- Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur dengan pengawalan ketat aparat.
- Tindakan Ben-Gvir melakukan doa Yahudi di lokasi suci tersebut dianggap melanggar status quo sejarah Masjid Al-Aqsa.
- Aksi provokatif ini memicu kecaman keras dari Otoritas Palestina serta negara-negara kawasan karena dianggap sebagai penodaan serius.
Suara.com - Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir melakukan tindakan provokasi dengan memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur.
Ben-Gvir memasuki area masjid dengan pengawalan ketat aparat Israel dan didampingi para pemukim.
Ben-Gvir bahkan melakukan doa Yahudi di lokasi yang secara kesepakatan sejak 1967 hanya diperuntukkan bagi ibadah umat Muslim, meski non-Muslim diizinkan berkunjung.
Aksi ini memicu kecaman keras dari Palestina dan negara-negara kawasan karena dinilai melanggar status quo tempat suci tersebut.
Kementerian Luar Negeri Yordania menyebut tindakan tersebut sebagai pelanggaran serius.
“Ini adalah penodaan kesucian Al-Aqsa, eskalasi yang tercela dan provokasi yang tidak dapat diterima,” demikian pernyataan resmi Kemenlu Yordania seperti dilansir dari Aljazeera.
![Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir melakukan tindakan provokasi dengan memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur. [Tangkap layar X]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/13/31605-itamar-ben-gvir.jpg)
Otoritas Palestina juga mengecam keras langkah tersebut.
Dalam pernyataannya, aksi Ben-Gvir disebut sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap status hukum dan sejarah Masjid Al-Aqsa.
Ini merupakan kali ketiga Ben-Gvir melakukan aksi serupa sepanjang tahun 2026, dan sedikitnya ke-16 sejak menjabat pada 2022.
Ben-Gvir dikenal sebagai tokoh garis keras yang mendorong perubahan status kawasan, termasuk rencana membangun sinagoge di lokasi tersebut.
“Hari ini saya merasa seperti pemilik di sini,” ujar Ben-Gvir dalam video yang dirilis kantornya.
Ben-Gvir juga mengaku terus mendesak Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk mengambil langkah lebih jauh.
Hingga kini, kantor Netanyahu belum memberikan tanggapan resmi.
Namun, ketegangan terus meningkat seiring frekuensi masuknya pemukim Israel ke kompleks Al-Aqsa dalam beberapa tahun terakhir.
Sebelumnya, Israel sempat menutup Masjid Al-Aqsa selama 40 hari setelah perang dengan Iran pecah pada akhir Februari.