Akademisi Kritik Istilah Inflasi Pengamat dari Seskab Teddy, Sebut Pemerintah Mulai Antikritik

Vania Rossa | Hiskia Andika Weadcaksana | Suara.com

Senin, 13 April 2026 | 13:58 WIB
Akademisi Kritik Istilah Inflasi Pengamat dari Seskab Teddy, Sebut Pemerintah Mulai Antikritik
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (10/4/2026). [Suara.com/Bagaskara]
  • Dekan FISIPOL UMY Ridho Al-Hamdi mengkritik pernyataan Seskab Teddy soal inflasi pengamat sebagai bentuk sikap antikritik pemerintah.
  • Ridho menilai pemerintah seharusnya membuktikan validitas data daripada melabeli pengamat dan menempatkan pejabat tidak sesuai keahliannya.
  • Akademisi menyarankan pemerintah melibatkan kampus dan membuka ruang diskusi ilmiah agar pengambilan kebijakan berbasis riset mendalam.

Suara.com - Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Ridho Al-Hamdi, menyoroti pernyataan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya yang melontarkan istilah inflasi pengamat belum lama ini.

Menurutnya pernyataan tersebut menunjukkan sikap antikritik pemerintah yang seharusnya tidak perlu terjadi dalam ruang demokrasi.

"Ya itu sah-sah sajalah bagi penguasa di mana pun, namanya penguasa itu kan kupingnya pasti akan gatal kalau mendapatkan kritik kepada mereka," kata Ridho kepada Suara.com, Senin (13/4/2026).

Guru besar ilmu politik ini menilai bahwa daripada sibuk melabeli para pengamat dengan berbagai macam istilah, pemerintah sebaiknya fokus membuktikan validitas datanya sendiri. 

"Sekarang kalau istilahnya tadi disebut inflasi pengamat, ya tinggal sampaikan aja data dari pemerintah. Enggak usah kemudian sekadar mengatakan inflasi pengamat ataupun macam-macam bahwa tidak sesuai dengan kompetennya," tuturnya.

Ridho justru melihat ada kontradiksi besar antara tudingan pemerintah terhadap para pengamat dengan kondisi internal di dalam kabinet maupun badan pemerintahan saat ini. 

Terlebih dalam beberapa posisi strategis pembantu presiden itu, penempatan personel tak sedikit yang kemudian tidak sesuai keahlian.

"Jadi kalau mau ngomong inflasi pengamat, ngaca dong sama diri pemerintah. Di satu sisi, itu sebenarnya dia sedang mengatakan dirinya, sedang berkaca bahwa 'inflasi' pun terjadi pada pemerintahan Prabowo-Gibran," tegasnya.

Tak jarang posisi-posisi strategis dalam lembaga negara justru diisi oleh latar belakang yang tidak relevan dengan tugas pokoknya. Ia mencontohkan Badan Gizi Nasional (BGN) yang kepemimpinannya justru didominasi oleh unsur militer, ketimbang para ahli gizi yang kompeten di bidangnya.

"Enggak usah banyak omon-omon, enggak usah ngomong inflasi pengamat, inflasi ahli menteri juga banyak di-highlight saja, banyak-banyaklah bercermin," ujarnya.

Lebih lanjut, Ridho mengkhawatirkan narasi "inflasi pengamat" ini merupakan bagian dari strategi rezim untuk membungkam suara-suara kritis secara perlahan. Apalagi, ketika partai politik tidak lagi menjalankan fungsi check and balances dengan baik.

Maka dari itu, kritik dari tokoh masyarakat, agama, dan akademisi seharusnya menjadi satu-satunya "jamu" agar pemerintah tidak bertindak semena-mena.

"Ini salah satu strategi rezim ini sedang pelan-pelan membungkam. Poinnya ya tadi itu pemerintah mencoba untuk menggiring agar supaya mereka itu antikritik. Kritik harus tetap ada, bagi saya kritik itu ibarat seperti jamu, pahit tapi menyehatkan," tuturnya.

Alih-alih melempar tudingan tak berdasar ke ruang publik. Ia menyarankan agar pemerintah lebih kooperatif dan membuka ruang debat terbuka jika memang ada ketidaksesuaian data.

Ridho menekankan pentingnya pelibatan kampus dalam pengambilan kebijakan ke depan. Sehingga setiap keputusan pemerintah didasari oleh riset yang mendalam, bukan sekadar berdasarkan pertimbangan tim sukses.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Subianto Temui Vladimir Putin di Moskow, Seskab Teddy Ungkap Agendanya

Prabowo Subianto Temui Vladimir Putin di Moskow, Seskab Teddy Ungkap Agendanya

News | Senin, 13 April 2026 | 06:46 WIB

Seskab Teddy: Presiden Prabowo Bakal ke Rusia Dalam Waktu Dekat

Seskab Teddy: Presiden Prabowo Bakal ke Rusia Dalam Waktu Dekat

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:53 WIB

Seskab Teddy Bantah Isu Indonesia Bakal 'Chaos': Itu Narasi Keliru!

Seskab Teddy Bantah Isu Indonesia Bakal 'Chaos': Itu Narasi Keliru!

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:27 WIB

Terkini

Iran Bongkar Taktik Licik AS di Islamabad, Kesepakatan Damai Gagal di Detik Terakhir

Iran Bongkar Taktik Licik AS di Islamabad, Kesepakatan Damai Gagal di Detik Terakhir

News | Senin, 13 April 2026 | 14:01 WIB

RDP DPR-BPIP Diwarnai Candaan, Willy Aditya Singgung Merger NasDem-Gerindra

RDP DPR-BPIP Diwarnai Candaan, Willy Aditya Singgung Merger NasDem-Gerindra

News | Senin, 13 April 2026 | 13:59 WIB

Perundingan Islamabad Buntu, Iran Siap Ladeni AS di Selat Hormuz

Perundingan Islamabad Buntu, Iran Siap Ladeni AS di Selat Hormuz

News | Senin, 13 April 2026 | 13:59 WIB

Gus Ipul: Pemerintah Kaji Tambahan Bansos untuk Jaga Daya Beli Masyaa

Gus Ipul: Pemerintah Kaji Tambahan Bansos untuk Jaga Daya Beli Masyaa

News | Senin, 13 April 2026 | 13:54 WIB

Jubir Jusuf Kalla Respons Laporan Polisi Terkait Dugaan Penistaan Agama saat Ceramah di UGM

Jubir Jusuf Kalla Respons Laporan Polisi Terkait Dugaan Penistaan Agama saat Ceramah di UGM

News | Senin, 13 April 2026 | 13:48 WIB

Misteri Jasad Luka Leher di Sungai Jombang: Tertelungkup Tanpa Identitas, Diduga Bukan Warga Sekitar

Misteri Jasad Luka Leher di Sungai Jombang: Tertelungkup Tanpa Identitas, Diduga Bukan Warga Sekitar

News | Senin, 13 April 2026 | 13:43 WIB

Kelompok Misterius Pro Iran Muncul Diklaim Lakukan Serangan di Eropa, Siapa?

Kelompok Misterius Pro Iran Muncul Diklaim Lakukan Serangan di Eropa, Siapa?

News | Senin, 13 April 2026 | 13:37 WIB

Fraksi PSI DPRD DKI Soroti Potensi Komersialisasi Air dan 'Pasar Tawanan' di Jakarta

Fraksi PSI DPRD DKI Soroti Potensi Komersialisasi Air dan 'Pasar Tawanan' di Jakarta

News | Senin, 13 April 2026 | 13:36 WIB

Tegukan Maut di Balik 'Klaim' Kebugaran: Mengapa Minum Oli Adalah Bunuh Diri Medis?

Tegukan Maut di Balik 'Klaim' Kebugaran: Mengapa Minum Oli Adalah Bunuh Diri Medis?

News | Senin, 13 April 2026 | 13:25 WIB

Ketergantungan Batu Bara Jadi Bom Waktu, IESR Desak Percepatan Transisi Ekonomi

Ketergantungan Batu Bara Jadi Bom Waktu, IESR Desak Percepatan Transisi Ekonomi

News | Senin, 13 April 2026 | 13:25 WIB