Bukan Cuma Blokir Konten, Guru Besar Unair Bongkar 'Cara Halus' Membungkam Kritik di Ruang Digital

Dwi Bowo Raharjo

Sabtu, 18 April 2026 | 15:21 WIB
Bukan Cuma Blokir Konten, Guru Besar Unair Bongkar 'Cara Halus' Membungkam Kritik di Ruang Digital
Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga, Henri Subiakto,[Suara.com/Muhaimin A Untung]
baca 10 detik
  • Henri Subiakto, memperingatkan adanya pola represi digital baru yang mengancam kebebasan berpendapat di Indonesia.
  • Represi tersebut dilakukan melalui serangan siber sistematis seperti DDoS dan pengerahan akun bot untuk membungkam kelompok kritis.
  • Penyalahgunaan instrumen hukum melalui pasal UU ITE terhadap aktivis dinilai dapat menurunkan kualitas demokrasi di tanah air.

Suara.com - Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga, Henri Subiakto, mengingatkan adanya pola baru represi dalam ruang digital yang berpotensi mengancam kebebasan berpendapat di Indonesia.

Dalam podcast Madilog di Kanal YouTube Forum Keadilan TV, ia menilai kritik terhadap pemerintah kini tidak hanya direspons secara naratif, tetapi juga berhadapan dengan serangan digital yang sistematis.

Menurut Henri, bentuk represi tidak lagi sebatas pemblokiran atau sensor konten, melainkan berkembang ke arah serangan siber seperti penggunaan bot hingga Distributed Denial of Service (DDoS).

"Nah hal-hal seperti itu adalah represi baru, model baru. Jadi represi itu tidak hanya memblokir konten tapi juga nyerang dengan DDoS kemudian ada bentuk-bentuknya bisa juga kriminalisasi pada narasumber, termasuk intimidasi," ujarnya, dikutip Sabtu (18/4/2026).

Ia menjelaskan, serangan DDoS bekerja dengan cara membanjiri sebuah situs menggunakan trafik palsu dalam jumlah besar, sehingga situs tersebut tidak bisa diakses oleh pengguna normal. Beberapa media, kata dia, telah mengalami hal ini, terutama yang dikenal kritis terhadap kekuasaan.

"Kalau sudah diserang itu ada semacam jutaan orang bahkan bisa lebih dari jutaan itu minta masuk ke situsnya sehingga lalu ibaratnya seperti toko itu dimasukin banyak orang pintunya sehingga lalu orang yang pemiliknya enggak bisa keluar, pembelinya enggak bisa masuk," jelasnya.

Selain itu, Henri juga menyoroti maraknya serangan melalui akun anonim atau bot di media sosial yang menyasar individu maupun kelompok kritis.

Ia menilai fenomena ini kerap menimbulkan persepsi seolah-olah kritik publik mendapat penolakan besar, padahal tidak selalu berasal dari manusia nyata.

"Saya sendiri juga kadang-kadang akun saya sering diserang... tapi saya tahu bahwa oh ini akun bot, ini bukan orang, ini karena memang banyak sekali sekarang ini yang namanya robot buzzer yang agresif di medsos tuh banyak sekali," ungkapnya.

baca juga

Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa ancaman terhadap kebebasan berekspresi juga muncul melalui penggunaan instrumen hukum, seperti Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), yang dinilai kerap disalahgunakan.

"Kalau kita melihat bahwa ada mahasiswa-mahasiswa aktivis-aktivis yang dikenakan pasal-pasal ITE, itu kan berarti ada represi ya kan, dan itu sering ya sering terjadi," katanya.

Padahal, menurut Henri, semangat awal pembentukan UU ITE bukan untuk membungkam kritik, melainkan melindungi ruang digital dari kejahatan siber.

Ia pun menekankan bahwa pemerintah seharusnya lebih fokus menindak pelaku serangan siber ketimbang mengawasi atau bahkan mengkriminalisasi kelompok kritis.

"Harusnya polisi itu lebih banyak mencari pelaku-pelaku DDoS ini pelaku-pelaku cyber attack seperti ini yang nyerang situs-situs pemberitaan itu, itu jauh lebih penting dan untuk menjaga demokrasi dibandingkan dengan mengkriminalkan mereka yang kritis," tegasnya.

Dalam konteks demokrasi, Henri menilai kritik merupakan bagian penting dari kontrol sosial. Karena itu, respons represif baik secara digital maupun hukum justru berpotensi merusak kualitas demokrasi itu sendiri.

"Orang-orang kritis ini adalah orang-orang yang ingin mengingatkan supaya negara ini menjadi lebih cerdas, menjadi lebih hati-hati lebih bijak," pungkasnya.

Reporter: Dinda Pramesti K

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pramono Anung Bakal Pangkas Pajak Warga Jakarta, Ini Bocoran Kebijakan Barunya

Pramono Anung Bakal Pangkas Pajak Warga Jakarta, Ini Bocoran Kebijakan Barunya

News | Jum'at, 17 April 2026 | 18:57 WIB

Lebih dari 1 Juta Rekening Bank Diretas, Ancaman Siber Kini Beralih ke Pencurian Data Login

Lebih dari 1 Juta Rekening Bank Diretas, Ancaman Siber Kini Beralih ke Pencurian Data Login

Tekno | Jum'at, 17 April 2026 | 16:03 WIB

Feri Amsari Dilaporkan ke Polisi Usai Sebut Pemerintah Berbohong soal Swasembada Pangan

Feri Amsari Dilaporkan ke Polisi Usai Sebut Pemerintah Berbohong soal Swasembada Pangan

News | Jum'at, 17 April 2026 | 15:18 WIB

Tak Semahal Anggaran Pemkab Blora, Segini Harga CapCut dan Canva Pro 2026

Tak Semahal Anggaran Pemkab Blora, Segini Harga CapCut dan Canva Pro 2026

Tekno | Kamis, 16 April 2026 | 16:13 WIB

Dear Pak Prabowo! Utang RI Tembus Rp7.509 Triliun, Bayi Baru Lahir Langsung Menanggung Rp26 Juta

Dear Pak Prabowo! Utang RI Tembus Rp7.509 Triliun, Bayi Baru Lahir Langsung Menanggung Rp26 Juta

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 14:50 WIB

Terkini

Dijemput Keluarga dan LBH, 34 Orang Pascademo Ricuh di Malioboro Resmi Dipulangkan

Dijemput Keluarga dan LBH, 34 Orang Pascademo Ricuh di Malioboro Resmi Dipulangkan

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 06:04 WIB

Pasar Bergejolak, Perusahaan Asuransi Putar Otak Buat Produk Perlindungan dan Investasi

Pasar Bergejolak, Perusahaan Asuransi Putar Otak Buat Produk Perlindungan dan Investasi

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 05:57 WIB

QRIS BRI Permudah Transaksi UMKM, Pemilik Depot Yamie di Kutoarjo Ini Rasakan Manfaatnya

QRIS BRI Permudah Transaksi UMKM, Pemilik Depot Yamie di Kutoarjo Ini Rasakan Manfaatnya

Bri | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 05:17 WIB

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Sport | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:17 WIB

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Surakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:06 WIB

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:57 WIB

×