Tegukan Maut di Balik 'Klaim' Kebugaran: Mengapa Minum Oli Adalah Bunuh Diri Medis?

Muhammad Yasir, Lilis Varwati

Senin, 13 April 2026 | 13:25 WIB
Tegukan Maut di Balik 'Klaim' Kebugaran: Mengapa Minum Oli Adalah Bunuh Diri Medis?
Bahaya minum oli antara mitos bugar dan ancaman nyawa. [Suara.com]
baca 10 detik
  • Sekelompok pria di Makassar viral karena mengonsumsi oli mesin dengan klaim dapat meningkatkan kesehatan dan kebugaran tubuh.
  • MUI Sulawesi Selatan menyatakan mengonsumsi oli hukumnya haram karena zat tersebut bukan diperuntukkan bagi konsumsi manusia.
  • Ahli kesehatan memperingatkan bahwa tindakan tersebut berbahaya karena mengandung racun yang berisiko menyebabkan kerusakan organ permanen.

Suara.com - Di sebuah serambi bangunan yang menyerupai masjid, suasana tampak begitu tenang. Sejumlah pria berbaju koko dan bersarung duduk melingkar, bercengkerama layaknya sedang menikmati kopi sore.

Namun, pemandangan berikutnya justru mengusik nalar. Sebuah botol pelumas mesin berwarna merah berpindah tangan.

Tak lama kemudian seorang pria lanjut usia, dengan tenang menuangkan cairan kental itu ke dalam gelas plastik. Tanpa ragu, ia menenggaknya hingga tandas.

"Umur saya 65 tahun. Pegal linu semua hilang, lutut yang tadinya tidak bisa angkat badan, sekarang jadi kuat," ucapnya dengan nada meyakinkan dalam video yang viral di media sosial.

Untuk membuktikannya, pria tua itu langsung turun ke lantai, melakukan beberapa kali gerakan push-up dengan lincah sementara rekan-rekan di sekelilingnya bersorak kagum.

Terbius oleh testimoni tersebut, pria-pria lain di sana, termasuk yang berusia lebih muda, akhirnya ikut menuangkan "minuman" merah itu ke gelas masing-masing.

MUI Sulsel: Oli Bukan Minuman Manusia, Hukumnya Haram

Merespons fenomena nekat ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan segera mengeluarkan pernyataan tegas.

Mereka menekankan bahwa tindakan ini melanggar prinsip dasar menjaga nyawa dalam agama.

baca juga

Sekretaris MUI Sulsel, Muammar Bakry, menyampaikan bahwa oli merupakan zat kimia yang tidak diperuntukkan bagi manusia dalam kondisi apa pun.

“Karena oli itu bukan minuman manusia dan dipastikan berdampak buruk pada kesehatan, maka hukumnya haram,” tegas Muammar.

Menurutnya, klaim kebugaran yang muncul dalam video tidak bisa dijadikan rujukan.

Dalam pandangan agama, ia juga menjelaskan bahwa sesuatu yang bersifat merusak tubuh tidak boleh dikonsumsi, apalagi jika klaim tersebut tidak memiliki dasar ilmiah yang jelas.

Bahaya minum oli antara mitos bugar dan ancaman nyawa. [Suara.com]
Bahaya minum oli antara mitos bugar dan ancaman nyawa. [Suara.com]

Menelan "Racun Industri"

Jika di dalam video para pelakunya merasa lebih bugar, dunia medis justru melihatnya sebagai "bom waktu".

Epidemiolog dan ahli kesehatan masyarakat, Dicky Budiman, menegaskan bahwa apa yang dilakukan pria-pria tersebut sama saja dengan menelan racun industri.

“Oli mesin mengandung campuran kompleks hidrokarbon, logam berat, dan zat kimia tambahan yang bersifat toksik. Ini masuk kategori non-food grade,” kata Dicky kepada Suara.com.

Dampak yang muncul mungkin tidak langsung membunuh di tempat, namun proses perusakannya sangat mengerikan. Mulai dari iritasi akut hingga aspirasi pneumonitis.

"Ini yang bisa menyebabkan hipoksia (kekurangan oksigen), gagal napas, bahkan kematian," jelas Dicky.

Tak hanya itu, mengonsumsi oli menurut Dicky juga dapat merusak organ dalam jangka panjang. Di mana logam berat yang masuk ke aliran darah akan mengendap di ginjal dan hati, memicu kerusakan organ permanen hingga potensi kanker.

Ilusi "Stamina Mesin" dan Efek Menular

Mengapa aksi berbahaya ini justru ditiru dengan riang gembira?

Dicky menilai ini adalah contoh nyata dari pseudo-sains atau sains palsu. Ada logika sesat yang menurutnya dipercaya masyarakat.

"Kalau oli bisa bikin mesin motor yang tua jadi lancar dan kuat, maka ia bisa melakukan hal yang sama pada sendi manusia," katanya.

"Ini salah besar. Mesin motor terbuat dari baja, sementara organ manusia adalah jaringan biologis yang sangat sensitif," imbuh Dicky.

Fenomena ini semakin berbahaya karena adanya social contagion effect atau penularan sosial.

Dalam video tersebut, aksi push-up si pria tua menjadi "validasi" visual bagi orang di sekitarnya. Mereka melihat bukti fisik sesaat tanpa memahami kerusakan internal yang sedang terjadi.

Lemahnya literasi kesehatan menurut Dicky membuat testimoni pribadi, seperti "badan terasa bugar" lebih dipercaya daripada penjelasan medis.

Padahal, rasa nyaman sesaat itu bisa jadi merupakan reaksi kimia tertentu yang menekan saraf pusat, sementara organ dalam mulai mengalami keracunan.

Fenomena minum kopi yang viral di media sosial ini menurut Dicky sebuah peringatan keras. Di mana komunikasi risiko kesehatan di masyarakat terbukti masih lemah, kalah cepat dengan narasi viral yang menyesatkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Fraksi PSI DPRD DKI Soroti Potensi Komersialisasi Air dan 'Pasar Tawanan' di Jakarta

Fraksi PSI DPRD DKI Soroti Potensi Komersialisasi Air dan 'Pasar Tawanan' di Jakarta

News | Senin, 13 April 2026 | 13:36 WIB

Sentil Pemprov DKI Soal Preman Tanah Abang, Kevin Wu: Jangan Baru Gerak Kalau Sudah Viral!

Sentil Pemprov DKI Soal Preman Tanah Abang, Kevin Wu: Jangan Baru Gerak Kalau Sudah Viral!

News | Minggu, 12 April 2026 | 15:45 WIB

Viral Aksi Nyeleneh Pria Pakai Baju Muslim Minum Oli Mesin di Makassar, MUI Sulsel: Itu Haram!

Viral Aksi Nyeleneh Pria Pakai Baju Muslim Minum Oli Mesin di Makassar, MUI Sulsel: Itu Haram!

News | Rabu, 08 April 2026 | 07:04 WIB

Terkini

50 Nama Username TikTok Aesthetic yang Keren dan Berkelas

50 Nama Username TikTok Aesthetic yang Keren dan Berkelas

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 12:35 WIB

5 Produk Skincare Terbaik untuk Flek Hitam agar Wajah Lebih Cerah

5 Produk Skincare Terbaik untuk Flek Hitam agar Wajah Lebih Cerah

Lifestyle | Sabtu, 12 September 2026 | 12:35 WIB

Gengsi di Atas Fungsi, Mengapa Kita Terobsesi dengan iPhone?

Gengsi di Atas Fungsi, Mengapa Kita Terobsesi dengan iPhone?

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 12:30 WIB

Spesifikasi dan Harga GWM Wey G9 Hi4 untuk Pasar Indonesia

Spesifikasi dan Harga GWM Wey G9 Hi4 untuk Pasar Indonesia

Otomotif | Sabtu, 12 September 2026 | 12:30 WIB

Bule Geber Motor Depan Dirjen Imigrasi, Ketahuan Overstay Akhirnya Dideportasi dari Bali

Bule Geber Motor Depan Dirjen Imigrasi, Ketahuan Overstay Akhirnya Dideportasi dari Bali

Bali | Sabtu, 12 September 2026 | 12:24 WIB

Anti-Kilap Seharian! 4 Sunscreen SPF 50 Matte Finish untuk Kulit Berminyak

Anti-Kilap Seharian! 4 Sunscreen SPF 50 Matte Finish untuk Kulit Berminyak

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 12:20 WIB

Harga Pangan Nasional: Cabai Rawit Rp90 Ribu, Daging Sapi Tembus Rp152 Ribu per Kg

Harga Pangan Nasional: Cabai Rawit Rp90 Ribu, Daging Sapi Tembus Rp152 Ribu per Kg

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 12:15 WIB

Antrean Panjang BBM di Bone Picu Keributan: Adu Jotos, Ada yang Bawa Badik

Antrean Panjang BBM di Bone Picu Keributan: Adu Jotos, Ada yang Bawa Badik

Sulsel | Sabtu, 12 September 2026 | 12:04 WIB

Gaya Hidup Sehat Dion Wiyoko Jadi Inspirasi Keluarga, Kini Rutin Cek Tensi dan Jantung

Gaya Hidup Sehat Dion Wiyoko Jadi Inspirasi Keluarga, Kini Rutin Cek Tensi dan Jantung

Health | Sabtu, 12 September 2026 | 12:02 WIB

Ulasan Detective Conan: Fallen Angel of the Highway, Aksi Motor Misterius

Ulasan Detective Conan: Fallen Angel of the Highway, Aksi Motor Misterius

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 12:00 WIB

×