- Seorang siswa menembak mati empat orang di sekolah menengah provinsi Kahramanmaras, Turki, menggunakan senjata milik ayahnya yang mantan polisi.
- Insiden tersebut menyebabkan pelaku tewas serta mengakibatkan dua puluh orang lainnya mengalami luka-luka, termasuk empat korban kondisi kritis.
- Pemerintah Turki segera membuka penyelidikan formal untuk mengungkap motif dan kronologi penembakan yang terjadi pada sekolah di Kahramanmaras tersebut.
Suara.com - Tragedi penembakan mengguncang Turki setelah seorang siswa menembak mati empat orang di sebuah sekolah menengah di provinsi Kahramanmaras.
Insiden berdarah ini menjadi penembakan sekolah kedua dalam dua hari terakhir yang memicu kepanikan publik.
Gubernur Kahramanmaras, Mukerrem Unluer, mengatakan tiga siswa dan satu guru tewas dalam serangan tersebut.
Pelaku, yang merupakan siswa kelas delapan, juga ditemukan tewas di lokasi kejadian.
“Ia menembak dirinya sendiri. Belum jelas apakah itu bunuh diri atau terjadi di tengah kekacauan,” ujar Unluer dilansir dari Aljazeera.
Menurut keterangan resmi, pelaku menggunakan senjata milik ayahnya yang merupakan mantan polisi.
Senjata tersebut disembunyikan dalam tas sebelum ia masuk ke dua ruang kelas dan menembak secara acak.
Selain korban tewas, sedikitnya 20 orang mengalami luka-luka.
Empat di antaranya dilaporkan dalam kondisi kritis dan tengah menjalani operasi intensif di rumah sakit.
Rekaman dari lokasi menunjukkan ambulans dan petugas medis dikerahkan, sementara orang tua murid terlihat panik dan menangis di luar sekolah.
Saksi mata juga melaporkan suara tembakan terdengar beruntun saat insiden berlangsung.
Kejadian ini terjadi sehari setelah penembakan lain di provinsi Sanliurfa, yang dilakukan oleh mantan siswa dan melukai 16 orang sebelum pelaku tewas dalam konfrontasi dengan polisi.
Menteri Kehakiman Turki, Akin Gurlek, menyatakan penyelidikan langsung dibuka untuk mengungkap motif dan kronologi kejadian.
“Proses hukum akan berjalan cepat dan transparan,” ujarnya.