Donald Trump: Saya Tidak Mau Paus Mengkritik Presiden Amerika Serikat

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Senin, 13 April 2026 | 14:50 WIB
Donald Trump: Saya Tidak Mau Paus Mengkritik Presiden Amerika Serikat
Donald Trump (Antara)
  • Donald Trump mengkritik tajam Paus Leo XIV karena menentang kebijakan militer Amerika Serikat.

  • Vatikan menilai serangan Trump sebagai bentuk kegagalan dalam meredam pengaruh moral kepausan.

  • Ketegangan kedua pemimpin dipicu oleh perbedaan pandangan soal nuklir Iran dan kedaulatan Venezuela.

Suara.com - Ketegangan diplomatik antara Gedung Putih dan Vatikan mencapai titik didih baru setelah munculnya kecaman terbuka.

Donald Trump secara agresif menyerang integritas Paus Leo XIV yang dianggap menghambat langkah Amerika Serikat di perang dengan Iran.

Dikutip dari CNN, perselisihan ini bukan sekadar retorika politik melainkan benturan antara kekuatan militer dan otoritas moral internasional.

Pidato Paus Leo XIV Minggu, 21 September 2025 (Vatican News)
Pidato Paus Leo XIV Minggu, 21 September 2025 (Vatican News)

Dikutip dari CNN, kritik ini mencuat seiring dengan upaya kepausan yang semakin vokal menentang eskalasi perang di Timur Tengah.

Dominasi narasi nasionalisme Amerika kini berhadapan langsung dengan visi perdamaian universal yang diusung oleh Vatikan.

Sebelumnya, Paus Leo XIV secara konsisten memperingatkan dunia tentang bahaya penggunaan kekuatan senjata pemusnah massal.

Donald Trump secara tegas menyatakan ketidaksukaannya terhadap perspektif yang dianggap melemahkan posisi tawar Amerika tersebut.

“Kita tidak suka Paus yang akan mengatakan bahwa tidak apa-apa memiliki senjata nuklir,” ujar Trump kepada wartawan.

Ia menambahkan kekhawatiran terkait pengelolaan negara yang memiliki ambisi nuklir yang dianggap bisa membahayakan stabilitas dunia.

“Dia adalah pria yang tidak berpikir bahwa kita harus bermain-main dengan negara yang menginginkan senjata nuklir agar mereka bisa meledakkan dunia,” tutur Trump.

Teguran Keras Terhadap Sosok Paus

Sentimen negatif Trump terhadap pemimpin tertinggi umat Katolik tersebut disampaikan dengan nada yang sangat personal.

Mantan pengusaha ini secara terbuka menyatakan ketidaksetujuannya terhadap figur pertama asal Amerika yang menduduki takhta suci.

“Saya bukan penggemar Paus Leo,” tegas Trump mengenai pandangannya terhadap sang pontifex.

Trump juga melontarkan tudingan melalui platform media sosialnya terkait kualitas kepemimpinan yang dimiliki oleh Paus.

“Paus Leo lemah dalam hal Kriminalitas, dan sangat buruk untuk Kebijakan Luar Negeri,” tulis Trump di Truth Social.

Paus Leo XIV sebelumnya memberikan kecaman terhadap ancaman militer yang dilepaskan AS terhadap rakyat Iran.

Otoritas Vatikan menilai bahwa retorika yang mengarah pada kehancuran sebuah peradaban adalah hal yang tidak bisa diterima.

Menanggapi penggunaan terminologi agama dalam perang, Paus menekankan bahwa sosok spiritual tidak bisa dijadikan alat pembenaran.

“Yesus adalah raja damai, yang menolak perang, yang tidak seorang pun dapat menggunakannya untuk membenarkan perang,” ungkap Paus Leo XIV.

Beliau juga menegaskan bahwa doa bagi mereka yang mengobarkan peperangan tidak akan mendapatkan tempat yang semestinya.

“Dia tidak mendengarkan doa mereka yang berperang tetapi menolak mereka,” tambah sang Paus dalam pesannya.

Kritik Terhadap Operasi Militer di Venezuela

Fokus ketegangan ini juga meluas hingga ke wilayah Amerika Selatan, khususnya terkait penggulingan kekuasaan di Venezuela.

Paus Leo XIV menyerukan agar kedaulatan rakyat dihormati pasca operasi penangkapan pemimpin Nicolas Maduro oleh pasukan Amerika.

Trump merespons dengan menyatakan bahwa pemimpin agama tidak seharusnya mengintervensi langkah-langkah politik seorang presiden.

“Saya tidak ingin Paus yang mengkritik Presiden Amerika Serikat,” ujar Trump menanggapi sikap kritis Vatikan.

Ia bahkan mengklaim bahwa pemilihan Paus Leo XIV hanyalah sebuah strategi politik gereja untuk menghadapi dirinya.

Pihak resmi Vatikan melalui Fr. Antonio Spadaro melihat serangan Trump sebagai bentuk ketidakberdayaan dalam menghadapi suara moral.

Menurut Spadaro, Trump berusaha menyeret Paus ke dalam pola komunikasi yang didasarkan pada kekuatan dan keamanan semata.

“Trump tidak mendebat Leo: dia memohon kepadanya untuk mundur ke dalam bahasa yang dapat dia kuasai,” tulis Spadaro di platform X.

Ia menilai bahwa Paus Leo XIV menggunakan tata bahasa yang melampaui kepentingan nasional suatu negara tertentu.

“Tetapi Paus berbicara dengan bahasa lain, bahasa yang menolak untuk direduksi menjadi tata bahasa kekuatan, keamanan, dan kepentingan nasional,” tegas Spadaro.

Kekuatan Moral di Tengah Isu Global

Kehadiran Paus Leo XIV di panggung internasional dianggap sebagai ancaman bagi dominasi narasi politik yang agresif.

Vatikan menekankan bahwa perdamaian yang langgeng hanya bisa dicapai melalui dialog yang jujur dan rasa keadilan.

“Komitmen untuk membangun dunia yang lebih aman dan bebas dari ancaman nuklir harus diupayakan melalui pertemuan yang saling menghormati dan dialog yang tulus,” kata Paus.

Upaya ini ditujukan untuk membangun persaudaraan dan kebaikan bersama di tengah ancaman serangan terhadap situs nuklir.

“Untuk membangun perdamaian abadi, yang didasarkan pada keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama,” pungkas sang Paus.

Konflik ini bermula dari perbedaan tajam antara kebijakan luar negeri pemerintahan Trump yang agresif dengan prinsip kemanusiaan Vatikan.

Ketegangan meningkat saat AS mengancam akan menghancurkan peradaban Iran sebelum gencatan senjata dua minggu tercapai.

Di sisi lain, Paus Leo XIV, sebagai Paus asal Amerika pertama, memiliki pengaruh besar terhadap pemilih Katolik moderat di AS.

Perselisihan ini juga mencakup isu migrasi dan intervensi militer di Venezuela yang semakin menjauhkan hubungan kedua pemimpin tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Klaim Donald Trump: Sejumlah Negara di Kawasan Teluk Persia Bantu AS Blokade Selat Hormuz

Klaim Donald Trump: Sejumlah Negara di Kawasan Teluk Persia Bantu AS Blokade Selat Hormuz

News | Senin, 13 April 2026 | 14:31 WIB

Perundingan Islamabad Buntu, Iran Siap Ladeni AS di Selat Hormuz

Perundingan Islamabad Buntu, Iran Siap Ladeni AS di Selat Hormuz

News | Senin, 13 April 2026 | 13:59 WIB

Panas! Militer Amerika Serikat Buru Kapal Pembayar Upeti Iran di Selat Hormuz

Panas! Militer Amerika Serikat Buru Kapal Pembayar Upeti Iran di Selat Hormuz

News | Senin, 13 April 2026 | 12:31 WIB

Terkini

Aksi Foto Arteria Dahlan di Tikungan Sintinjau Lauik Disorot, Polda Sumbar: Antrean Hanya 1 Menit

Aksi Foto Arteria Dahlan di Tikungan Sintinjau Lauik Disorot, Polda Sumbar: Antrean Hanya 1 Menit

News | Senin, 13 April 2026 | 14:48 WIB

Klaim Donald Trump: Sejumlah Negara di Kawasan Teluk Persia Bantu AS Blokade Selat Hormuz

Klaim Donald Trump: Sejumlah Negara di Kawasan Teluk Persia Bantu AS Blokade Selat Hormuz

News | Senin, 13 April 2026 | 14:31 WIB

Panas Sengketa Lahan di Menteng, Temasra Jaya Somasi Mabes TNI, Ancam Lapor ke Puspom

Panas Sengketa Lahan di Menteng, Temasra Jaya Somasi Mabes TNI, Ancam Lapor ke Puspom

News | Senin, 13 April 2026 | 14:27 WIB

Lampu Hijau RUU BPIP: Surpres Sudah Terbit, Kapan Mulai Dibahas?

Lampu Hijau RUU BPIP: Surpres Sudah Terbit, Kapan Mulai Dibahas?

News | Senin, 13 April 2026 | 14:22 WIB

3 Cara AS Blokade Selat Hormuz, Nomor 2 Bisa Picu Rusia dan China Ikut Perang Terbuka

3 Cara AS Blokade Selat Hormuz, Nomor 2 Bisa Picu Rusia dan China Ikut Perang Terbuka

News | Senin, 13 April 2026 | 14:19 WIB

Rakitan Rasa Pabrik! Ki Bedil Maestro Senpi Ilegal Ternyata Jebolan Cipacing

Rakitan Rasa Pabrik! Ki Bedil Maestro Senpi Ilegal Ternyata Jebolan Cipacing

News | Senin, 13 April 2026 | 14:09 WIB

Respons Seskab Teddy, Arifki Sebut Fenomena Inflasi Pengamat Jadi Cermin Oposisi Mandul

Respons Seskab Teddy, Arifki Sebut Fenomena Inflasi Pengamat Jadi Cermin Oposisi Mandul

News | Senin, 13 April 2026 | 14:08 WIB

Alasan Tak Terduga Inggris Ogah Ikut Gerbong Trump Blokade Selat Hormuz

Alasan Tak Terduga Inggris Ogah Ikut Gerbong Trump Blokade Selat Hormuz

News | Senin, 13 April 2026 | 14:06 WIB

Iran Bongkar Taktik Licik AS di Islamabad, Kesepakatan Damai Gagal di Detik Terakhir

Iran Bongkar Taktik Licik AS di Islamabad, Kesepakatan Damai Gagal di Detik Terakhir

News | Senin, 13 April 2026 | 14:01 WIB

RDP DPR-BPIP Diwarnai Candaan, Willy Aditya Singgung Merger NasDem-Gerindra

RDP DPR-BPIP Diwarnai Candaan, Willy Aditya Singgung Merger NasDem-Gerindra

News | Senin, 13 April 2026 | 13:59 WIB