Perang di Mata Rakyat Israel: Terlalu Berat Bagi Saya Pikirkan Masa Depan

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 14 April 2026 | 12:26 WIB
Perang di Mata Rakyat Israel: Terlalu Berat Bagi Saya Pikirkan Masa Depan
Sentimen ketidakpuasan ini muncul setelah serangkaian serangan udara gagal melumpuhkan aset strategis lawan secara signifikan bagi keamanan domestik. (BBC)
baca 10 detik
  • Warga Israel merasa putus asa karena tujuan perang menghancurkan nuklir Iran belum tercapai sepenuhnya.

  • Data menunjukkan mayoritas warga Yahudi mendukung perang, sedangkan warga Arab memilih gencatan senjata.

  • Elektabilitas Benjamin Netanyahu terancam merosot akibat ketidakpuasan publik terhadap hasil akhir operasi militer.

Suara.com - Kekecewaan mendalam kini menyelimuti warga Israel seiring dengan ketidakpastian hasil dari kampanye militer panjang melawan otoritas Teheran.

Sentimen ketidakpuasan ini muncul setelah serangkaian serangan udara gagal melumpuhkan aset strategis lawan secara signifikan bagi keamanan domestik.

Dikutip dari BBC, masyarakat mulai mempertanyakan urgensi pengorbanan jiwa dan harta di tengah situasi keamanan yang justru terasa kembali ke titik nol.

Polisi menggunakan meriam air saat warga Israel memprotes Perdana Menteri Benjamin Netanyahu di Yerusalem, Israel, Sabtu (18/7/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/ Ammar Awad/foc/djo (REUTERS/AMMAR AWAD)
Polisi menggunakan meriam air saat warga Israel memprotes Perdana Menteri Benjamin Netanyahu di Yerusalem, Israel, Sabtu (18/7/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/ Ammar Awad/foc/djo (REUTERS/AMMAR AWAD)

Kondisi psikologis warga berada pada level terendah akibat perang yang dianggap hanya berputar dalam siklus kekerasan tanpa solusi akhir.

Angka statistik terbaru menunjukkan bahwa kepercayaan publik terhadap klaim kemenangan pemerintah mulai mengalami erosi yang cukup tajam.

Liat Zvi, seorang warga yang apartemennya hancur di Tel Aviv, mengungkapkan rasa frustrasinya terhadap situasi perang yang tak kunjung usai.

"Ini sangat menyedihkan… kita telah berperang selama dua setengah tahun dan ini terasa seperti putaran lainnya," desahnya saat melihat kerusakan rumahnya.

Tragedi kematian Mary Anne Velasquez de Vera asal Filipina menjadi simbol kerentanan sistem pertahanan udara yang selama ini dibanggakan.

Penelitian dari Universitas Ibrani Yerusalem mengonfirmasi bahwa dua pertiga penduduk sebenarnya menolak kesepakatan gencatan senjata yang ada sekarang.

baca juga

Warga meyakini bahwa bombardir besar-besaran oleh Amerika Serikat dan Israel tidak benar-benar melemahkan kekuatan militer Iran maupun proksinya.

Kegagalan Target Strategis Netanyahu

Publik merasakan adanya jurang lebar antara janji politik pemusnahan senjata nuklir dengan realitas di lapangan yang masih sangat mengancam.

Perdana menteri sebelumnya menekankan pentingnya perubahan rezim dan penghancuran total rudal balistik sebagai indikator keberhasilan operasi militer ini.

"Jika kita tidak akan memutus sponsor proksi Iran di sekitar sini, maka [gencatan senjata] itu tidak berharga," tegas Liat Zvi dengan nada skeptis.

Zvi juga menambahkan perspektif keras mengenai posisi tawar Israel di meja perundingan internasional dalam menghadapi ancaman regional tersebut.

"Anda harus datang ke meja perundingan dengan kekuatan sebesar mungkin," ujarnya merujuk pada perlunya tekanan militer yang lebih konsisten.

Data jajak pendapat mengungkap perbedaan kontras antara warga Yahudi dan minoritas Arab di Israel dalam memandang kelanjutan konfrontasi bersenjata.

Sekitar 93 persen warga Yahudi mendukung agresi terhadap Iran, sementara hanya 26 persen warga Arab yang memberikan dukungan serupa.

Kelompok minoritas Arab cenderung menginginkan penghentian kekerasan secepat mungkin guna menghindari jatuhnya korban sipil yang lebih besar di kawasan.

Perpecahan opini ini menjadi tantangan besar bagi stabilitas sosial domestik Israel yang kini sedang bersiap menghadapi kontestasi politik elektoral.

"Saya pikir mayoritas warga Israel tidak ingin pertempuran Lebanon berakhir kecuali Hizbullah menyerahkan senjata mereka," tambah Zvi menekankan pengecualian terhadap Lebanon.

Ancaman di Perbatasan Utara

Israel tetap bersikeras bahwa konflik dengan Hizbullah di perbatasan utara adalah entitas pertempuran yang berbeda dari kesepakatan dengan Iran.

Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan angka kematian warga sipil yang mengerikan akibat eskalasi serangan udara dalam beberapa waktu terakhir.

Lebih dari 350 nyawa melayang dalam operasi udara tersebut, dengan sepertiga di antaranya merupakan kelompok rentan wanita dan anak-anak.

Di sisi lain, otoritas keamanan Israel melaporkan kehilangan belasan tentara serta warga sipil akibat serangan balasan dari wilayah Lebanon.

Meskipun dialog tingkat duta besar mulai dijajaki di Washington, banyak pengamat meragukan akan adanya terobosan perdamaian dalam waktu dekat.

Konflik ini berakar dari ambisi Israel untuk menghentikan program nuklir Iran dan memutus jalur pasokan senjata bagi kelompok milisi Hizbullah.

Ketegangan mencapai puncaknya ketika serangan rudal Iran berhasil menembus barikade pertahanan dan menghantam kawasan pemukiman padat penduduk di Tel Aviv.

Perang ini juga menjadi ujian kepemimpinan bagi Benjamin Netanyahu yang posisinya kini mulai terancam oleh meningkatnya popularitas pesaing politik, Naftali Bennett.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sekutu NATO Tolak Terlibat Rencana Donald Trump untuk Blokade Selat Hormuz

Sekutu NATO Tolak Terlibat Rencana Donald Trump untuk Blokade Selat Hormuz

News | Selasa, 14 April 2026 | 12:10 WIB

Hitung-hitungan Dampak Buruk Blokade AS di Pelabuhan Iran dan Selat Hormuz

Hitung-hitungan Dampak Buruk Blokade AS di Pelabuhan Iran dan Selat Hormuz

News | Selasa, 14 April 2026 | 11:58 WIB

Intip Taktik Donald Trump Nekat Blokade Pelabuhan Iran

Intip Taktik Donald Trump Nekat Blokade Pelabuhan Iran

News | Selasa, 14 April 2026 | 11:34 WIB

Terkini

Kasih Finger Heart Sembari Senyum Lebar, Bahlil Bungkam soal Fahd A Rafiq dan Nusron Wahid

Kasih Finger Heart Sembari Senyum Lebar, Bahlil Bungkam soal Fahd A Rafiq dan Nusron Wahid

News | Rabu, 16 September 2026 | 20:48 WIB

Bedah MV Penggantine Happy Asmara: Angkat Pesona Kediri Lewat Bus Bagong hingga Jalan Dhoho

Bedah MV Penggantine Happy Asmara: Angkat Pesona Kediri Lewat Bus Bagong hingga Jalan Dhoho

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 20:42 WIB

Momen Prabowo dan Pramono Jajal Rute LRT Kelapa Gading-Manggarai

Momen Prabowo dan Pramono Jajal Rute LRT Kelapa Gading-Manggarai

Foto | Rabu, 16 September 2026 | 20:39 WIB

Persib Cetak Sejarah, Satu-satunya Klub Indonesia yang Menang di Korea Selatan

Persib Cetak Sejarah, Satu-satunya Klub Indonesia yang Menang di Korea Selatan

Jabar | Rabu, 16 September 2026 | 20:39 WIB

Bukan Cuma Rp13 Miliar, Begini Jejak Aliran Uang Kasus Korupsi Chromebook Muara Enim

Bukan Cuma Rp13 Miliar, Begini Jejak Aliran Uang Kasus Korupsi Chromebook Muara Enim

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 20:33 WIB

Pemusnahan Sabu Jaringan Internasional Senilai Rp68 Miliar di Bengkalis

Pemusnahan Sabu Jaringan Internasional Senilai Rp68 Miliar di Bengkalis

Riau | Rabu, 16 September 2026 | 20:32 WIB

Tukar Sampah dengan Air Bersih, Program SULAP Bantu Kebutuhan Warga

Tukar Sampah dengan Air Bersih, Program SULAP Bantu Kebutuhan Warga

Jakarta | Rabu, 16 September 2026 | 20:28 WIB

Boni Hargens Apresiasi Desk Ketenagakerjaan Polri untuk Lindungi Buruh

Boni Hargens Apresiasi Desk Ketenagakerjaan Polri untuk Lindungi Buruh

Jabar | Rabu, 16 September 2026 | 20:24 WIB

Tak Kapok Jadi Tersangka Korupsi Tiga Kali, Anggota DPR Minta Fahd A Rafiq Dihukum Berat

Tak Kapok Jadi Tersangka Korupsi Tiga Kali, Anggota DPR Minta Fahd A Rafiq Dihukum Berat

News | Rabu, 16 September 2026 | 20:23 WIB

Bikin Tabungan Baru Dapat Cashback Langsung dari BRI, Ini Caranya

Bikin Tabungan Baru Dapat Cashback Langsung dari BRI, Ini Caranya

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 20:14 WIB

×