49 Siswa di Cilegon Diduga Keracunan MBG, Polisi Telusuri Sisa Makanan Hingga Darah Korban

Hairul Alwan

Jum'at, 17 April 2026 | 21:35 WIB
49 Siswa di Cilegon Diduga Keracunan MBG, Polisi Telusuri Sisa Makanan Hingga Darah Korban
Siswa MTs Al-Inayah yang diduga keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) menjalani perawatan di Puskesmas Cibeber, Kota Cilegon. [Istimewa]
  • Sebanyak 49 siswa MTs Al-Inayah Kota Cilegon diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis 16 April 2026.
  • Polres Cilegon melakukan uji laboratorium sampel darah siswa dan sisa makanan untuk memastikan keterkaitan zat beracun secara ilmiah.
  • Investigasi mendalam masih terus dilakukan kepolisian terhadap perbedaan waktu gejala yang muncul pada para korban di tiga puskesmas.

Suara.com - Kasus dugaan keracunan massal yang menimpa 49 siswa MTs Al-Inayah, Kota Cilegon, Banten kini memasuki babak investigasi ilmiah yang kompleks. Pihak kepolisian tidak lagi hanya melihat ini sebagai insiden makanan basi biasa.

Di tengah dugaan puluhan siswa MTs Al-Inayah keracunan MBG, Polres Cilegon melakukan pemeriksaan sampel darah para siswa akan menjadi kunci utama membuktikan ada atau tidaknya hubungan dengan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mereka konsumsi.

Salah satu tantangan terbesar dalam penyelidikan ini adalah waktu kemunculan gejala yang tidak seragam pada para korban setelah menyantap menu makan bergizi gratis pada Kamis 16 April 2026 malam, beberapa siswa mungkin langsung menunjukkan gejala, sementara yang lain baru merasakannya beberapa waktu kemudian.

Kapolres Cilegon, AKBP Martua Silitonga, menjelaskan kompleksitas dugaan puluhan siswa MTs Al-Inayah keracunan menu makan bergizi gratis itu.

"Reaksi dari psikologis tubuh setiap orang tergantung waktu. Itu berbeda-beda. Jadi bisa saja setelah mengkonsumsi makanan tersebut, langsung bereaksi seketika tetapi bisa saja kemudian," jelas Kapolres Cilegon, Jumat 17 April 2026.

Perbedaan reaksi inilah yang membuat pembuktian menjadi lebih rumit dan menuntut pendekatan yang jauh lebih dari sekadar pemeriksaan visual.

Pembuktian Ilmiah: Mengkoneksikan Makanan dengan Darah

Untuk menjawab misteri ini, polisi tidak berspekulasi. Ia menegaskan satu-satunya cara mendapatkan kebenaran melalui uji laboratorium yang komprehensif.

Prosesnya bukan hanya menguji sisa makanan, tetapi juga mencari 'jejak' racun di dalam tubuh para korban.

"Kenapa harus uji benar, kandungan di makanan itu, kandungan di bahan baku di makanan itu, maupun dikaitkan konect enggak dia (keracunan), nyambung enggak, dengan apa yang kita ambil dari darah," jelasnya.

Langkah ini merupakan proses pencocokan ilmiah. Hasil analisis sampel darah para siswa akan dibandingkan dengan temuan zat yang ada pada sampel makanan dan bahan bakunya.

Hanya jika ditemukan 'koneksi' yang valid, maka penyebab keracunan bisa dipastikan secara hukum.

Hingga Jumat 17 April 2026, data yang berhasil diinventarisir kepolisian menunjukkan ada 49 siswa yang terdampak, tersebar di tiga puskesmas berbeda untuk mendapatkan perawatan.

"Hasil data, pas kami datang ke sana, ada 8 orang yang ada di Puskesmas Cibeber. Tetapi Ada juga di Puskemas Jombang dan Puskemas Cilegon," kata Kapolres.

"Yang ada di puskemas Cibeber ada 8 orang, tetapi kami mengecek informasi yang ada di data, kurang lebih ada 49 orang," imbuhnya.

Saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan mendalam, termasuk meminta keterangan dari berbagai pihak terkait dan menunggu hasil dari uji laboratorium yang akan menjadi penentu akhir dari kasus yang kini menjadi sorotan publik di Kota Cilegon ini.

"Karena adik-adik kita bersekolah di madrasah, nanti kita akan berkoordinasi dengan memberikan pelayanan aktif," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

KPK Bongkar Titik Rawan Korupsi Program MBG, Dari Regulasi Lemah hingga Konflik Kepentingan

KPK Bongkar Titik Rawan Korupsi Program MBG, Dari Regulasi Lemah hingga Konflik Kepentingan

News | Jum'at, 17 April 2026 | 15:05 WIB

OJK Minta Pinjol Kasih Utang ke Program MBG

OJK Minta Pinjol Kasih Utang ke Program MBG

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 08:35 WIB

BGN Prioritaskan Motor Listrik untuk Wilayah Terpencil

BGN Prioritaskan Motor Listrik untuk Wilayah Terpencil

News | Kamis, 16 April 2026 | 18:30 WIB

BGN Pastikan Motor Listrik Bakal 'Blusukan' Antar MBG di Seluruh Indonesia

BGN Pastikan Motor Listrik Bakal 'Blusukan' Antar MBG di Seluruh Indonesia

News | Kamis, 16 April 2026 | 17:13 WIB

Intip Harga Daihatsu Gran Max Terbaru, Calon Mobil Sejuta Umat Tembus 900 Ribu Unit

Intip Harga Daihatsu Gran Max Terbaru, Calon Mobil Sejuta Umat Tembus 900 Ribu Unit

Otomotif | Kamis, 16 April 2026 | 16:33 WIB

13 Ribu SPPG Sudah Bersertifikat, yang Bandel Terancam Disetop Sementara

13 Ribu SPPG Sudah Bersertifikat, yang Bandel Terancam Disetop Sementara

News | Kamis, 16 April 2026 | 14:27 WIB

Terkini

Heboh Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG, Istana Turun Tangan Lakukan Audit Internal

Heboh Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG, Istana Turun Tangan Lakukan Audit Internal

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 23:03 WIB

Terungkap! Ini Catatan yang Membuat Dadan Hindayana Kehilangan Kursi Kepala BGN

Terungkap! Ini Catatan yang Membuat Dadan Hindayana Kehilangan Kursi Kepala BGN

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 22:42 WIB

Dasco Bongkar Alasan Nanik Layak Gantikan Dadan Hindayana di BGN

Dasco Bongkar Alasan Nanik Layak Gantikan Dadan Hindayana di BGN

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 22:36 WIB

Dadan Hindayana Dicopot, Istana Jamin MBG Tetap Berjalan Normal

Dadan Hindayana Dicopot, Istana Jamin MBG Tetap Berjalan Normal

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 22:27 WIB

Dasco Dukung Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN: Dia Teruji di Lapangan

Dasco Dukung Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN: Dia Teruji di Lapangan

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 22:24 WIB

Alasan Prabowo Copot Pimpinan BGN: dari SOP hingga Kualitas Makanan

Alasan Prabowo Copot Pimpinan BGN: dari SOP hingga Kualitas Makanan

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 22:11 WIB

Kepala BGN Diganti, Dasco: DPR Apresiasi Pemerintah Dengar Aspirasi Rakyat

Kepala BGN Diganti, Dasco: DPR Apresiasi Pemerintah Dengar Aspirasi Rakyat

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 22:06 WIB

Profil Wakil Kepala BGN Baru Agustina Arumsari

Profil Wakil Kepala BGN Baru Agustina Arumsari

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 21:55 WIB

Pemerintah Copot Dadan Hindayana Sebagai Kepala BGN, Anggota Komisi IX DPR: Pergantian Yang Wajar

Pemerintah Copot Dadan Hindayana Sebagai Kepala BGN, Anggota Komisi IX DPR: Pergantian Yang Wajar

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 21:43 WIB

Bukan Cuma Dadan Hindayana, Prabowo Juga Copot Dua Wakil Kepala BGN

Bukan Cuma Dadan Hindayana, Prabowo Juga Copot Dua Wakil Kepala BGN

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 21:36 WIB