-
Donald Trump mengancam China akan hadapi masalah besar jika memasok senjata kepada militer Iran.
-
Amerika Serikat mengklaim telah melumpuhkan kekuatan udara dan laut Iran secara total baru-baru ini.
-
Negosiasi damai antara JD Vance dan delegasi Iran berlangsung intens di Islamabad, Pakistan.
Suara.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump melayangkan ancaman diplomatik serius terhadap China jika terbukti memberikan bantuan persenjataan kepada Iran.
Langkah tegas ini diambil Washington setelah munculnya laporan intelijen yang mengendus rencana Beijing untuk memperkuat lini militer Teheran secara ilegal.
Dikutip dari New York Post, pemerintah Amerika Serikat memandang campur tangan China tersebut sebagai ancaman langsung terhadap stabilitas global yang sedang diupayakan saat ini.
![Presiden AS Donald Trump dan Menteri Perang Pete Hegseth. [RollingStone]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/08/63783-presiden-as-donald-trump-dan-menteri-perang-pete-hegseth.jpg)
Trump menyatakan bahwa dominasi militer Amerika telah berhasil melumpuhkan kekuatan pertahanan Republik Islam Iran hingga pada level terendah.
Keberhasilan melumpuhkan aset strategis lawan menjadi modal utama Gedung Putih dalam menekan pengaruh Teheran di kawasan Timur Tengah.
Gedung Putih memberikan sinyal bahwa hubungan perdagangan dengan Beijing bisa terganggu jika mereka nekat membantu musuh Amerika Serikat.
Donald Trump secara terbuka memperingatkan risiko besar yang akan dihadapi oleh pemerintahan Xi Jinping dalam waktu dekat ini.
"Jika China melakukan itu, China akan menghadapi masalah besar," tegas Presiden Trump.
Posisi tawar Amerika Serikat saat ini dinilai berada di atas angin setelah serangkaian aksi militer yang melemahkan lawan.
Washington merasa tidak perlu berkompromi dengan pihak manapun yang mencoba mengganggu peta kekuatan militer yang telah mereka bentuk.
Klaim Kemenangan Militer Mutlak Atas Iran
Presiden Trump memaparkan bahwa infrastruktur pertahanan Iran saat ini dalam kondisi yang sangat memprihatinkan dan tidak berdaya.
Ia merinci bahwa negara tersebut tidak lagi memiliki kekuatan armada laut, sistem radar, maupun angkatan udara yang mumpuni.
Kehancuran struktur kepemimpinan dan militer tersebut dianggap sebagai bukti autentik kemenangan total Amerika Serikat dalam konflik berkepanjangan ini.
Oleh karena itu, intervensi negara lain seperti China dianggap sebagai tindakan yang hanya akan menambah komplikasi ekonomi bagi Beijing.