3 Poin Utama Perjanjian Militer AS-Indonesia, Disepakati Menhan Sjafrie dan Hegseth

M Nurhadi | Suara.com

Selasa, 14 April 2026 | 06:42 WIB
3 Poin Utama Perjanjian Militer AS-Indonesia, Disepakati Menhan Sjafrie dan Hegseth
Menhan RI Sjafrie Sjamsudin dan Menteri Perang AS Pete Hegseth [via SecWar]
  • Menteri Pertahanan RI dan AS menyepakati Kemitraan Kerja Sama Pertahanan Utama di Pentagon pada 13 April 2026.
  • Kerja sama ini mencakup modernisasi organisasi, pendidikan militer profesional, serta ekspansi latihan militer untuk stabilitas regional.
  • Pemerintah menegaskan bahwa pembahasan akses ruang udara bagi militer AS saat ini masih dalam tahap pengkajian.

Suara.com - Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin, melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Pertahanan (Secretary of Defense) AS, Pete Hegseth, di Gedung Pentagon pada Senin (13/4/2026) waktu setempat.

Pertemuan tingkat tinggi ini secara resmi menetapkan pembentukan Major Defense Cooperation Partnership atau Kemitraan Kerja Sama Pertahanan Utama antara kedua negara.

Kesepakatan ini dipandang sebagai langkah krusial dalam mempererat sinergi militer serta menjaga keseimbangan dan stabilitas di kawasan Indo-Pasifik.

Dalam keterangannya, Hegseth menyatakan bahwa Indonesia merupakan mitra strategis yang memiliki peran vital dalam peta keamanan global Amerika Serikat.

“Kunjungan ini menunjukkan pentingnya hubungan keamanan kita yang terus aktif dan berkembang dengan Indonesia,” tegas Hegseth sebagaimana dirilis oleh Departemen Pertahanan AS pada Selasa (14/4/2026).

Salah satu bukti kuatnya kedekatan militer kedua negara tercermin dari aktivitas di lapangan.

Hegseth mengungkapkan bahwa Indonesia dan Amerika Serikat telah melaksanakan lebih dari 170 agenda latihan militer bersama setiap tahunnya.

Frekuensi latihan yang tinggi ini menunjukkan tingkat kepercayaan dan interoperabilitas yang sudah terbangun kokoh di antara kedua angkatan bersenjata selama bertahun-tahun.

Tiga Pilar Utama Kemitraan Strategis

Kerangka kerja sama baru ini tidak hanya bersifat seremonial, melainkan bertumpu pada tiga fondasi utama yang dirancang untuk memperkuat kapabilitas pertahanan Indonesia sekaligus posisi tawar regional:

  1. Modernisasi Organisasi & Kapasitas: Fokus pada penguatan struktur organisasi militer dan pengembangan kapasitas alutsista serta personel.
  2. Edukasi Militer Profesional: Peningkatan standar pelatihan serta program pendidikan militer tingkat lanjut bagi para perwira dan prajurit.
  3. Ekspansi Operasional: Perluasan cakupan latihan bersama di berbagai medan (darat, laut, udara) serta penguatan kerja sama teknis di level operasional.

Menurut Pete Hegseth, implementasi dari ketiga pilar ini akan berfungsi sebagai instrumen pencegahan (deterrence) terhadap potensi ancaman di kawasan.

Baik Hegseth maupun Sjafrie Sjamsoeddin tidak menyinggung perihal isu pembebasan akses militer AS di wilayah udara Indonesia.

Sebelumnya, pada Senin (13/4/2026), pihak Kemenhan menyatakan bahwa pembicaraan mengenai usulan tersebut memang sedang berlangsung antara Jakarta dan Washington, namun hingga saat ini belum ada kesepakatan final yang dicapai.

Klarifikasi ini muncul menyusul laporan sejumlah media internasional pada Minggu kemarin yang menyebutkan bahwa AS sedang mengupayakan "akses bermalam menyeluruh" (blanket overflight access) bagi armada udara militernya melalui ruang udara Indonesia.

Laporan tersebut bahkan mengeklaim bahwa Presiden RI Prabowo Subianto telah memberikan persetujuannya terhadap proposal strategis tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemhan Luruskan Kabar 'Akses Udara Tanpa Izin' Militer AS: Itu Masih Pembahasan, Jangan Terprovokasi

Kemhan Luruskan Kabar 'Akses Udara Tanpa Izin' Militer AS: Itu Masih Pembahasan, Jangan Terprovokasi

News | Senin, 13 April 2026 | 21:06 WIB

Donald Trump Peringatkan China soal Pasokan Senjata ke Iran

Donald Trump Peringatkan China soal Pasokan Senjata ke Iran

Video | Senin, 13 April 2026 | 18:35 WIB

Perundingan AS - Iran di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan

Perundingan AS - Iran di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan

Video | Senin, 13 April 2026 | 16:20 WIB

Dokumen Bocor! Menhan Sjafrie Teken Perjanjian Akses Udara Tanpa Izin di Washington?

Dokumen Bocor! Menhan Sjafrie Teken Perjanjian Akses Udara Tanpa Izin di Washington?

News | Senin, 13 April 2026 | 16:19 WIB

Soal Isu Izin Terbang Militer AS di Wilayah Udara RI, DPR Minta Pemerintah Buka-Bukaan

Soal Isu Izin Terbang Militer AS di Wilayah Udara RI, DPR Minta Pemerintah Buka-Bukaan

News | Senin, 13 April 2026 | 16:18 WIB

Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI

Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI

News | Senin, 13 April 2026 | 15:47 WIB

Terkini

Dirjen Imigrasi Copot Pejabat Terkait Pungli Batam, Buka Peluang Proses Pidana

Dirjen Imigrasi Copot Pejabat Terkait Pungli Batam, Buka Peluang Proses Pidana

News | Senin, 13 April 2026 | 23:00 WIB

Formappi Soal Permintaan RDPU Kasus Korupsi Minyak Mentah: Komisi III Bukan Tempat Uji Hukum!

Formappi Soal Permintaan RDPU Kasus Korupsi Minyak Mentah: Komisi III Bukan Tempat Uji Hukum!

News | Senin, 13 April 2026 | 22:48 WIB

Cak Imin Dorong Koperasi Merah Putih Siap Bersaing di Tengah Kebuntuan Global

Cak Imin Dorong Koperasi Merah Putih Siap Bersaing di Tengah Kebuntuan Global

News | Senin, 13 April 2026 | 22:30 WIB

Survei Poltracking: Kepercayaan Publik pada Prabowo-Gibran Tembus 75,1 Persen

Survei Poltracking: Kepercayaan Publik pada Prabowo-Gibran Tembus 75,1 Persen

News | Senin, 13 April 2026 | 22:11 WIB

Golkar Bukan Milik Satu Keluarga! Bahlil Ingatkan Kader Tak Saling Singkirkan karena Beda Pilihan

Golkar Bukan Milik Satu Keluarga! Bahlil Ingatkan Kader Tak Saling Singkirkan karena Beda Pilihan

News | Senin, 13 April 2026 | 22:05 WIB

MKD DPR Panggil Aboe Bakar Besok Soal Isu Ulama Madura di Pusaran Narkoba

MKD DPR Panggil Aboe Bakar Besok Soal Isu Ulama Madura di Pusaran Narkoba

News | Senin, 13 April 2026 | 21:30 WIB

Kemhan Luruskan Kabar 'Akses Udara Tanpa Izin' Militer AS: Itu Masih Pembahasan, Jangan Terprovokasi

Kemhan Luruskan Kabar 'Akses Udara Tanpa Izin' Militer AS: Itu Masih Pembahasan, Jangan Terprovokasi

News | Senin, 13 April 2026 | 21:06 WIB

Mendagri Tegaskan Dana Otsus dan Dana Keistimewaan Harus Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat

Mendagri Tegaskan Dana Otsus dan Dana Keistimewaan Harus Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat

News | Senin, 13 April 2026 | 20:54 WIB

Mendagri Pastikan Pengawasan Diperketat, Pemanfaatan Dana Otsus Lebih Optimal

Mendagri Pastikan Pengawasan Diperketat, Pemanfaatan Dana Otsus Lebih Optimal

News | Senin, 13 April 2026 | 20:47 WIB

Diplomasi 'Sahabat' di Kremlin: Putin Puji Prabowo, Indonesia Tancap Gas Perkuat Ekonomi dan Energi

Diplomasi 'Sahabat' di Kremlin: Putin Puji Prabowo, Indonesia Tancap Gas Perkuat Ekonomi dan Energi

News | Senin, 13 April 2026 | 20:39 WIB