Iran Peringatkan Kapal Perang AS yang Blokade Selat Hormuz dalam Jangkauan Rudal

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 16 April 2026 | 11:15 WIB
Iran Peringatkan Kapal Perang AS yang Blokade Selat Hormuz dalam Jangkauan Rudal
Rudal Iran (Tasnimnews)
baca 10 detik
  • Iran mengarahkan rudal ke kapal perang Amerika Serikat sebagai balasan atas blokade ekonomi laut.

  • Penasihat militer Iran mengancam akan menenggelamkan kapal induk Abraham Lincoln di Selat Hormuz.

  • Ketegangan meningkat karena kegagalan negosiasi damai dan kebijakan pembatasan ekspor minyak oleh AS.

Suara.com - Ketegangan di Selat Hormuz mencapai titik kritis setelah militer Iran mengarahkan sistem persenjataan rudal mereka secara langsung ke armada kapal perang Amerika Serikat.

Langkah provokatif ini muncul sebagai respons keras terhadap strategi blokade maritim yang dilancarkan Washington untuk melumpuhkan ekonomi Teheran melalui penghentian ekspor minyak.

Dikutip dari times of Suriname, Teheran menegaskan bahwa kehadiran militer Amerika di jalur perairan paling strategis di dunia tersebut kini berada dalam posisi yang sangat rentan.

Selat Hormuz (FOX)
Selat Hormuz (FOX)

Penasihat militer pemimpin tertinggi Iran secara terbuka menyatakan bahwa seluruh kapal perang lawan telah masuk dalam radar penguncian target serangan.

Pengerahan peluncur rudal ke titik-titik strategis di pesisir menjadi sinyal bahwa konflik terbuka dapat pecah sewaktu-waktu di kawasan Teluk.

Mohsen Rezai, penasihat militer Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, mengungkapkan kesiapan tempur pasukannya melalui sebuah rekaman video terbaru.

“Peluncur-peluncur itu kemungkinan besar telah dipindahkan oleh saudara-saudara kita dan sekarang ditujukan ke Abraham Lincoln dan semua kapal perang Amerika,” ujar Rezai.

Pernyataan ini menegaskan bahwa mobilitas unit artileri Iran telah meningkat secara signifikan sejak eskalasi blokade laut dimulai oleh pihak Amerika.

Rezai juga melontarkan peringatan keras mengenai potensi kehancuran total bagi unit angkatan laut lawan yang beroperasi di wilayah perairan tersebut.

baca juga

“Mereka semua berada di bawah peluncur kami sekarang dan kami akan menenggelamkan mereka semua. Kami tidak akan membiarkan satu pun melarikan diri dari kami,” tegasnya.

Dampak Blokade Maritim Amerika

Langkah militer Iran ini merupakan balasan langsung atas tindakan Amerika Serikat yang memulai blokade terhadap lalu lintas maritim di pelabuhan-pelabuhan Iran.

Pasukan Amerika Serikat menyatakan komitmen mereka untuk menghadang atau memutar balik setiap kapal yang berniat menuju atau meninggalkan pesisir Iran.

Kebijakan ini dirancang secara khusus oleh Washington untuk memutus aliran pendapatan utama Teheran yang bersumber dari perdagangan minyak mentah dunia.

Meskipun melakukan blokade, Amerika mengeklaim tetap mengizinkan kapal dengan tujuan negara lain untuk melintasi jalur pelayaran internasional Selat Hormuz tersebut.

Washington sangat mengandalkan kekuatan armada tempur laut mereka untuk mengendalikan akses logistik serta menekan stabilitas ekonomi pemerintah Iran secara menyeluruh.

Situasi yang memanas ini terjadi setelah para negosiator dari kedua belah pihak tidak berhasil mencapai kata sepakat dalam upaya mengakhiri peperangan.

Konflik bersenjata ini sebenarnya telah berlangsung sejak 28 Februari lalu, namun saat ini posisi kedua pihak berada dalam masa gencatan senjata.

Gencatan senjata selama dua minggu yang sedang berjalan tampak sangat rapuh seiring dengan meningkatnya aktivitas militer di sepanjang koridor Selat Hormuz.

Presiden Donald Trump sendiri memiliki agenda besar untuk memberikan tekanan ekonomi maksimal kepada Iran melalui dua sektor penggerak ekonomi yang utama.

Target utama Amerika adalah menghentikan pungutan tol yang sangat besar di Selat Hormuz serta menghapus pendapatan Iran dari penjualan minyak mentah.

Tuduhan Pembajakan dan Respon Kawasan

Dalam wawancaranya dengan Fox News, Trump menegaskan bahwa pihaknya tidak akan membiarkan Iran meraih keuntungan finansial dari perdagangan minyak secara sepihak.

Trump menyatakan tujuannya adalah menerapkan kebijakan akses yang ketat bagi saluran pengiriman krusial tersebut guna memastikan kepentingan keamanan nasional Amerika Serikat.

Pemerintah Iran bereaksi keras dengan melabeli tindakan blokade laut yang dilakukan oleh militer Amerika Serikat sebagai aksi pembajakan internasional.

Teheran juga memberikan peringatan bahwa mereka akan melakukan aksi balasan serupa dengan menargetkan pelabuhan-pelabuhan di negara-negara sekitar Teluk Arab.

Ancaman ini memperluas risiko konflik yang semula bersifat bilateral menjadi potensi krisis keamanan regional yang melibatkan banyak negara di Timur Tengah.

Krisis ini berakar dari perselisihan panjang mengenai kendali atas Selat Hormuz, yang merupakan jalur distribusi energi global paling vital di dunia.

Perselisihan memuncak setelah serangkaian serangan udara yang melibatkan pihak Amerika Serikat dan Israel, yang kemudian dibalas Iran dengan menutup akses selat.

Gagalnya diplomasi baru-baru ini memperparah ketidakpastian keamanan, sementara blokade ekonomi yang dilakukan AS dianggap Iran sebagai tindakan perang terbuka secara finansial.

Dunia kini menyoroti apakah gencatan senjata yang tersisa mampu mencegah konfrontasi langsung antara peluncur rudal Iran dan kapal induk Amerika Serikat.

Ketidakstabilan di kawasan ini diprediksi akan memicu lonjakan harga komoditas energi global jika eskalasi militer di Selat Hormuz benar-benar meledak menjadi pertempuran.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Rudal Iran! Warga Israel Kocar-kacir Diserang Hewan Kecil yang Diistimewakan Alquran

Bukan Rudal Iran! Warga Israel Kocar-kacir Diserang Hewan Kecil yang Diistimewakan Alquran

News | Kamis, 16 April 2026 | 10:58 WIB

AS Diminta Pakai Logika Jika Ingin Negosiasi Ulang dengan Iran

AS Diminta Pakai Logika Jika Ingin Negosiasi Ulang dengan Iran

News | Kamis, 16 April 2026 | 10:57 WIB

Padahal Dijaga Ketat, Kapal Tanker Berhasil Tembus Blokade Ketat Militer AS di Selat Hormuz

Padahal Dijaga Ketat, Kapal Tanker Berhasil Tembus Blokade Ketat Militer AS di Selat Hormuz

News | Kamis, 16 April 2026 | 10:35 WIB

Terkini

Belajar Rupiah dari Anak-Anak: Nilainya Berbeda, Bangganya Harus Sama

Belajar Rupiah dari Anak-Anak: Nilainya Berbeda, Bangganya Harus Sama

Banten | Senin, 14 September 2026 | 20:54 WIB

Warga Rempang Pertanyakan Urgensi Sekolah Merah Putih: yang Sudah Ada Saja Kekurangan Murid!

Warga Rempang Pertanyakan Urgensi Sekolah Merah Putih: yang Sudah Ada Saja Kekurangan Murid!

News | Senin, 14 September 2026 | 20:52 WIB

'Biar yang Mampu Mandiri', Pramono Timbang Usulan Semua Pelajar Jakarta Gratis Transum

'Biar yang Mampu Mandiri', Pramono Timbang Usulan Semua Pelajar Jakarta Gratis Transum

News | Senin, 14 September 2026 | 20:52 WIB

MA Tolak Kasasi, Advokat Marcella Santoso Tetap Dihukum 15 Tahun Penjara

MA Tolak Kasasi, Advokat Marcella Santoso Tetap Dihukum 15 Tahun Penjara

News | Senin, 14 September 2026 | 20:47 WIB

Piala Saja Tidak Cukup! Ini Kunci Sukses Pelajar Indonesia Menembus Panggung Dunia

Piala Saja Tidak Cukup! Ini Kunci Sukses Pelajar Indonesia Menembus Panggung Dunia

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 20:46 WIB

Paranoia Kolonial di Tanah Suci: Membedah Politik Haji Pada Masa Penjajahan

Paranoia Kolonial di Tanah Suci: Membedah Politik Haji Pada Masa Penjajahan

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 20:45 WIB

Kronologi Konser Kotak Mendadak Dihentikan: Bau Menyengat di Lagu ke-10, Tantri Sampai Sesak Napas

Kronologi Konser Kotak Mendadak Dihentikan: Bau Menyengat di Lagu ke-10, Tantri Sampai Sesak Napas

News | Senin, 14 September 2026 | 20:36 WIB

Bahas RUU Perampasan Aset Habiburokhman 'Ditodong' Pukat UGM: Buka Drafnya, Biar Kami Bedah!

Bahas RUU Perampasan Aset Habiburokhman 'Ditodong' Pukat UGM: Buka Drafnya, Biar Kami Bedah!

News | Senin, 14 September 2026 | 20:36 WIB

Dari Anak Sekolah hingga Orang Dewasa, 330 Warga Tangerang Dapat Akses Pendidikan

Dari Anak Sekolah hingga Orang Dewasa, 330 Warga Tangerang Dapat Akses Pendidikan

Banten | Senin, 14 September 2026 | 20:29 WIB

Eks TA DPR Adi Harnowo Bantah Terlibat Penjualan Pita Cukai Palsu

Eks TA DPR Adi Harnowo Bantah Terlibat Penjualan Pita Cukai Palsu

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 20:21 WIB

×