Dulu Dicurigai dan Tidak Dipercaya, Mengapa Pakistan Jadi 'Juru Damai' AS - Iran?

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Senin, 13 April 2026 | 12:54 WIB
Dulu Dicurigai dan Tidak Dipercaya, Mengapa Pakistan Jadi 'Juru Damai' AS - Iran?
Pakistan menjadi mediator utama pertemuan bersejarah Amerika Serikat dan Iran di Islamabad demi mengakhiri perang. (Tasnimnews)
  • Pakistan menjadi tuan rumah dialog perdamaian langsung antara Amerika Serikat dan Iran.

  • Keamanan ketat dan libur nasional diberlakukan di Islamabad demi kelancaran negosiasi.

  • Kepentingan energi dan cadangan mineral memperkuat posisi tawar Pakistan di hadapan Washington.

Suara.com - Ibu kota Pakistan kini berubah menjadi pusat perhatian diplomatik dunia yang sangat sibuk.

Libur nasional selama dua hari sengaja ditetapkan demi menjamin keamanan super ketat di Islamabad.

Dikutip dari CNN Internasional, kota yang biasanya bising ini mendadak sunyi karena blokade jalan untuk menyambut agenda besar.

Perang antara AS-Israel melawan Iran akhirnya resmi berhenti sementara. AS dan Iran sama-sama sepakat untuk melakukan gencatan senjata. [Tangkap layar X]
Perang antara AS-Israel melawan Iran akhirnya resmi berhenti sementara. AS dan Iran sama-sama sepakat untuk melakukan gencatan senjata. [Tangkap layar X]

Delegasi Amerika Serikat dan Iran dijadwalkan bertemu langsung guna membahas kesepakatan gencatan senjata akhir pekan ini.

Negosiasi ini menjadi titik balik penting untuk menghentikan perang yang telah merenggut ribuan nyawa.

Kehadiran Pakistan sebagai fasilitator menunjukkan pergeseran besar dalam peta politik luar negeri mereka.

Dulu Washington memandang Islamabad dengan penuh keraguan, namun kini posisinya menjadi tidak tergantikan.

Negara ini berhasil mengubah citra dari titik panas militansi menjadi markas mediasi tingkat tinggi.

Wakil Presiden JD Vance dijadwalkan hadir bersama utusan khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner.

Kunjungan Vance menandai kehadiran pejabat paling senior Amerika Serikat di Pakistan sejak tahun 2011.

Kredibilitas Baru Islamabad Sebagai Penengah Konflik

Keberhasilan mengumpulkan dua musuh bebuyutan di satu meja memberikan poin besar bagi Pakistan.

Para ahli menilai posisi geografis dan strategi aliansi baru menjadi faktor penentu kesuksesan ini.

“Fakta bahwa Pakistan mampu melakukan terobosan diplomatik di menit-menit terakhir jelas memberikannya banyak kredibilitas,” kata Farwa Aamer, direktur South Asia Initiatives di Asia Policy Institute.

Upaya aktif ini membuktikan bahwa Pakistan kini memiliki kendali dalam menentukan arah kawasan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Panas! Militer Amerika Serikat Buru Kapal Pembayar Upeti Iran di Selat Hormuz

Panas! Militer Amerika Serikat Buru Kapal Pembayar Upeti Iran di Selat Hormuz

News | Senin, 13 April 2026 | 12:31 WIB

Setelah Iran, AS Serang Kuba? Miguel Daz-Canel: Saya Siap Mati Demi Revolusi!

Setelah Iran, AS Serang Kuba? Miguel Daz-Canel: Saya Siap Mati Demi Revolusi!

News | Senin, 13 April 2026 | 11:59 WIB

Diancam Trump Bakal Dikirim ke Neraka, Iran Siapkan 'Pusaran Maut' di Selat Hormuz

Diancam Trump Bakal Dikirim ke Neraka, Iran Siapkan 'Pusaran Maut' di Selat Hormuz

News | Senin, 13 April 2026 | 11:54 WIB

Terkini

Mendes Yandri Susanto Bantah Isu Dana Desa Dipotong, Sebut Kopdes Merah Putih Perkuat Ekonomi Warga

Mendes Yandri Susanto Bantah Isu Dana Desa Dipotong, Sebut Kopdes Merah Putih Perkuat Ekonomi Warga

News | Senin, 13 April 2026 | 12:41 WIB

Gara-gara Ceramahnya, GAMKI dan Pemuda Katolik Resmi Laporkan Jusuf Kalla ke Polda Metro Jaya

Gara-gara Ceramahnya, GAMKI dan Pemuda Katolik Resmi Laporkan Jusuf Kalla ke Polda Metro Jaya

News | Senin, 13 April 2026 | 12:34 WIB

Panas! Militer Amerika Serikat Buru Kapal Pembayar Upeti Iran di Selat Hormuz

Panas! Militer Amerika Serikat Buru Kapal Pembayar Upeti Iran di Selat Hormuz

News | Senin, 13 April 2026 | 12:31 WIB

15.000 Paket Sembako dari Indonesia Tiba di Gaza, Baznas Pastikan Bantuan Tepat Sasaran

15.000 Paket Sembako dari Indonesia Tiba di Gaza, Baznas Pastikan Bantuan Tepat Sasaran

News | Senin, 13 April 2026 | 12:30 WIB

Mendagri Dukung Perpanjangan Dana Otsus Aceh dan Usulkan Kembali ke 2 Persen Akibat Dampak Bencana

Mendagri Dukung Perpanjangan Dana Otsus Aceh dan Usulkan Kembali ke 2 Persen Akibat Dampak Bencana

News | Senin, 13 April 2026 | 12:26 WIB

Mensos Gus Ipul Pastikan Bansos Cair Minggu Ketiga April 2026, Dijamin Lebih Tepat Sasaran

Mensos Gus Ipul Pastikan Bansos Cair Minggu Ketiga April 2026, Dijamin Lebih Tepat Sasaran

News | Senin, 13 April 2026 | 12:20 WIB

Polemik Ceramah JK di UGM, GAMKI Ancam Lapor ke Polisi karena Dinilai Singgung Umat Kristen

Polemik Ceramah JK di UGM, GAMKI Ancam Lapor ke Polisi karena Dinilai Singgung Umat Kristen

News | Senin, 13 April 2026 | 12:18 WIB

Menteri Dody: Proyek Sekolah Rakyat di Surabaya Garapan Waskita Karya Progressnya Baik

Menteri Dody: Proyek Sekolah Rakyat di Surabaya Garapan Waskita Karya Progressnya Baik

News | Senin, 13 April 2026 | 12:13 WIB

Respons Kritik JK ke Pemerintahan Prabowo, Kaesang: Kita Butuh Suasana Tenang, Bukan Kegaduhan

Respons Kritik JK ke Pemerintahan Prabowo, Kaesang: Kita Butuh Suasana Tenang, Bukan Kegaduhan

News | Senin, 13 April 2026 | 12:06 WIB

Setelah Iran, AS Serang Kuba? Miguel Daz-Canel: Saya Siap Mati Demi Revolusi!

Setelah Iran, AS Serang Kuba? Miguel Daz-Canel: Saya Siap Mati Demi Revolusi!

News | Senin, 13 April 2026 | 11:59 WIB