Donald Trump Perintahkan CENTCOM Cegat Semua Kapal di Selat Hormuz: Hancurkan Iran!

Pebriansyah Ariefana

Senin, 13 April 2026 | 10:55 WIB
Donald Trump Perintahkan CENTCOM Cegat Semua Kapal di Selat Hormuz: Hancurkan Iran!
Ketegangan geopolitik mencapai titik kritis setelah Amerika Serikat mengancam akan melumpuhkan seluruh sektor energi Iran secara permanen. (gemini AI)
baca 10 detik
  • Donald Trump mengancam akan menghancurkan fasilitas energi dan jaringan listrik Iran secara total.

  • Perundingan diplomatik di Islamabad gagal mencapai kesepakatan sehingga memicu blokade laut Amerika Serikat.

  • CENTCOM siap menutup akses Selat Hormuz bagi seluruh kapal mulai Senin malam waktu Indonesia.

Suara.com - Ketegangan geopolitik mencapai titik kritis setelah Amerika Serikat mengancam akan melumpuhkan seluruh sektor energi Iran secara permanen.

Langkah drastis ini mencakup penghancuran total pembangkit listrik dan fasilitas vital lainnya hanya dalam hitungan jam.

Dikutip dari FOX News, Gedung Putih kini mematangkan opsi serangan udara terbatas yang dikombinasikan dengan blokade maritim yang sangat ketat.

Ilustrasi Selat Hormuz [Suara.com/AI-HD]
Ilustrasi Selat Hormuz [Suara.com/AI-HD]

Kebijakan ini diambil sebagai respon langsung atas kebuntuan negosiasi diplomatik yang berlangsung di Islamabad, Pakistan.

Dunia internasional kini menyoroti potensi lonjakan harga minyak akibat penutupan jalur perdagangan paling strategis di dunia.

"Saya bisa menghancurkan Iran dalam sehari. Saya bisa menjatuhkan satu fasilitas dalam satu jam. Saya bisa menghancurkan seluruh sektor energi mereka, termasuk semua pembangkit listriknya," kata Trump dalam wawancara dengan Fox News.

Donald Trump secara terbuka menyatakan kesiapannya untuk meratakan jaringan listrik Iran hingga harus dibangun dari nol.

Selain sektor energi, sasaran militer Amerika Serikat juga mencakup jembatan-jembatan strategis di seluruh wilayah kedaulatan Iran.

Fokus utama serangan ini adalah memutus rantai distribusi logistik dan mobilitas pasukan dalam negeri Iran secara cepat.

baca juga

Rencana penghancuran ini dipandang sebagai upaya Washington untuk memaksa Teheran tunduk di bawah tekanan ekonomi maksimum.

Blokade Total di Jalur Selat Hormuz

Amerika Serikat secara resmi menginstruksikan Angkatan Laut untuk menutup akses transportasi di wilayah perairan Selat Hormuz.

Setiap kapal tanpa pengecualian dilarang melintasi jalur tersebut untuk memutus akses keluar-masuk komoditas perdagangan milik Iran.

Donald Trump secara tegas memerintahkan pasukannya untuk melacak dan mencegat setiap kapal yang kedapatan membayar upeti kepada Teheran.

Blokade laut ini bertujuan menghentikan aliran dana segar ke kas negara Iran melalui sektor jasa transportasi maritim.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik

AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik

News | Senin, 13 April 2026 | 10:39 WIB

Survei Terbaru: Sempat Naik Tipis, Popularitas Trump Menukik Efek Selat Hormuz Masih Ditutup

Survei Terbaru: Sempat Naik Tipis, Popularitas Trump Menukik Efek Selat Hormuz Masih Ditutup

News | Senin, 13 April 2026 | 10:38 WIB

Warga Iran Terancam Kelaparan Usai AS Blokade Pelabuhan Teheran, Bahkan Ada Dampak Buruk Lanjutan

Warga Iran Terancam Kelaparan Usai AS Blokade Pelabuhan Teheran, Bahkan Ada Dampak Buruk Lanjutan

News | Senin, 13 April 2026 | 10:32 WIB

Terkini

Gunung Karangetang Erupsi, Lontarkan Material Bikin Langit Siau Membara

Gunung Karangetang Erupsi, Lontarkan Material Bikin Langit Siau Membara

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 22:45 WIB

Tragedi Pantura Indramayu, Korban Tewas Kecelakaan Beruntun Bertambah Jadi 10 Orang

Tragedi Pantura Indramayu, Korban Tewas Kecelakaan Beruntun Bertambah Jadi 10 Orang

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 21:50 WIB

Pikap Warkidi Dihantam Truk di Pantura Indramayu: 3 Penumpang Tewas, Belasan Orang Luka-Luka

Pikap Warkidi Dihantam Truk di Pantura Indramayu: 3 Penumpang Tewas, Belasan Orang Luka-Luka

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 21:25 WIB

Prabowo Kritik Teori Neolib: Katanya Kakayaan Menetes ke Bawah, Kalian Percaya?

Prabowo Kritik Teori Neolib: Katanya Kakayaan Menetes ke Bawah, Kalian Percaya?

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 20:25 WIB

Ketua Umum FKDT Apresiasi Langkah Presiden Redakan Polemik Kasus Febrie Adriansyah

Ketua Umum FKDT Apresiasi Langkah Presiden Redakan Polemik Kasus Febrie Adriansyah

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 20:23 WIB

Kebakaran Maut di Pulogadung, 3 Orang Tewas Saat Tidur Lelap

Kebakaran Maut di Pulogadung, 3 Orang Tewas Saat Tidur Lelap

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:55 WIB

Prabowo Kecam Pemimpin Provokator Ajak Bakar-bakar: Saya Percaya Hukum Karma

Prabowo Kecam Pemimpin Provokator Ajak Bakar-bakar: Saya Percaya Hukum Karma

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:50 WIB

Amnesty Kritik Pemekaran Papua: Negara Hanya Dengar Mereka yang Setuju Saja

Amnesty Kritik Pemekaran Papua: Negara Hanya Dengar Mereka yang Setuju Saja

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:39 WIB

Bukan Cuma Peluru, Pengungsi Papua Terancam Putus Sekolah dan Minim Medis

Bukan Cuma Peluru, Pengungsi Papua Terancam Putus Sekolah dan Minim Medis

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:32 WIB

Sebut Tanggung Jawab Wapres, Bambang Pacul Dinilai 'Main-main' dengan Isu Papua

Sebut Tanggung Jawab Wapres, Bambang Pacul Dinilai 'Main-main' dengan Isu Papua

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:24 WIB

×