Prabowo Temui Putin di Tengah Krisis Global, Pakar: Langkah Krusial Amankan Energi RI

Vania Rossa, Hiskia Andika Weadcaksana

Senin, 13 April 2026 | 15:39 WIB
Prabowo Temui Putin di Tengah Krisis Global, Pakar: Langkah Krusial Amankan Energi RI
Presiden RI Prabowo Subianto (kiri) bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin, Moskow, Rusia, Rabu (10/12/2025). ANTARA/HO-Youtube Sekretariat Presiden/aa.
baca 10 detik
  • Presiden Prabowo Subianto menemui Presiden Vladimir Putin di Rusia untuk memperkuat ketahanan energi nasional Indonesia di tengah ketidakpastian global.
  • Kunjungan ini merupakan langkah diversifikasi mitra strategis untuk menjaga kebijakan luar negeri bebas-aktif tanpa condong ke arah Barat.
  • Pemerintah perlu menerapkan strategi keseimbangan terukur agar kerja sama energi berjalan substantif tanpa memicu konflik diplomatik dengan negara Barat.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto melakukan langkah diplomasi strategis dengan menemui Presiden Rusia Vladimir Putin di tengah ketidakpastian geopolitik dunia. Kunjungan kenegaraan ini dinilai sebagai upaya nyata Indonesia untuk menjaga stabilitas energi nasional yang sedang terancam akibat gejolak global.

Guru Besar Departemen Hubungan Internasional Fisipol UGM, Nur Rachmat Yuliantoro, menilai langkah yang dilakukan Presiden Prabowo ini sangat krusial.

"Kunjungan Prabowo Subianto ke Rusia dan pertemuannya dengan Vladimir Putin memiliki nilai signifikan yang strategis di tengah ketidakpastian geopolitik dan gonjang-ganjing ketersediaan energi global," kata Rachmat saat dihubungi Suara.com, Senin (13/4/2026).

Menurut Rachmat, manuver ini merupakan respons atas kebutuhan mendesak untuk memperluas jangkauan kerja sama Indonesia di kancah internasional. 

"Terlepas dari kritik bahwa Prabowo sering sekali bepergian ke luar negeri di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang ia canangkan, Indonesia perlu melakukan diversifikasi mitra untuk menjaga ketahanan energi sekaligus memastikan kebijakan luar negeri bebas-aktif," tegasnya.

Di sisi lain, ia menyoroti adanya persepsi internasional yang melihat posisi Indonesia mulai cenderung ke satu arah. Hal ini sempat kemudian menimbulkan keraguan pada Rusia mengenai integritas prinsip diplomasi Indonesia.

"Tapi, belakangan ini banyak pihak menilai bahwa Indonesia semakin condong ke Barat, membuat Rusia tidak yakin akan konsistensi bebas-aktif sebagai sebuah prinsip dan praktik," tuturnya.

Menghadapi situasi tersebut, Rachmat menyarankan agar Indonesia mengedepankan pendekatan yang lebih cair dalam diplomasinya. 

"Dengan aktor mana pun, Indonesia mungkin lebih baik berinteraksi atas dasar pragmatisme berbasis isu, bukan keberpihakan struktural," ucapnya.

baca juga

Ditekankan Rachmat bahwa kunjungan ke Moskow tidak serta-merta mengubah arah kompas politik luar negeri Indonesia. Melainkan hubungan ini harus dipandang sebagai penambah kekuatan dalam portofolio energi nasional, bukan sebagai poros baru.

"Kunjungan Prabowo tidak otomatis menandakan pergeseran kebijakan luar negeri ke Rusia. Sekali lagi, kunjungan ini lebih tepat dibaca sebagai upaya diversifikasi mitra, di mana Rusia dapat dilihat sebagai opsi tambahan, bukan pengganti utama," ungkapnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya strategi keseimbangan yang terukur atau calibrated balancing.

Hal ini dilakukan agar kepentingan ekonomi tetap berjalan tanpa memicu konflik diplomatik dengan negara-negara Barat yang menjadi mitra lama Indonesia.

"Yang jelas, dalam hubungan dengan Rusia, Indonesia perlu memastikan 'calibrated balancing', menjaga kerja sama ekonomi-pragmatis dengan Rusia, tanpa melanggar batas isu yang sensitif bagi Barat," tandasnya.

Apalagi transaksi minyak Rusia, kata Rachmat, ibarat berjalan di atas tali tipis yang mengharuskan Indonesia patuh pada aturan main global.

"Indonesia relatif aman membeli minyak Rusia jika tidak melibatkan entitas tertentu yang disanksi oleh Barat, tidak memakai dolar untuk transaksi tertentu, dan mengikuti mekanisme yang telah ditentukan dalam hal harga," ujarnya.

Pada akhirnya, ia mengakui bahwa ruang gerak Indonesia memang terbatas oleh konstelasi politik dunia. Namun, transparansi menjadi kunci utama agar kebutuhan energi dalam negeri tetap terpenuhi tanpa merusak hubungan dengan pihak mana pun.

"Memang jadinya terkesan 'dibatasi', tetapi mau tidak mau Indonesia harus mengikuti ini secara transparan sehingga Barat bisa diyakinkan bahwa ini adalah murni soal energi," imbuhnya.

Rachmat mendorong agar Presiden Prabowo memastikan bahwa pertemuan tersebut membuahkan hasil yang konkret bagi publik.

"Indonesia juga harus meyakinkan Rusia bahwa kemitraan bilateral, khususnya dalam sektor energi, harus bersifat substantif yang menguntungkan kedua pihak, bukan sekadar simbolik," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Langit Indonesia Dijual? Sjafrie Sjamsoeddin Bakal Teken Akses Bebas untuk Militer AS

Langit Indonesia Dijual? Sjafrie Sjamsoeddin Bakal Teken Akses Bebas untuk Militer AS

News | Senin, 13 April 2026 | 15:28 WIB

Tiba di Moskow, Ini Agenda Prabowo Selama Kunker di Rusia

Tiba di Moskow, Ini Agenda Prabowo Selama Kunker di Rusia

News | Senin, 13 April 2026 | 13:23 WIB

Mendes Yandri Susanto Bantah Isu Dana Desa Dipotong, Sebut Kopdes Merah Putih Perkuat Ekonomi Warga

Mendes Yandri Susanto Bantah Isu Dana Desa Dipotong, Sebut Kopdes Merah Putih Perkuat Ekonomi Warga

News | Senin, 13 April 2026 | 12:41 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×