Ikhtiar Mbah Kibar Melawan Sita Bank dengan Goresan Kuas, Bukan Belas Kasihan

Vania Rossa, Hiskia Andika Weadcaksana

Rabu, 15 April 2026 | 12:34 WIB
Ikhtiar Mbah Kibar Melawan Sita Bank dengan Goresan Kuas, Bukan Belas Kasihan
Suhardiyono Kibar atau Mbah Kibar menjual lukisan karyanya untuk menyelamatkan tanah warisan yang terancam disita oleh bank. (Suara.com/Hiskia
  • Mbah Kibar, perupa asal Yogyakarta, berjuang melunasi utang bank sebesar Rp556 juta demi menyelamatkan tanah warisan keluarga.
  • Ia berusaha menjual 21 karya lukis profesionalnya secara mandiri tanpa meminta belas kasihan melalui bantuan tim pendamping.
  • Tim pendamping menginisiasi promosi lewat media sosial agar lukisan terjual sebelum batas waktu penyitaan empat bulan berakhir.

Suara.com - Di usia 76 tahun, Suhardiyono Kibar—atau yang akrab disapa Mbah Kibar—seharusnya tengah menikmati masa senja dengan tenang. Namun, takdir memaksanya untuk kembali berpacu dengan waktu. Perupa realis asal Yogyakarta ini kini sedang berjuang menyelamatkan tanah warisan keluarganya yang terancam disita bank akibat utang ratusan juta rupiah.

Menariknya, Mbah Kibar memilih jalan ksatria. Alih-alih mengemis atau meminta donasi, ia memilih tetap berdiri tegak sebagai seniman profesional: menjual karya-karya lukisannya untuk melunasi utang tersebut.

Tanggung Jawab di Atas Kanvas

Masalah ini bermula ketika pihak keluarga meminjam uang ke bank menggunakan nama Mbah Kibar beberapa waktu lalu. Nominalnya tak main-main, mencapai sekitar Rp500 juta. Ironisnya, Mbah Kibar mengaku tidak menikmati sepeser pun dari uang tersebut. Namun, ketika pembayaran tersendat dan pihak bank mulai menagih, ia memilih pasang badan.

"Saya tidak pakai uangnya, saudara yang pakai. Saya sempat kaget, tapi daripada diramaikan nanti malah wagu (tidak pantas), ya sudah, ini saya jadikan tanggung jawab saya. Saya selesaikan," ujar Mbah Kibar dengan nada legawa, Rabu (15/4/2026).

Motivasi terbesarnya adalah sebidang tanah warisan di Banguntapan, Bantul. Baginya, tanah tersebut bukan sekadar aset, melainkan identitas dan sejarah keluarga yang tak ternilai harganya.

Suhardiyono Kibar atau Mbah Kibar menjual lukisan karyanya untuk menyelamatkan tanah warisan yang terancam disita oleh bank. (Suara.com/Hiskia)
Suhardiyono Kibar atau Mbah Kibar menjual lukisan karyanya untuk menyelamatkan tanah warisan yang terancam disita oleh bank. (Suara.com/Hiskia)

Profesionalisme di Tengah Kondisi Terjepit

Meski kini tinggal sendiri di sebuah rumah di wilayah Ngemplak, Sleman—setelah sebelumnya rumahnya di Banguntapan rusak parah—Mbah Kibar tetap memegang teguh prinsipnya. Ia menawarkan deretan lukisan tokoh-tokoh besar seperti Bung Karno, Pangeran Diponegoro, hingga Gibran Rakabuming Raka yang dikerjakan dengan detail luar biasa.

"Saya ingin profesional menjual lukisan, tidak ingin dikasihani. Hidup saya dan anak-anak semuanya dari lukisan," tegasnya. Baginya, setiap rupiah yang dibayarkan ke bank haruslah berasal dari nilai estetika dan kerja kerasnya di atas kanvas.

Perjalanan ini tidaklah mudah. Kondisi kesehatan Mbah Kibar sempat menurun drastis akibat vertigo. Beruntung, ia dibantu oleh Guru Besar UGM, Prof. Ali Agus, yang memberinya tempat tinggal sementara selama dua bulan terakhir untuk fokus berkarya dan pulih.

Pahitnya Kehilangan Karya

Sebelum perjuangan ini viral, Mbah Kibar sempat mengalami kejadian pahit. Sebanyak 21 lukisannya dibawa pergi oleh oknum tak bertanggung jawab dan tidak pernah kembali. Namun, alih-alih mendendam, ia memilih fokus pada masa depan.

"Nggak apa-apa, besok kapan-kapan mesti ketemu. Saya selalu berdoa minta yang terbaik pada Tuhan. Yang penting berkarya terus," ucapnya optimistis.

Batas Waktu Empat Bulan

Atsir Mahatma Adam, perwakilan tim pendamping Mbah Kibar, menjelaskan bahwa total kewajiban ke bank saat ini telah mencapai sekitar Rp556 juta karena akumulasi bunga. Pihak bank memberikan tenggat waktu hingga Juni 2026 (empat bulan sejak Februari) untuk pelunasan.

"Kami sudah berupaya selama dua bulan melalui relasi pribadi tapi belum ada titik terang. Akhirnya kami inisiatif membuat video di media sosial dan ternyata viral," ungkap Adam.

Hingga saat ini, dukungan mulai mengalir. Beberapa tawaran mulai masuk, mulai dari kolektor hingga ajudan tokoh nasional. Tim pendamping pun tengah mempertimbangkan opsi lelang untuk mencapai angka pelunasan. Adam menegaskan bahwa timnya bergerak murni secara sukarela.

"Kami tidak akan mengambil sepeser pun dari hasil penjualan lukisan Pak Kibar. Semuanya untuk membantu beliau," tegas Adam.

Kini, Mbah Kibar terus menanti "jodoh" bagi lukisan-lukisannya. Di sela-sela goresan kuasnya, terselip doa sederhana: agar tanah warisannya kembali aman dan ia bisa melewati masa senjanya dengan damai melalui karya yang ia cintai.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

#NgobroldiMeta: Kolaborasi AMSI dan Meta untuk Jurnalisme Berkualitas

#NgobroldiMeta: Kolaborasi AMSI dan Meta untuk Jurnalisme Berkualitas

Lifestyle | Jum'at, 10 April 2026 | 11:19 WIB

Jean-Paul van Gastel Soroti Finishing PSIM Jelang Lawan PSM Makassar

Jean-Paul van Gastel Soroti Finishing PSIM Jelang Lawan PSM Makassar

Bola | Jum'at, 10 April 2026 | 10:59 WIB

PSIM Yogyakarta Dapat Kabar Gembira, Cedera Dua Pemain Asing Tunjukkan Perkembangan Positif

PSIM Yogyakarta Dapat Kabar Gembira, Cedera Dua Pemain Asing Tunjukkan Perkembangan Positif

Bola | Selasa, 07 April 2026 | 16:58 WIB

Terkini

Prabowo Akhiri Kunjungan Kenegaraan di Prancis, Bertolak Kembali ke Jakarta

Prabowo Akhiri Kunjungan Kenegaraan di Prancis, Bertolak Kembali ke Jakarta

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 23:50 WIB

Mangkir dari Pemeriksaan Gas 'Whip Pink', Influencer ZNM dan Dua Saksi Lain Dijemput Paksa Polisi

Mangkir dari Pemeriksaan Gas 'Whip Pink', Influencer ZNM dan Dua Saksi Lain Dijemput Paksa Polisi

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 23:46 WIB

Dulu Diminta Balik ke Barak, Ray Rangkuti Kritik TNI Kini 'Kepung' Ranah Sipil

Dulu Diminta Balik ke Barak, Ray Rangkuti Kritik TNI Kini 'Kepung' Ranah Sipil

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 23:10 WIB

Modus Pungli dan Titipan dalam SPMB 2026, dari Uang Bangku hingga Rekayasa Domisili

Modus Pungli dan Titipan dalam SPMB 2026, dari Uang Bangku hingga Rekayasa Domisili

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 22:46 WIB

Tragedi Jip Wisata Bromo: Rem Blong di Tikungan Letter S Wonokitri, Dua Orang Tewas

Tragedi Jip Wisata Bromo: Rem Blong di Tikungan Letter S Wonokitri, Dua Orang Tewas

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 22:38 WIB

Bahaya Gas N2O Whip Pink: Konsumen Alami Lumpuh Temporer hingga Kerusakan Saraf Tepi

Bahaya Gas N2O Whip Pink: Konsumen Alami Lumpuh Temporer hingga Kerusakan Saraf Tepi

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 22:33 WIB

Polisi Ungkap Kronologi dan Penyebab Sementara Ledakan PT MCCI Cilegon

Polisi Ungkap Kronologi dan Penyebab Sementara Ledakan PT MCCI Cilegon

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 22:26 WIB

Polemik Kurban Uang Negara: Dasar Hukum, Pandangan MUI, dan Alasan Pemerintah

Polemik Kurban Uang Negara: Dasar Hukum, Pandangan MUI, dan Alasan Pemerintah

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:32 WIB

Geger Eks Pegawai Sudin LH Jakpus Tewas Usai Diduga Lompat dari Jembatan Cawang

Geger Eks Pegawai Sudin LH Jakpus Tewas Usai Diduga Lompat dari Jembatan Cawang

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 20:33 WIB

Gen Z Lebih Berani dan Tak Kenal Takut Dibanding Generasi Orde Baru

Gen Z Lebih Berani dan Tak Kenal Takut Dibanding Generasi Orde Baru

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 20:13 WIB