Sinyal Damai di Selat Hormuz: PBB Sambut Langkah Iran, Trump Masih 'Kunci' Pelabuhan

Dwi Bowo Raharjo | Suara.com

Sabtu, 18 April 2026 | 10:06 WIB
Sinyal Damai di Selat Hormuz: PBB Sambut Langkah Iran, Trump Masih 'Kunci' Pelabuhan
ilustrasi kapal tanker melintasi Selat Hormuz (Google Gemini)
  • Iran resmi membuka kembali Selat Hormuz bagi kapal komersial selama masa gencatan senjata dengan Amerika Serikat berlangsung.
  • Sekjen PBB menyambut baik keputusan tersebut guna membangun kepercayaan serta memperkuat dialog perdamaian yang difasilitasi oleh Pakistan.
  • Presiden Trump menegaskan bahwa pembukaan selat tidak mengakhiri tekanan ekonomi maupun blokade laut terhadap pelabuhan milik Iran.

Suara.com - Ketegangan di jalur nadi perdagangan dunia, Selat Hormuz, mulai menunjukkan tanda-tanda mereda.

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, secara resmi menyambut baik keputusan Iran untuk membuka kembali selat strategis tersebut bagi lalu lintas komersial.

Langkah ini dianggap sebagai kemajuan signifikan di tengah masa gencatan senjata yang rapuh antara Iran dan Amerika Serikat.

"Sekretaris Jenderal menyambut pengumuman hari ini oleh Republik Islam Iran bahwa Selat Hormuz sepenuhnya terbuka untuk semua kapal komersial selama sisa masa gencatan senjata. Sekretaris Jenderal menganggap ini sebagai langkah yang tepat," ujar juru bicara PBB, Stephane Dujarric, pada Jumat (17/4/2026).

Diplomasi di Tengah Ketegangan

Keputusan ini pertama kali mencuat setelah Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengonfirmasi bahwa seluruh aktivitas perkapalan akan dipulihkan sepenuhnya selama periode gencatan senjata dengan Washington berlangsung.

Meski demikian, jalan menuju perdamaian absolut masih berbatu.

Di seberang meja diplomasi, Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa pembukaan selat tidak berarti tekanan ekonomi berakhir.

Trump menyatakan blokade Angkatan Laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran tetap berlaku hingga kesepakatan final diteken.

"Sekretaris Jenderal tetap mendukung penuh upaya diplomatik untuk menemukan jalan damai keluar dari konflik saat ini," kata dia.

"Beliau juga berharap bahwa, bersama dengan gencatan senjata, langkah ini akan berkontribusi untuk menciptakan kepercayaan antara para pihak dan memperkuat dialog yang sedang berlangsung yang difasilitasi oleh Pakistan," Dujarric menambahkan.

PBB juga menegaskan posisi tegasnya terkait stabilitas kawasan. Seiring dibukanya kembali selat tersebut, PBB menuntut agar semua pihak yang terlibat dalam konflik Timur Tengah menghormati kebebasan navigasi internasional.

Presiden AS, Donald Trump. [IG/@realdonaldtrump]
Presiden AS, Donald Trump. [IG/@realdonaldtrump]

Krisis ini merupakan buntut dari eskalasi berdarah pada 28 Februari lalu, saat AS dan Israel meluncurkan serangan udara ke berbagai target di Iran, termasuk Teheran, yang memicu kerusakan parah dan jatuhnya korban sipil.

Menanti Titik Terang di Akhir Pekan

Upaya damai sebenarnya telah diupayakan sejak 11 April dalam pertemuan di Islamabad, Pakistan. Namun, proses tersebut sempat mengalami kebuntuan. Pada 12 April, Wakil Presiden JD Vance sempat menyatakan bahwa kedua negara gagal mencapai titik temu.

Meski sempat pesimistis, harapan baru kembali muncul. Pada Kamis (16/4), Trump memberi sinyal bahwa pertemuan tingkat tinggi berikutnya antara Washington dan Teheran bisa terjadi dalam waktu dekat.

"Pertemuan selanjutnya antara Washington dan Teheran bisa berlangsung paling cepat akhir pekan ini," ungkap Trump.

Dunia kini menanti, apakah pembukaan Selat Hormuz ini akan menjadi pintu pembuka bagi perdamaian permanen, atau sekadar jeda singkat di tengah konflik yang masih membara. (Antara/ Sputnik)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Selat Hormuz Resmi Dibuka Kembali, Ini Penjelasan ESDM soal Nasib 2 Kapal Pertamina

Selat Hormuz Resmi Dibuka Kembali, Ini Penjelasan ESDM soal Nasib 2 Kapal Pertamina

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 07:30 WIB

BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya

BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya

News | Jum'at, 17 April 2026 | 23:21 WIB

Selat Hormuz Memanas, Indonesia Amankan Kedaulatan Pangan Lewat Kemandirian Produksi Pupuk

Selat Hormuz Memanas, Indonesia Amankan Kedaulatan Pangan Lewat Kemandirian Produksi Pupuk

News | Jum'at, 17 April 2026 | 20:34 WIB

Donald Trump Gandeng Raksasa Otomotif General Motors dan Ford untuk Produksi Senjata Militer

Donald Trump Gandeng Raksasa Otomotif General Motors dan Ford untuk Produksi Senjata Militer

Otomotif | Jum'at, 17 April 2026 | 15:53 WIB

40 Negara Bahas Selat Hormuz, Inggris dan Prancis Pimpin Upaya Buka Jalur Minyak

40 Negara Bahas Selat Hormuz, Inggris dan Prancis Pimpin Upaya Buka Jalur Minyak

News | Jum'at, 17 April 2026 | 14:28 WIB

Terkini

Tentara Israel Siksa WNI Aktivis Global Sumud Flotilla

Tentara Israel Siksa WNI Aktivis Global Sumud Flotilla

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 18:01 WIB

Pistol Ditembakkan Dua Kali, Putri Ahmad Bahar Ungkap Malam Mencekam di Markas GRIB Jaya

Pistol Ditembakkan Dua Kali, Putri Ahmad Bahar Ungkap Malam Mencekam di Markas GRIB Jaya

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 17:58 WIB

Puan Maharani Minta Prabowo Gunakan Semua Celah Diplomasi untuk Bebaskan 9 WNI yang Ditahan Israel

Puan Maharani Minta Prabowo Gunakan Semua Celah Diplomasi untuk Bebaskan 9 WNI yang Ditahan Israel

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 17:56 WIB

Delegasi Global Sumud Flotilla Dibebaskan dari Penjara Israel, Kini Dipulangkan ke Turki

Delegasi Global Sumud Flotilla Dibebaskan dari Penjara Israel, Kini Dipulangkan ke Turki

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 17:49 WIB

Kronologi Tragedi Bekasi Timur: Berawal dari Taksi Mogok yang Picu Kerumunan di Rel

Kronologi Tragedi Bekasi Timur: Berawal dari Taksi Mogok yang Picu Kerumunan di Rel

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 17:45 WIB

Meski 'Satu Lawan Tujuh' di Parlemen, Puan Pastikan PDIP Tetap Berani Kritik Pemerintah

Meski 'Satu Lawan Tujuh' di Parlemen, Puan Pastikan PDIP Tetap Berani Kritik Pemerintah

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ketua FMN di Aksi Kamisan: Jika Rezim Terus Menghisap Rakyat, Prabowo Akan Dijauhkan oleh Rakyat

Ketua FMN di Aksi Kamisan: Jika Rezim Terus Menghisap Rakyat, Prabowo Akan Dijauhkan oleh Rakyat

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 17:00 WIB

KNKT Ungkap Jeda Kecelakaan Maut KRL dan Argo Bromo di Bekasi Timur Hanya 3 Menit 43 Detik

KNKT Ungkap Jeda Kecelakaan Maut KRL dan Argo Bromo di Bekasi Timur Hanya 3 Menit 43 Detik

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 16:40 WIB

Eks Dirjen PHU Diperiksa, KPK Usut Pertemuan dengan Yaqut Terkait Kuota Haji

Eks Dirjen PHU Diperiksa, KPK Usut Pertemuan dengan Yaqut Terkait Kuota Haji

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 16:34 WIB

Puluhan Rumah di Bogor Terdampak Kebocoran Bahan Baku Semen seperti 'Hujan Abu'

Puluhan Rumah di Bogor Terdampak Kebocoran Bahan Baku Semen seperti 'Hujan Abu'

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 16:18 WIB