Ketika Tuhan Dihina, Klimaks Blunder Gambar Yesus Donald Trump

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 14 April 2026 | 09:52 WIB
Ketika Tuhan Dihina, Klimaks Blunder Gambar Yesus Donald Trump
Foto Yesus Donald Trump (AI)
baca 10 detik
  • Donald Trump menghapus foto AI yang dianggap menyerupai Yesus untuk menghindari kebingungan masyarakat.

  • Aktivis Kristen dan tokoh konservatif mengecam penggunaan simbol agama dalam konten digital politik.

  • Trump membela diri dengan mengklaim gambar tersebut menggambarkan dirinya sebagai seorang dokter profesional.

Reaksi keras segera bermunculan dari tokoh-tokoh yang selama ini dikenal memiliki hubungan dekat dengan lingkaran kekuasaan Trump.

Aktivis Kristen terkemuka, Sean Feucht, secara terbuka meminta agar konten tersebut segera dihilangkan dari ruang publik digital karena dianggap tidak pantas.

"Ini harus segera dihapus," tulis Sean Feucht, seorang aktivis Kristen yang sedang mempersiapkan rangkaian acara berbasis iman untuk memperingati HUT ke-250 Deklarasi Kemerdekaan AS tahun ini.

"Tidak ada konteks apa pun di mana hal ini bisa diterima," tambahnya dengan nada tegas.

Sentimen serupa juga diungkapkan oleh Riley Gaines yang menekankan bahwa nilai-nilai ketuhanan tidak boleh dijadikan bahan candaan atau simulasi digital.

"Tuhan tidak boleh diperolok," tulis Riley Gaines, seorang aktivis konservatif yang sangat menonjol di Amerika Serikat.

Kritik tajam bahkan datang dari jurnalis media keagamaan yang biasanya mendukung garis kebijakan politik sang presiden.

"Ini sudah terlalu jauh. Ini melampaui batas," tulis David Brody, seorang jurnalis dari Christian Broadcasting Network.

"Seorang pendukung dapat mendukung misinya namun tetap bisa menolak hal ini," tegas David dalam pernyataannya.

baca juga

Unggahan kontroversial ini muncul hanya berselang satu jam setelah Trump melayangkan kritik pedas terhadap pemimpin tertinggi umat Katolik, Paus Fransiskus.

Trump menyebut Paus sebagai sosok yang lemah dalam penegakan hukum dan memiliki kebijakan luar negeri yang buruk bagi kepentingan Amerika.

Kritik tersebut muncul sebagai balasan atas sikap Paus Leo XIV yang secara konsisten mengecam operasi militer Amerika Serikat di Iran.

Paus menegaskan bahwa konflik bersenjata tersebut hanya membawa kekerasan yang tidak manusiawi bagi penduduk sipil di wilayah konflik.

Meskipun mendapatkan serangan secara verbal, Paus Leo menyatakan tidak memiliki kekhawatiran terhadap tekanan politik dari pemerintahan Trump.

Paus mengungkapkan pada hari Senin bahwa ia "tidak takut" terhadap pemerintahan Trump atau "menyuarakan pesan Injil dengan lantang, yang menurut saya adalah alasan saya berada di sini".

Trump tetap pada pendiriannya saat memberikan keterangan resmi di Gedung Putih dan menolak untuk memberikan pernyataan maaf secara terbuka.

"Paus Leo mengatakan hal-hal yang salah," ucap Trump di hadapan para jurnalis yang meliput.

"Beliau sangat menentang apa yang saya lakukan terhadap Iran, dan Anda tidak boleh memiliki Iran yang nuklir. Paus Leo tidak akan senang dengan hasil akhirnya," tuturnya lagi.

Rekam Jejak Konten Kontroversial

Insiden gambar AI mirip Yesus ini menambah daftar panjang materi digital bermasalah yang pernah diunggah oleh akun media sosial resmi milik Trump.

Pada bulan Februari lalu, sebuah video bernada rasis yang menyamakan Barack dan Michelle Obama dengan kera sempat memicu kemarahan publik nasional.

Pihak Gedung Putih sempat memberikan pembelaan bahwa video tersebut hanyalah sebuah meme internet biasa yang tidak perlu ditanggapi secara berlebihan.

Namun, desakan dari para senator Partai Republik akhirnya memaksa pihak kepresidenan untuk menghapus video tersebut dari peredaran.

Seorang pejabat tinggi kemudian mengklaim bahwa unggahan rasis itu terjadi karena kesalahan teknis atau kekeliruan yang dilakukan oleh salah satu staf.

Rentetan peristiwa ini menunjukkan adanya tantangan besar dalam pengelolaan konten digital di level tertinggi pemerintahan Amerika Serikat saat ini.

Kehadiran teknologi AI yang semakin mudah diakses justru menjadi pedang bermata dua bagi strategi komunikasi politik di panggung global.

Ketegangan antara Donald Trump dan para pemimpin agama di Amerika Serikat sering kali dipicu oleh penggunaan simbol-simbol suci untuk kepentingan kampanye politik.

Penggunaan AI-generated imagery menjadi metode baru dalam memobilisasi basis pendukung, namun sering kali menabrak norma budaya dan kepercayaan yang sensitif.

Sementara itu, eskalasi konflik di Iran menjadi latar belakang geopolitik yang memperkeruh hubungan diplomatik antara Gedung Putih dan Vatikan.

Kontroversi di Truth Social ini mencerminkan dinamika antara kebebasan berekspresi di platform milik sendiri dengan tanggung jawab moral sebagai pemimpin negara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Seenaknya Blokade Selat Hormuz, Iran Sebut AS Seperti Perompak di Mata Dunia

Seenaknya Blokade Selat Hormuz, Iran Sebut AS Seperti Perompak di Mata Dunia

News | Selasa, 14 April 2026 | 09:33 WIB

Lakukan Penistaan Gegara Foto Yesus, Donald Trump Bela Diri Salahkan Media

Lakukan Penistaan Gegara Foto Yesus, Donald Trump Bela Diri Salahkan Media

News | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Iran Tertawakan Blokade AS di Selat Hormuz: Mereka akan Rindukan Harga Bensin 4 Dolar

Iran Tertawakan Blokade AS di Selat Hormuz: Mereka akan Rindukan Harga Bensin 4 Dolar

News | Selasa, 14 April 2026 | 09:23 WIB

Terkini

Pembunuh Driver Ojol di Tangerang Ditangkap! Korban Ditusuk Saat Tidur di Basecamp

Pembunuh Driver Ojol di Tangerang Ditangkap! Korban Ditusuk Saat Tidur di Basecamp

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 15:43 WIB

Bawa Koper Pink Bertuliskan BAP, Penyidik Polri Datangi Gedung Bundar Kejagung

Bawa Koper Pink Bertuliskan BAP, Penyidik Polri Datangi Gedung Bundar Kejagung

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 15:11 WIB

Cegah Intervensi Politik, KPK Diminta Turun Tangan Awasi Kasus Makan Bergizi Gratis

Cegah Intervensi Politik, KPK Diminta Turun Tangan Awasi Kasus Makan Bergizi Gratis

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 15:03 WIB

Di DPR, Menkeu Purbaya Soroti Efisiensi APBN dan Tantangan Besar Program MBG

Di DPR, Menkeu Purbaya Soroti Efisiensi APBN dan Tantangan Besar Program MBG

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:59 WIB

Koalisi Perempuan Indonesia: Transisi Energi yang Adil Harus Melibatkan Perempuan Sejak Awal

Koalisi Perempuan Indonesia: Transisi Energi yang Adil Harus Melibatkan Perempuan Sejak Awal

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:50 WIB

LPSK Tolak JC Sony Sonjaya: Dianggap Pelaku Utama dan Belum Berkomitmen Kembalikan Aset Korupsi MBG

LPSK Tolak JC Sony Sonjaya: Dianggap Pelaku Utama dan Belum Berkomitmen Kembalikan Aset Korupsi MBG

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:47 WIB

Kapolri, Jaksa Agung dan Panglima Jangan Cuma Salaman! Publik Tunggu Nyali Tuntaskan Kasus Febrie

Kapolri, Jaksa Agung dan Panglima Jangan Cuma Salaman! Publik Tunggu Nyali Tuntaskan Kasus Febrie

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:30 WIB

Penghentian Pendataan MBG oleh Kejaksaan Dipertanyakan, Diduga Ada Tarik Ulur Politik

Penghentian Pendataan MBG oleh Kejaksaan Dipertanyakan, Diduga Ada Tarik Ulur Politik

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:13 WIB

Skincare Kian Laris di TikTok Shop, BPOM Malah Temukan 9.042 Tautan Kosmetik Ilegal

Skincare Kian Laris di TikTok Shop, BPOM Malah Temukan 9.042 Tautan Kosmetik Ilegal

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:12 WIB

Jawab Kritik DPR, Menkeu Purbaya Pastikan Dana Pendidikan 20 Persen Tak Diganggu

Jawab Kritik DPR, Menkeu Purbaya Pastikan Dana Pendidikan 20 Persen Tak Diganggu

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:04 WIB

×