Perundingan Islamabad Buntu, Iran Siap Ladeni AS di Selat Hormuz

Arief Apriadi

Senin, 13 April 2026 | 13:59 WIB
Perundingan Islamabad Buntu, Iran Siap Ladeni AS di Selat Hormuz
Perundingan AS-Iran buntu. Mohammad Bagher Qalibaf tolak ancaman blokade Donald Trump di Selat Hormuz. Baca selengkapnya soal memanasnya eskalasi militer kedua negara. [Istimewa]
baca 10 detik
  • Negosiasi 21 jam antara AS dan Iran di Islamabad berakhir buntu karena Teheran menolak keras tuntutan penghentian total program nuklirnya.
  • Presiden AS Donald Trump mengancam akan memblokade Selat Hormuz dan menghancurkan setiap pasukan Iran yang berani melawan.
  • Iran merespons tegas ancaman tersebut dengan menyiagakan armada militer untuk menyerang kapal perang asing yang mendekati wilayahnya.

Suara.com - Perundingan Islamabad yang buntu antara Amerika Serikat dan Teheran kini memicu eskalasi militer baru usai Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf secara terbuka menantang ancaman blokade Donald Trump di Selat Hormuz.

Menyitat Haberler, Senin (13/4/2026), kegagalan diplomasi maraton selama 21 jam di Pakistan tersebut memaksa Garda Revolusi Iran menyiagakan armada nirawaknya untuk memantau pergerakan musuh.

Alih-alih tunduk pada tekanan militer Washington, Teheran justru menegaskan bahwa setiap kapal perang asing yang mendekat akan dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata yang memicu balasan mematikan.

Diplomasi Buntu di Pakistan

Donald Trump resmi memerintahkan blokade laut Iran setelah negosiasi damai di Islamabad menemui jalan buntu. (Gemini AI)
Donald Trump resmi memerintahkan blokade laut Iran setelah negosiasi damai di Islamabad menemui jalan buntu. (Gemini AI)

Mohammad Bagher Qalibaf, yang memimpin delegasi Iran dalam negosiasi dengan AS di ibu kota Pakistan, memberikan pernyataan tegas sekembalinya ke tanah air.

Ia menyebut pembicaraan tersebut berjalan sangat intens, serius, dan memberikan kesulitan tersendiri bagi kedua belah pihak.

Rasa saling tidak percaya mendominasi meja perundingan lantaran delegasi Iran merasa pernah diserang dua kali di tengah proses diplomasi sebelumnya.

Menyikapi ancaman Presiden AS Donald Trump soal blokade jalur laut, Qalibaf menegaskan bahwa intimidasi semacam itu sama sekali tidak berdampak pada mental rakyat Iran.

Sang Ketua Parlemen menekankan bahwa AS hanya memiliki satu jalan keluar, yakni mengambil keputusan adil yang bisa memulihkan kembali kepercayaan publik Iran.

Saling Ancam di Jalur Minyak Dunia

Qalibaf mengirimkan pesan lugas kepada Washington bahwa Teheran akan membalas logika dengan logika, dan merespons peperangan dengan peperangan nyata.

Ketegangan ini berakar dari ancaman terbaru Donald Trump yang menyatakan bahwa Angkatan Laut AS akan segera memulai proses blokade militer di Selat Hormuz.

Pemimpin Gedung Putih tersebut bahkan bersumpah akan menghancurkan ranjau-ranjau yang ditanam Iran dan mengirim siapa pun yang menembaki kapal AS ke neraka.

Merespons retorika agresif Trump, Komando Angkatan Laut Garda Revolusi Iran langsung merilis rekaman udara dari pesawat tak berawak yang memantau perairan strategis tersebut.

Mereka mengeluarkan peringatan keras bahwa setiap langkah keliru dari pihak musuh hanya akan menjebak AS ke dalam pusaran mematikan di perairan Timur Tengah.

Harga Mati Program Nuklir

Garda Revolusi Iran juga merilis pernyataan kedua yang membantah klaim pejabat musuh dengan menegaskan bahwa lalu lintas perairan sipil tetap aman dan terkendali.

Namun, mereka menggarisbawahi bahwa kehadiran kapal militer dengan dalih apa pun di wilayah tersebut akan memancing respons serangan balik yang sangat keras.

Kebuntuan negosiasi panjang ini terjadi karena AS bersikeras menyodorkan proposal sepihak yang menuntut penghentian total program nuklir Iran.

Permintaan tersebut langsung ditolak mentah-mentah oleh Teheran yang kemudian menyodorkan rancangan tawaran balasannya sendiri.

Wakil Presiden AS JD Vance mengklaim kegagalan diplomasi ini murni terjadi karena Iran menolak menerima batasan garis merah yang telah ditetapkan oleh Washington.

Jejak Kegagalan Tekanan Militer AS

Di sisi lain, media Iran melaporkan bahwa tuntutan AS yang terlalu berlebihan menjadi biang keladi runtuhnya kerangka kesepakatan bersama dalam pembicaraan tersebut.

Kementerian Luar Negeri Iran melalui pernyataan resminya memastikan bahwa negara tersebut tidak akan pernah mundur selangkah pun terkait hak berdaulat atas program nuklirnya.

Kegagalan diplomasi ini seolah mengulang hasil nihil dari pembicaraan Jenewa pada bulan Februari lalu yang berakhir tanpa solusi konkret.

Tekanan militer besar-besaran AS selama 38 hari yang menghantam lebih dari 13.000 target rupanya tetap tidak mampu memaksa pemerintahan Teheran untuk menyerah.

Berdasarkan analisis The New York Times, sejarah krisis pasokan minyak global membuktikan bahwa peperangan terbuka di Selat Hormuz akan menghancurkan 20 persen jalur energi dunia jika AS gagal menyelesaikan masalah ini di meja perundingan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Arab Saudi Tutup Pipa Minyak Utama, Pasokan Anjlok ke Level Terendah dalam 3 Dekade

Arab Saudi Tutup Pipa Minyak Utama, Pasokan Anjlok ke Level Terendah dalam 3 Dekade

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 07:53 WIB

Iran dan Negara Arab Resmi Rancang Koridor Jalur Pelayaran Baru Selat Hormuz

Iran dan Negara Arab Resmi Rancang Koridor Jalur Pelayaran Baru Selat Hormuz

News | Minggu, 13 September 2026 | 09:05 WIB

Iran Berjuang Menjadi Anggota NDB BRICS Demi Lepas dari Sanksi Amerika Serikat

Iran Berjuang Menjadi Anggota NDB BRICS Demi Lepas dari Sanksi Amerika Serikat

News | Minggu, 13 September 2026 | 08:05 WIB

Donald Trump Sebut Perang Iran Segera Berakhir Usai Pemilu AS

Donald Trump Sebut Perang Iran Segera Berakhir Usai Pemilu AS

News | Minggu, 13 September 2026 | 07:25 WIB

Minus AS, Negara Teluk Temui Iran Negosiasi Pelayaran Selat Hormuz di Oman

Minus AS, Negara Teluk Temui Iran Negosiasi Pelayaran Selat Hormuz di Oman

News | Jum'at, 11 September 2026 | 16:08 WIB

Harga Minyak Dunia Melonjak, Rupiah Mengkerut

Harga Minyak Dunia Melonjak, Rupiah Mengkerut

Bisnis | Jum'at, 11 September 2026 | 15:47 WIB

Gara-gara Yaman, Konflik AS-Iran Masuki Babak yang Jauh Lebih Mengerikan

Gara-gara Yaman, Konflik AS-Iran Masuki Babak yang Jauh Lebih Mengerikan

News | Jum'at, 11 September 2026 | 11:25 WIB

Rupiah Masih Terkoreksi, Dolar AS Terus Melejit ke Level Rp17.584

Rupiah Masih Terkoreksi, Dolar AS Terus Melejit ke Level Rp17.584

Bisnis | Jum'at, 11 September 2026 | 10:08 WIB

Harga Minyak Meroket! Tembus Level Tertinggi Baru Akibat Perang AS-Iran

Harga Minyak Meroket! Tembus Level Tertinggi Baru Akibat Perang AS-Iran

Bisnis | Jum'at, 11 September 2026 | 08:29 WIB

Perang Minyak Dimulai? Iran Dituduh Dalangi Serangan Houthi di Laut Merah

Perang Minyak Dimulai? Iran Dituduh Dalangi Serangan Houthi di Laut Merah

Bisnis | Jum'at, 11 September 2026 | 08:07 WIB

Terkini

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

News | Minggu, 13 September 2026 | 21:20 WIB

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

Sport | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 21:00 WIB

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 20:41 WIB

eK Cross EV: Mobil Listrik Murah Mitsubishi yang Harganya Mirip Wuling Air EV, Jarak Tempuh?

eK Cross EV: Mobil Listrik Murah Mitsubishi yang Harganya Mirip Wuling Air EV, Jarak Tempuh?

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 20:39 WIB

Ramalan Cinta 12 Zodiak pada 14-20 September 2026, Ada yang Dihantui Masa Lalu

Ramalan Cinta 12 Zodiak pada 14-20 September 2026, Ada yang Dihantui Masa Lalu

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 20:10 WIB

Ada Hadiah Eksklusif! Cukup Pakai Fitur BRImo Ini di Indonesia Sport Summit 2026

Ada Hadiah Eksklusif! Cukup Pakai Fitur BRImo Ini di Indonesia Sport Summit 2026

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 20:08 WIB

6 Orang Tewas dalam Insiden Kapal Virgo Transport 8, DPR Minta Evaluasi Menyeluruh

6 Orang Tewas dalam Insiden Kapal Virgo Transport 8, DPR Minta Evaluasi Menyeluruh

News | Minggu, 13 September 2026 | 20:04 WIB

×