- Menko Muhaimin Iskandar mendorong penguatan kelembagaan koperasi di Jakarta pada 13 April 2026 untuk memenangkan persaingan pasar global.
- Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih ditargetkan menjadi motor penggerak ekonomi nasional untuk mencapai kemandirian pangan serta energi.
- Menteri Koperasi menetapkan koperasi sebagai penyalur kebutuhan pokok dan penyerap hasil produksi masyarakat guna menekan angka kemiskinan ekstrem.
Suara.com - Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menegaskan pentingnya penguatan kelembagaan koperasi agar mampu bersaing di tengah dinamika pasar global yang dinilai sedang mengalami kebuntuan.
“Kelembagaan koperasi di mana pun harus siap bersaing di tengah pasar yang menantang dan sangat menjanjikan untuk kita isi di tengah persaingan dan kebuntuan global itu. Maka koperasi punya peluang untuk mengisi potensi ekonomi nasional sendiri,” ujar Cak Imin usai audiensi dengan menteri koperasi di Jakarta, Senin (13/4/2026).
Ia menambahkan, seluruh koperasi, terutama Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih, diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi nasional. Menurutnya, koperasi harus mampu memperkuat kemandirian bangsa melalui produksi dan pemenuhan kebutuhan dalam negeri.
“Semua koperasi, terutama Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih, harus menjadi kekuatan menggerakkan ekonomi agar kita siap menjadi bangsa yang berdiri di atas kaki sendiri, memproduksi sendiri (pangan), memenuhi pasar kita sendiri secara mandiri,” katanya.
Cak Imin juga menekankan bahwa penguatan koperasi sejalan dengan target pemerintah dalam mencapai swasembada pangan, kemandirian pangan, serta kemandirian energi. Ia menyebut koperasi harus menjadi bagian integral dalam pencapaian tujuan tersebut.
Sementara itu, Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyampaikan bahwa arahan dari Menko Pemberdayaan Masyarakat menempatkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai instrumen penting dalam distribusi dan penyerapan hasil produksi masyarakat.
“Keinginan dari Pak Menko supaya Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih ini menjadi sukses dan bisa menjadi instrumen penting, yang pertama akan menjadi tempat untuk menyalurkan barang-barang, baik barang bersubsidi maupun kebutuhan pokok sehari-hari,” ujarnya.
Selain itu, koperasi juga diarahkan berperan sebagai off-taker atau penyerap hasil produksi masyarakat desa dan kelurahan, mulai dari sektor pangan, peternakan, hortikultura, hingga kerajinan.
“Yang terpenting adalah sebagai off-taker atau instrumen untuk menyerap seluruh hasil produk masyarakat di desa dan kelurahan, apakah itu tanaman pangan, peternakan, hortikultura, buah-buahan, sayuran, kerajinan, dan lain sebagainya,” kata Ferry.
Ia menambahkan, koperasi juga diharapkan menjadi salah satu instrumen untuk mengatasi kemiskinan, seiring dengan target pemerintah menekan angka kemiskinan ekstrem hingga nol pada tahun ini.