut cair yang dapat menyerap Co2, dan sistem penyerap padat yang menggunakan filter untuk menghadang Co2. 

Selanjutnya, Co2 yang telah diproses dapat dimanfaatkan kembali menjadi berbagai produk yang bernilai, seperti bahan bakar sintetis, biopolimer yang dapat menggantikan plastik konvensional, serta material konstruksi. Selain itu, mikroorganisme seperti alga juga dapat memanfaatkan Co2 untuk mengahsilkan sebuah produk yang bermanfaat. Produk-produk tersebut antara lain, pupuk hayati, pakan ternak, senyawa yang digunakan dalam kosmetik dan farmasi, serta bahan makanan. 

Tantangan dari Valorisasi Co2

Meskipun memiliki potensi besar, dalam mempraktikkan strategi valorisasi Co2 juga memiliki tantangannya tersendiri. Salah satunya adalah kebutuhan energi yang tinggi, terutama dalam proses mengubah Co2 menjadi bahan bakar sintesis. Selain itu, biaya teknologi yang masih mahal serta keterbatasan penerapan dalam skala besar juga menjadi hambatan dalam pengembangannya. 

Oleh karena itu, strategi ini masih terus dalam dikembangkan agar dapat menjadi solusi yang lebih efektif untuk mengurangi jumlah emisi karbon. Pemerintah Indonesia juga bisa melihat valorisasi Co2 sebagai peluang untuk mengatasi masalah emisi karbon sekaligus mendukung upaya pencapaian target Net Zero Emission secara berkelanjutan. 

Penulis: Natasha Suhendra

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sepak Bola Ternyata Sumbang Puluhan Juta Ton Emisi Karbon Tiap Tahun, Bagaimana Menguranginya?

Sepak Bola Ternyata Sumbang Puluhan Juta Ton Emisi Karbon Tiap Tahun, Bagaimana Menguranginya?

News | Rabu, 01 April 2026 | 12:50 WIB

Menuju Net Zero Emission, Indonesia Siapkan Ekosistem Carbon Capture

Menuju Net Zero Emission, Indonesia Siapkan Ekosistem Carbon Capture

News | Jum'at, 30 Januari 2026 | 09:27 WIB

Jejak Karbon Digital Tersembunyi di Balik Setiap Email yang Anda Kirim

Jejak Karbon Digital Tersembunyi di Balik Setiap Email yang Anda Kirim

Your Say | Kamis, 25 Desember 2025 | 12:10 WIB

Terkini

Geger WNA Jepang Ngaku Ditawari Prostitusi Anak 'Perawan' di Lokasari Jakarta Barat

Geger WNA Jepang Ngaku Ditawari Prostitusi Anak 'Perawan' di Lokasari Jakarta Barat

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 14:06 WIB

Prancis Larang Menteri Israel Masuk Negaranya usai Video Aktivis Flotilla Gaza Viral

Prancis Larang Menteri Israel Masuk Negaranya usai Video Aktivis Flotilla Gaza Viral

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 13:22 WIB

Setop Pembangunan Top-Down! Saatnya Suara Perempuan Akar Rumput Masuk Kebijakan Nasional

Setop Pembangunan Top-Down! Saatnya Suara Perempuan Akar Rumput Masuk Kebijakan Nasional

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 13:03 WIB

Ditodong Pistol dan Dipaksa Lepas Hijab Hercules, Kuasa Hukum Anak Ahmad Bahar: Ini Mengerikan!

Ditodong Pistol dan Dipaksa Lepas Hijab Hercules, Kuasa Hukum Anak Ahmad Bahar: Ini Mengerikan!

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:46 WIB

Identitas Pelaku Penembakan di Gedung Putih, Pernah Mengaku Anak Tuhan

Identitas Pelaku Penembakan di Gedung Putih, Pernah Mengaku Anak Tuhan

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:07 WIB

Catat! Ini 10 Negara yang Berisiko Terkena Wabah Ebola Setelah Lonjakan Kasus di Kongo

Catat! Ini 10 Negara yang Berisiko Terkena Wabah Ebola Setelah Lonjakan Kasus di Kongo

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 11:59 WIB

Amerika Ingin Damai tapi Trump Konsisten Ledek Iran: Cuitannya Bikin Heran

Amerika Ingin Damai tapi Trump Konsisten Ledek Iran: Cuitannya Bikin Heran

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 11:40 WIB

Antisipasi El Nino, BMKG Pasang Alat Pancing Hujan di Sejumlah Gedung Tinggi Jakarta

Antisipasi El Nino, BMKG Pasang Alat Pancing Hujan di Sejumlah Gedung Tinggi Jakarta

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 11:00 WIB

Selat Hormuz Dibuka, Iran Sepakati Damai dengan AS Demi Cairkan Aset Rp400 Triliun

Selat Hormuz Dibuka, Iran Sepakati Damai dengan AS Demi Cairkan Aset Rp400 Triliun

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:26 WIB

Tak Ada Ampun! UPN Yogyakarta Sanksi 5 Dosen Terbukti Pelecehan, Satu Orang Terancam Pecat

Tak Ada Ampun! UPN Yogyakarta Sanksi 5 Dosen Terbukti Pelecehan, Satu Orang Terancam Pecat

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:10 WIB