- Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur dengan pengawalan ketat aparat.
- Tindakan Ben-Gvir melakukan doa Yahudi di lokasi suci tersebut dianggap melanggar status quo sejarah Masjid Al-Aqsa.
- Aksi provokatif ini memicu kecaman keras dari Otoritas Palestina serta negara-negara kawasan karena dianggap sebagai penodaan serius.
Pembatasan juga diberlakukan terhadap warga Palestina, termasuk larangan salat Idul Fitri tahun ini—yang pertama sejak pendudukan Yerusalem Timur pada 1967.
Masjid Al-Aqsa baru dibuka kembali pada 9 April, namun pada hari yang sama pemukim Israel kembali memasuki kompleks dan melakukan ritual keagamaan di bawah perlindungan polisi.
Di saat yang sama, operasi militer Israel di Tepi Barat terus berlanjut.
Sedikitnya 18 warga Palestina ditangkap pada Minggu (12/4), termasuk enam orang dalam penggerebekan di kamp pengungsi Dheisheh, dekat Bethlehem.
Data Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mencatat lebih dari 1.100 warga Palestina tewas di Tepi Barat sejak Oktober 2023.
Ribuan lainnya dilaporkan mengungsi akibat eskalasi kekerasan yang terus berlanjut.