- DPP GAMKI merespons ceramah Jusuf Kalla di UGM terkait konflik agama yang memicu polemik di masyarakat.
- Ketua Umum GAMKI membantah tuduhan bahwa ajaran Kristen membenarkan kekerasan atau pembunuhan demi mencapai status syahid.
- GAMKI dan sejumlah ormas Kristen akan melaporkan Jusuf Kalla ke pihak kepolisian atas pernyataannya tersebut.
Suara.com - Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPP GAMKI) bersama ormas Kristen merespons video ceramah Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM).
Dalam pidatonya, pria yang akrab disapa JK tersebut menuai polemik karena menyatakan bahwa agama kerap menjadi alasan konflik, seperti yang terjadi di Poso dan Ambon.
Ketua Umum DPP GAMKI, Sahat Sinurat, mengatakan ada tiga poin pernyataan sikap atas ucapan JK.
”Pertama, menyatakan bahwa agama Kristen tidak pernah mengajarkan membunuh orang Islam akan syahid masuk surga, justru agama Kristen mengajarkan untuk mengasihi sesama manusia bahkan musuh sekalipun," katanya dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (13/4/2026).
Kedua, lanjut Sahat, pihaknya mengecam keras pernyataan Jusuf Kalla yang dinilai menyakiti hati umat Kristen. Selain itu, pernyataan tersebut juga dianggap menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.
"Ketiga, maka bersama ini kami yang terdiri dari berbagai lembaga Kristen dan organisasi masyarakat akan melaporkan Bapak Jusuf Kalla ke Kepolisian RI,” jelas Sahat.
Sebelumnya, JK menyampaikan ceramah di kampus UGM tentang mudahnya agama menjadi alasan konflik, seperti yang terjadi di Poso dan Ambon. Menurutnya, hal itu terjadi karena banyak pihak berpikir bahwa membunuh orang di luar agama mereka merupakan bentuk syahid.
“Kenapa agama gampang menjadi alasan konflik kayak di Poso, Ambon? Karena kedua-duanya, Islam dan Kristen, berpendapat mati atau menewaskan orang atau mematikan itu syahid. Saat konflik berlangsung kedua pihak berkeyakinan begitu. Kalau saya bunuh orang Islam, saya syahid. Kalau saya mati pun saya syahid. Akhirnya susah berhenti,” ucap JK.