Pramono Turun ke Kali, Ikut Angkat Ikan Sapu-Sapu yang Kuasai Perairan Jakarta

Vania Rossa, Adiyoga Priyambodo

Jum'at, 17 April 2026 | 11:06 WIB
Pramono Turun ke Kali, Ikut Angkat Ikan Sapu-Sapu yang Kuasai Perairan Jakarta
Pramono ikut langsung pembersihan sapu-sapu di Jakarta. (Suara.com/Adiyoga)
baca 10 detik
  • Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memimpin operasi pembersihan ikan sapu-sapu di lima wilayah kota administrasi pada Jumat, 17 April 2026.
  • Populasi ikan sapu-sapu yang invasif kini mendominasi lebih dari 60 persen perairan Jakarta dan mengancam kelangsungan hidup ikan endemik lokal.
  • Ikan sapu-sapu mengandung residu logam berat berbahaya serta berpotensi merusak infrastruktur tanggul sungai akibat perilaku alaminya saat membuat sarang.

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memimpin langsung operasi pembersihan ikan sapu-sapu secara serentak di lima kota administrasi ibu kota.

Ia turun langsung meninjau salah satu lokasi di aliran kali yang melintas di Jalan Jalur Elok VI, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (17/4/2026).

Langkah ini dilakukan untuk menekan populasi ikan invasif yang kini telah menguasai sebagian besar ekosistem perairan di Jakarta.

Berdasarkan hasil telaah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), spesies ini diperkirakan telah mendominasi lebih dari separuh populasi ikan di perairan Jakarta.

"Diketahui, ikan sapu-sapu ini sekarang mendominasi perairan yang ada di Jakarta. Dari hasil telaah KKP, diperkirakan di atas 60 persen lebih ikan sapu-sapu itu sekarang ada di Jakarta," kata Pramono.

Keberadaan ikan asal Amerika Selatan ini menjadi ancaman serius bagi kelestarian ikan-ikan asli atau endemik lokal di sungai-sungai Jakarta.

Sifatnya yang sangat invasif membuat ikan-ikan lain sulit bertahan hidup karena siklus reproduksi mereka terganggu secara ekstrem.

"Ikan ini sangat invasif, kemudian juga membuat ikan-ikan lain yang ada di tempat itu, terutama yang endemik lokal itu hampir semuanya kemudian tidak bisa survive karena memang telurnya dimakan," jelas Pramono.

Selain merusak ekosistem, ikan sapu-sapu di perairan Jakarta juga terdeteksi memiliki kandungan zat berbahaya yang tinggi bagi manusia.

baca juga

Laporan dari KKP menunjukkan adanya residu logam berat atau polutan yang melampaui ambang batas aman dalam tubuh ikan tersebut

"Ikan ini rata-rata sudah di atas 0,3 kadar residunya. Itu berbahaya sekali kalau kemudian dikonsumsi," papar Pramono.

Perilaku ikan yang gemar melubangi tanggul sungai sehingga berpotensi merusak infrastruktur pengendali banjir pun tidak luput dari sorotan eks Sekretaris Kabinet itu.

"Kalau dibiarkan, maka dia akan merusak karena dalam membuat rumahnya dia selalu menggerogoti dinding sungai dan sebagainya," terang Pramono.

Politisi PDIP itu juga sempat berbagi cerita tentang bagaimana karakter ikan sapu-sapu yang ia lihat dan pegang sendiri di sela proses penangkapan.

"Cute banget gitu loh. Begitu dipegang itu, dia udah pura-pura kayak lemas gitu. Padahal dia adalah yang invasif, yang sangat aktif sekali di sungai," pungkasnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berburu Cuan dari Hama, Petugas PPSU Dibayar Rp5.000 Tiap Tangkap Sekilo Ikan Sapu-sapu

Berburu Cuan dari Hama, Petugas PPSU Dibayar Rp5.000 Tiap Tangkap Sekilo Ikan Sapu-sapu

News | Jum'at, 17 April 2026 | 10:33 WIB

DKI Jakarta Berangkatkan 7.819 Jemaah Haji, Pemprov Siapkan 117 PPIH

DKI Jakarta Berangkatkan 7.819 Jemaah Haji, Pemprov Siapkan 117 PPIH

News | Kamis, 16 April 2026 | 21:03 WIB

Sejarah! Jakarta Jadi Tuan Rumah Edisi Perdana Piala Dunia Rallycross

Sejarah! Jakarta Jadi Tuan Rumah Edisi Perdana Piala Dunia Rallycross

Sport | Kamis, 16 April 2026 | 19:16 WIB

Terkini

5 Tanda Kasir Anda Butuh Alat Notifikasi Suara Pembayaran

5 Tanda Kasir Anda Butuh Alat Notifikasi Suara Pembayaran

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:06 WIB

Pulihkan Kerugian Korban, Panja DPR Masukkan Kejahatan Investasi Bodong ke RUU Perampasan Aset

Pulihkan Kerugian Korban, Panja DPR Masukkan Kejahatan Investasi Bodong ke RUU Perampasan Aset

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:01 WIB

Cekcok Transfer Uang Berujung Maut: Pemilik Kafe di Lampung Timur Tikam Pelanggan

Cekcok Transfer Uang Berujung Maut: Pemilik Kafe di Lampung Timur Tikam Pelanggan

Lampung | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:54 WIB

Ketua PP Siak Terlibat Kecelakaan: Renggut Nyawa Pelajar, Belum Ditetapkan Tersangka

Ketua PP Siak Terlibat Kecelakaan: Renggut Nyawa Pelajar, Belum Ditetapkan Tersangka

Riau | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:54 WIB

22,4 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Sumsel dan Sekitarnya, Mengapa Peredaran Sulit Diberantas?

22,4 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Sumsel dan Sekitarnya, Mengapa Peredaran Sulit Diberantas?

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:51 WIB

Siap Debut Jepang, Baby DONT Cry Akan Rilis Single "Replay" di 2 Negara!

Siap Debut Jepang, Baby DONT Cry Akan Rilis Single "Replay" di 2 Negara!

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:50 WIB

Tak Harus Mengubah Bentuk Wajah, Ini Cara Baru Menjaga Penampilan Tetap Awet Muda

Tak Harus Mengubah Bentuk Wajah, Ini Cara Baru Menjaga Penampilan Tetap Awet Muda

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:47 WIB

Survei Kinerja Bahlil Tuai Sorotan, Bos IPO Beberkan Mengapa Hasilnya Beda denagn Celios

Survei Kinerja Bahlil Tuai Sorotan, Bos IPO Beberkan Mengapa Hasilnya Beda denagn Celios

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:45 WIB

SIPEF dan KIS Bangun Pabrik BioCNG di Simalungun, Ubah Limbah Sawit Jadi Energi Bersih

SIPEF dan KIS Bangun Pabrik BioCNG di Simalungun, Ubah Limbah Sawit Jadi Energi Bersih

Sumut | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:40 WIB

Ikan Melimpah Kini Jadi Sumber Cuan, Nelayan Kampung Saharey Raup Rp800 Ribu per Hari

Ikan Melimpah Kini Jadi Sumber Cuan, Nelayan Kampung Saharey Raup Rp800 Ribu per Hari

Sulsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:38 WIB

×