Iran Desak PBB Beri Sanksi Ganti Rugi Materiil dari Bahrain Hingga Yordania

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 14 April 2026 | 15:29 WIB
Iran Desak PBB Beri Sanksi Ganti Rugi Materiil dari Bahrain Hingga Yordania
Bendera Iran (Shutterstock)
baca 10 detik
  • Iran menuntut ganti rugi materiil dari lima negara Arab akibat keterlibatan agresi militer ilegal.

  • Perwakilan Iran di PBB menegaskan serangan gabungan tersebut telah menyasar objek sipil di Teheran.

  • PBB mendorong dialog konstruktif dan gencatan senjata total untuk menjaga kebebasan navigasi internasional.

Suara.com - Pemerintah Iran secara resmi menuntut pertanggungjawaban berupa kompensasi materiil dan moral dari lima negara tetangga di kawasan Timur Tengah.

Tuntutan tegas ini muncul akibat peran aktif negara-negara tersebut dalam memfasilitasi operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel.

Dikutip dari Sputnik, Amir Saeid Iravani selaku Perwakilan Tetap Iran untuk PBB telah menyampaikan nota keberatan resmi kepada Sekretaris Jenderal PBB.

Fakta Mengejutkan tentang Iran (shutterstock)
Fakta Mengejutkan tentang Iran (shutterstock)

Langkah hukum internasional ini menyasar Bahrain, Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab (UAE), serta Yordania yang dianggap melanggar kedaulatan.

Iran menilai tindakan kelima negara tersebut telah mengabaikan prinsip hukum internasional dengan membiarkan wilayah mereka digunakan untuk agresi.

Ganti rugi yang diminta mencakup seluruh kerusakan fisik maupun kerugian non-fisik yang diderita oleh pihak Republik Islam Iran.

"Mengingat hal tersebut di atas, Kerajaan Bahrain, Kerajaan Arab Saudi, Negara Qatar, Uni Emirat Arab, dan Kerajaan Hashemite Yordania ... Harus memberikan ganti rugi penuh kepada Republik Islam Iran, termasuk kompensasi atas semua kerusakan materiil dan moral sebagai akibat dari tindakan mereka yang melanggar hukum internasional," bunyi surat Iravani.

logo PBB (Bernd Dittrich/Unsplash)
logo PBB (Bernd Dittrich/Unsplash)

Dokumen tersebut menegaskan bahwa keterlibatan negara-negara Arab ini bukan sekadar menyediakan pangkalan militer atau wilayah udara.

Iravani menyebutkan adanya keterlibatan langsung dalam beberapa fase serangan bersenjata yang bersifat ilegal dan tidak memiliki dasar hukum.

baca juga

Hal yang paling fatal adalah ketika serangan tersebut justru menyasar objek sipil yang tidak memiliki kaitan militer sama sekali.

Tuduhan Serangan Langsung Ke Objek Sipil

Iran menganggap agresi ini merupakan bentuk provokasi yang sangat berbahaya bagi stabilitas keamanan di wilayah Teluk dan sekitarnya.

Pemerintah Teheran menekankan bahwa kedaulatan wilayah udara dan darat harus dihormati oleh setiap negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Tanpa adanya kompensasi yang layak maka ketidakadilan terhadap warga sipil Iran akan terus menjadi bara konflik yang berkepanjangan.

Posisi Bahrain sebagai pemegang kursi kepresidenan bergilir Dewan Keamanan PBB pada April ini menjadi kunci strategis tuntutan tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apa Saja Efek Blokade Selat Hormuz oleh AS? Ini 5 Konsekuensinya

Apa Saja Efek Blokade Selat Hormuz oleh AS? Ini 5 Konsekuensinya

News | Selasa, 14 April 2026 | 15:17 WIB

Kapal Perang AS USS George HW Bush Bermanuver Jauh ke Afrika Demi Hindari Selat Hormuz

Kapal Perang AS USS George HW Bush Bermanuver Jauh ke Afrika Demi Hindari Selat Hormuz

News | Selasa, 14 April 2026 | 15:10 WIB

5 Fakta Hitam Itamar Ben-Gvir, Anak Buah Netanyahu yang Nodai Kesucian Al Aqsa

5 Fakta Hitam Itamar Ben-Gvir, Anak Buah Netanyahu yang Nodai Kesucian Al Aqsa

News | Selasa, 14 April 2026 | 15:03 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×