4 Jenis Ikan Belida yang Nyaris Punah Berhasil Dikonservasi di Sungai Musi

Vania Rossa

Senin, 13 April 2026 | 18:30 WIB
4 Jenis Ikan Belida yang Nyaris Punah Berhasil Dikonservasi di Sungai Musi
Ilustrasi ikan belida. (dok. program Belida Musi Lestari)
  • Upaya penyelamatan ekosistem Sungai Musi mulai menunjukkan hasil nyata.
  • Salah satu pencapaian paling signifikan datang dari keberhasilan program Belida Musi Lestari dalam mengonservasi empat jenis ikan Belida khas Sumatera Selatan yang sebelumnya berada di ambang kepunahan.
  • Ikan Belida bukan sekadar komoditas perikanan, tetapi bagian dari identitas budaya masyarakat Sumsel.

Suara.com - Upaya penyelamatan ekosistem Sungai Musi mulai menunjukkan hasil nyata. Salah satu pencapaian paling signifikan datang dari keberhasilan program Belida Musi Lestari dalam mengonservasi empat jenis ikan Belida khas Sumatera Selatan yang sebelumnya berada di ambang kepunahan.

Ikan Belida bukan sekadar komoditas perikanan, tetapi bagian dari identitas budaya masyarakat Sumsel. Selama ratusan tahun, ikan ini menjadi bahan baku utama pempek otentik. Namun, eksploitasi berlebihan dan kerusakan lingkungan membuat populasinya terus menurun drastis.

“Sungai Musi bukan hanya ikon Provinsi Sumatera Selatan, tapi juga menjadi urat nadi kehidupan, jejak sejarah dan identitas budaya masyarakat di sana. Termasuk Ikan Belida yang sudah ratusan tahun menjadi bagian jati diri warga Sumsel,” ujar Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun.

Program Belida Musi Lestari hadir sebagai respons atas krisis tersebut, dengan pendekatan yang tidak hanya fokus pada konservasi, tetapi juga pemberdayaan ekonomi masyarakat. Sejak dijalankan pada 2022 oleh Pertamina Patra Niaga Kilang Plaju, program ini mengusung konsep ekosistem perikanan berkelanjutan berbasis kemandirian.

Melalui lima pilar utama—berdikari benih, proses, pakan, produk, dan pengetahuan—program ini membangun sistem dari hulu ke hilir. Pendekatan ini memungkinkan masyarakat tidak lagi bergantung pada bantuan sementara, melainkan memiliki kapasitas untuk mengelola sumber daya secara mandiri.

Hasilnya mulai terasa. Selain berhasil menjaga keberlangsungan empat spesies ikan Belida, program ini juga membentuk 30 sentra perikanan terintegrasi yang menjadi motor penggerak ekonomi lokal.

Dampak ekonominya pun signifikan. Program ini melibatkan 307 jiwa dari delapan kelompok rentan, dengan lonjakan nilai penjualan ikan hingga 809 persen atau sekitar Rp750 juta. Kondisi yang sebelumnya ditandai dengan fenomena “gulung waring”—kegagalan usaha perikanan—perlahan berbalik menjadi peluang pertumbuhan.

Di sisi lingkungan, inovasi juga dilakukan dengan mengolah 36 ton sampah makanan menjadi pakan ikan. Langkah ini tidak hanya menekan biaya produksi, tetapi juga membantu mengurangi limbah di sekitar sungai.

“Program ini tidak memberikan bantuan instan yang bersifat sementara, melainkan membangun sistem yang mandiri dari hulu hingga ke hilir. Hasilnya pun nyata,” jelas Roberth.

Keberhasilan ini turut diperkuat dengan pembentukan pusat pembelajaran masyarakat yang menyediakan 18 kelas edukasi perikanan. Upaya ini memastikan transfer pengetahuan berjalan berkelanjutan dan bisa diwariskan ke generasi berikutnya.

Tak hanya berdampak secara langsung, program ini juga mendapat apresiasi tinggi dari masyarakat. Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) tercatat mencapai 98,26 persen, sementara skor Exit Readiness & Sustainability berada di angka 81,77—menunjukkan kesiapan masyarakat untuk melanjutkan program secara mandiri.

“Program Belida Musi Lestari adalah bukti nyata bahwa kerusakan lingkungan dapat diatasi melalui kolaborasi dan inovasi. Dengan menyatukan aspek konservasi Ikan Belida dan pemberdayaan ekonomi berbasis kemandirian, program ini tidak hanya menyelamatkan ekosistem Sungai Musi, tetapi juga membangun benteng ketahanan ekonomi masyarakat lokal,” tutup Roberth.

Keberhasilan menghidupkan kembali ikan Belida menjadi penanda bahwa upaya konservasi yang terintegrasi dengan pemberdayaan ekonomi bisa berjalan beriringan—dan memberi dampak nyata, baik bagi lingkungan maupun kehidupan masyarakat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Naga Purba ke Jepang: Diplomasi Hijau dan Misi Penyelamatan Komodo

Naga Purba ke Jepang: Diplomasi Hijau dan Misi Penyelamatan Komodo

Your Say | Kamis, 09 April 2026 | 20:25 WIB

Suara dari Sungai Ciliwung: Ketika Warga Menggantikan Peran Negara

Suara dari Sungai Ciliwung: Ketika Warga Menggantikan Peran Negara

Your Say | Jum'at, 03 April 2026 | 19:15 WIB

Prabowo Berikan 90.000 Hektare Izin Pemanfaatan Hutan untuk Konservasi Gajah Sumatra

Prabowo Berikan 90.000 Hektare Izin Pemanfaatan Hutan untuk Konservasi Gajah Sumatra

News | Jum'at, 13 Maret 2026 | 09:00 WIB

Terkini

Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila

Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 20:55 WIB

3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo

3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 19:29 WIB

Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa

Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:45 WIB

Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya

Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:19 WIB

Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara

Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:53 WIB

Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif

Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:44 WIB

Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?

Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:35 WIB

Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT

Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:10 WIB

Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi

Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:05 WIB

HLUN 2026 Momentum Wujudkan Lansia Tangguh Menuju Indonesia Emas

HLUN 2026 Momentum Wujudkan Lansia Tangguh Menuju Indonesia Emas

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:04 WIB