Riset Global Soroti Inovasi Pertanian AI dari Indonesia, Disebut Bisa Pulihkan Tanah Rusak

Vania Rossa

Jum'at, 10 April 2026 | 19:11 WIB
Riset Global Soroti Inovasi Pertanian AI dari Indonesia, Disebut Bisa Pulihkan Tanah Rusak
Inovasi Pertanian Regeneratif Berbasis AI di Indonesia. (dok. ist)
baca 10 detik
  • Program Food for Tomorrow mendanai riset pertanian regeneratif global guna memperbaiki kesehatan tanah dan meningkatkan ketahanan pangan dunia.
  • Di Indonesia, Al Greeny S. Dewayanti mengembangkan proyek LIFE menggunakan teknologi AI dan tumpang sari tanaman sacha inchi.
  • Proyek ini melibatkan masyarakat lokal di Labuan Bajo untuk memulihkan degradasi lahan serta meningkatkan nilai ekonomi petani.

Suara.com - Di tengah tekanan perubahan iklim, degradasi lahan, dan meningkatnya kebutuhan pangan global, para peneliti mulai mencari pendekatan baru untuk memperbaiki sistem pertanian. Salah satu konsep yang semakin mendapat perhatian adalah pertanian regeneratif, yakni praktik yang tidak hanya berfokus pada hasil panen, tetapi juga memulihkan kesehatan tanah, meningkatkan keanekaragaman hayati, serta memperkuat ketahanan pangan jangka panjang.

Pendekatan ini kini berkembang dengan dukungan teknologi, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk membantu petani memahami kondisi lahan secara lebih presisi. Dalam konteks inilah sejumlah penelitian global mulai menyoroti inovasi pertanian regeneratif yang berkembang di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Salah satu riset yang mendapat perhatian datang dari program global Food for Tomorrow, kolaborasi antara PepsiCo dan National Geographic Society yang mendanai berbagai penelitian untuk memperkuat praktik pertanian regeneratif di sejumlah wilayah dunia.

Program ini mendukung penelitian yang berfokus pada tanaman pangan penting di pusat produksi yang menghadapi tekanan perubahan iklim. Para peneliti dipilih dari komunitas National Geographic Explorers, yang terdiri dari ilmuwan, konservasionis, pendidik, dan pencerita dari berbagai negara. Proposal riset yang masuk berasal dari lebih dari 140 negara.

Di Indonesia, penelitian tersebut dipimpin oleh Al Greeny S. Dewayanti, seorang National Geographic Explorer yang mengembangkan proyek Land Innovation for Food and Empowerment (LIFE).

Proyek ini menggabungkan praktik pertanian regeneratif dengan teknologi berbasis AI untuk memulihkan lahan yang telah mengalami degradasi. Pendekatan yang digunakan memadukan sistem tumpang sari jagung dan sacha inchi, tanaman kacang yang dikenal memiliki kandungan nutrisi tinggi seperti Omega 3, 6, dan 9.

Sacha inchi bahkan kerap disebut sebagai “superfood” karena nilai gizinya yang tinggi serta potensi ekonominya bagi petani.

Dalam proyek ini, sampel tanah dari lahan pertanian dianalisis menggunakan metode metabarcoding DNA untuk memetakan mikroorganisme yang hidup di dalam tanah. Analisis tersebut dilakukan bersama ilmuwan dari laboratorium GSI Lab dan Genomics Hub guna memahami kondisi kesehatan lahan secara lebih mendalam.

Data yang dihasilkan kemudian digunakan untuk mengembangkan aplikasi berbasis AI yang dapat membantu petani membaca kondisi tanah mereka. Aplikasi ini mampu memberikan rekomendasi sederhana, misalnya menyarankan penambahan kompos untuk meningkatkan bakteri pengikat nitrogen atau memberi sinyal bahwa lahan sudah siap ditanami.

baca juga

Dengan pendekatan ini, petani dapat memahami kondisi biologis tanah yang sebelumnya sulit terlihat secara langsung. Informasi yang kompleks dari hasil penelitian laboratorium diterjemahkan menjadi panduan praktis yang mudah digunakan di lapangan.

Selain memperbaiki kualitas tanah, sistem pertanian multitanaman ini juga diharapkan mampu meningkatkan ketahanan pangan masyarakat. Dalam uji coba di wilayah Labuan Bajo, sistem ini diperkirakan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan hingga 80 persen keluarga di kawasan tersebut.

Proyek LIFE juga menekankan pemberdayaan masyarakat lokal. Program ini melibatkan lima kelompok yang terdiri dari sekitar 50 perempuan yang mengelola koperasi sekaligus mempelajari pengolahan sacha inchi menjadi produk bernilai tambah seperti minyak.

Dengan memadukan teknologi digital, pengetahuan ilmiah, dan kearifan lokal, model ini diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru sekaligus memulihkan lahan yang terdegradasi.

Chief Science and Innovation Officer National Geographic Society Ian Miller mengatakan organisasi tersebut telah lama mendukung penelitian ilmiah yang bertujuan memahami dan melindungi bumi.

“Selama lebih dari satu abad, National Geographic Society mendanai sains inovatif untuk membantu kita memahami dunia dengan lebih baik. Pertanian regeneratif adalah bidang fokus baru yang sangat penting,” ujarnya.

Sementara itu, Jim Andrew, Executive Vice President dan Chief Sustainability Officer PepsiCo, menilai petani menjadi pihak paling penting dalam menghadapi tekanan sistem pangan global.

“Sistem pangan global berada di bawah tekanan akibat perubahan iklim dan cuaca ekstrem. Untuk menghadapi kondisi ini, kita perlu mendukung para petani dengan praktik yang didukung ilmu pengetahuan,” katanya.

Selama dua tahun ke depan, para peneliti yang terlibat dalam program Food for Tomorrow akan melakukan studi lapangan untuk mengembangkan model pertanian regeneratif yang dapat diterapkan secara lebih luas.

Melalui kombinasi teknologi, penelitian ilmiah, dan praktik pertanian lokal, riset ini diharapkan dapat membantu menciptakan sistem pangan yang lebih tangguh sekaligus berkelanjutan di masa depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bulog: Stok Beras Nasional 4,6 Juta Ton Tersebar Merata, Ketahanan Pangan Aman Hadapi El Nino

Bulog: Stok Beras Nasional 4,6 Juta Ton Tersebar Merata, Ketahanan Pangan Aman Hadapi El Nino

News | Jum'at, 10 April 2026 | 12:52 WIB

Efek Domino Plastik yang Menyentuh Semua Sektor, Pertanian Juga Kena lho!

Efek Domino Plastik yang Menyentuh Semua Sektor, Pertanian Juga Kena lho!

Your Say | Kamis, 09 April 2026 | 19:50 WIB

CELIOS: Ambisi Biofuel Bisa Korbankan Kedaulatan Pangan di Papua

CELIOS: Ambisi Biofuel Bisa Korbankan Kedaulatan Pangan di Papua

News | Kamis, 09 April 2026 | 10:55 WIB

Terkini

Arwin AS Wafat, Bupati Afni Kenang Pesan Terakhir: Jaga Siak, Jangan Menyerah

Arwin AS Wafat, Bupati Afni Kenang Pesan Terakhir: Jaga Siak, Jangan Menyerah

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 06:17 WIB

Berapa Normal Asam Urat pada Wanita 40 Tahun ke Atas? Ini Batas dan Ciri-cirinya

Berapa Normal Asam Urat pada Wanita 40 Tahun ke Atas? Ini Batas dan Ciri-cirinya

Health | Minggu, 01 November 2026 | 06:10 WIB

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

×