Warga Iran Lega Gencatan Senjata, Tapi PHK Sudah di Mana-mana dan Hidup 'Ngap-ngapan'

Pebriansyah Ariefana

Senin, 13 April 2026 | 11:17 WIB
Warga Iran Lega Gencatan Senjata, Tapi PHK Sudah di Mana-mana dan Hidup 'Ngap-ngapan'
Warga Iran (BBC)
baca 10 detik
  • Ekonomi Iran mengalami stagnasi parah akibat kerusakan infrastruktur sipil dan pemutusan akses internet nasional.

  • Harga barang pokok di Grand Bazaar melonjak 30 persen akibat terputusnya rantai pasok logistik.

  • PHK massal terjadi di berbagai sektor industri menyusul kehancuran pabrik baja dan fasilitas minyak.

Sektor pendidikan internasional yang dijalankan secara mandiri kini terisolasi total dari dunia luar akibat kebijakan intranet negara.

Janji manis pemerintahan Presiden Masoud Pezeshkian untuk memulihkan akses komunikasi digital ternyata hanya menjadi isapan jempol belaka.

Alih-alih memulihkan koneksi, pemerintah justru merancang sistem internet bertingkat yang mendiskriminasi hak akses bagi warga sipil biasa.

Dampaknya terasa nyata di sektor industri besar seperti otomotif dan teknologi yang mulai melakukan efisiensi tenaga kerja.

Ribuan buruh kehilangan pekerjaan karena pabrik-pabrik baja dan aluminium utama mereka telah rata dengan tanah akibat pengeboman.

Sektor media pun tidak luput dari badai ini, di mana banyak jurnalis kehilangan mata pencaharian akibat penutupan kantor berita.

Krisis Kemanusiaan di Balik Reruntuhan Industri

Masyarakat kini dipaksa menjual harta benda pribadi mereka hanya untuk menyambung hidup dari hari ke hari.

Tabungan yang dikumpulkan selama bertahun-tahun habis tak berbekas dalam hitungan minggu akibat inflasi yang tidak terkendali.

baca juga

Eksistensi warga Iran saat ini berada di titik terendah, di mana mereka harus bertarung melawan lapar dan kesunyian informasi.

“Dengan atau tanpa perang, rasanya kami sudah lama mati. Bukan saja suara kami dibungkam, tapi kami harus berjuang untuk memenuhi kebutuhan dasar kami,” ucap seorang pengamat video game setempat.

Kehancuran pelabuhan, bandara, dan fasilitas minyak membuat pendapatan negara merosot tajam tanpa adanya prospek investasi asing.

Kondisi ini merupakan akumulasi dari serangan udara Amerika Serikat dan Israel yang menargetkan titik-titik ekonomi strategis Iran.

Serangan tersebut melumpuhkan pabrik baja, produsen petrokimia, jembatan, hingga jaringan kereta api nasional yang menjadi tulang punggung ekonomi.

Selain faktor eksternal, manajemen internal yang korup dan sanksi nuklir PBB yang berkepanjangan memperburuk lubang hitam anggaran negara.

Negosiasi di Islamabad sejauh ini belum membuahkan hasil nyata sementara ribuan pasukan asing masih bersiaga di perbatasan.

Ketegangan di Selat Hormuz juga menambah beban risiko yang harus ditanggung oleh stabilitas ekonomi di kawasan Timur Tengah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Unggah Foto Bak Yesus, Trump Serang Paus Leo XIV: Dasar Pemimpin Lemah!

Unggah Foto Bak Yesus, Trump Serang Paus Leo XIV: Dasar Pemimpin Lemah!

News | Senin, 13 April 2026 | 11:16 WIB

Donald Trump Perintahkan CENTCOM Cegat Semua Kapal di Selat Hormuz: Hancurkan Iran!

Donald Trump Perintahkan CENTCOM Cegat Semua Kapal di Selat Hormuz: Hancurkan Iran!

News | Senin, 13 April 2026 | 10:55 WIB

AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik

AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik

News | Senin, 13 April 2026 | 10:39 WIB

Terkini

Pangkalan Militer AS di Teluk Jadi Sasaran Serangan Rudal dari Pasukan Iran, Selat Hormuz Ditutup

Pangkalan Militer AS di Teluk Jadi Sasaran Serangan Rudal dari Pasukan Iran, Selat Hormuz Ditutup

News | Senin, 13 Juli 2026 | 07:29 WIB

Gunung Karangetang Erupsi, Lontarkan Material Bikin Langit Siau Membara

Gunung Karangetang Erupsi, Lontarkan Material Bikin Langit Siau Membara

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 22:45 WIB

Tragedi Pantura Indramayu, Korban Tewas Kecelakaan Beruntun Bertambah Jadi 10 Orang

Tragedi Pantura Indramayu, Korban Tewas Kecelakaan Beruntun Bertambah Jadi 10 Orang

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 21:50 WIB

Pikap Warkidi Dihantam Truk di Pantura Indramayu: 3 Penumpang Tewas, Belasan Orang Luka-Luka

Pikap Warkidi Dihantam Truk di Pantura Indramayu: 3 Penumpang Tewas, Belasan Orang Luka-Luka

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 21:25 WIB

Prabowo Kritik Teori Neolib: Katanya Kakayaan Menetes ke Bawah, Kalian Percaya?

Prabowo Kritik Teori Neolib: Katanya Kakayaan Menetes ke Bawah, Kalian Percaya?

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 20:25 WIB

Ketua Umum FKDT Apresiasi Langkah Presiden Redakan Polemik Kasus Febrie Adriansyah

Ketua Umum FKDT Apresiasi Langkah Presiden Redakan Polemik Kasus Febrie Adriansyah

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 20:23 WIB

Kebakaran Maut di Pulogadung, 3 Orang Tewas Saat Tidur Lelap

Kebakaran Maut di Pulogadung, 3 Orang Tewas Saat Tidur Lelap

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:55 WIB

Prabowo Kecam Pemimpin Provokator Ajak Bakar-bakar: Saya Percaya Hukum Karma

Prabowo Kecam Pemimpin Provokator Ajak Bakar-bakar: Saya Percaya Hukum Karma

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:50 WIB

Amnesty Kritik Pemekaran Papua: Negara Hanya Dengar Mereka yang Setuju Saja

Amnesty Kritik Pemekaran Papua: Negara Hanya Dengar Mereka yang Setuju Saja

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:39 WIB

Bukan Cuma Peluru, Pengungsi Papua Terancam Putus Sekolah dan Minim Medis

Bukan Cuma Peluru, Pengungsi Papua Terancam Putus Sekolah dan Minim Medis

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:32 WIB

×