- Steven Garcia, kontraktor dengan izin keamanan tingkat tinggi di KCNSC, dilaporkan hilang di Albuquerque sejak 28 Agustus 2025.
- Kasus ini menambah daftar 11 ilmuwan dan staf yang terlibat dalam program nuklir serta militer AS yang menghilang.
- Pemerintah AS sedang meninjau insiden tersebut, sementara FBI belum menemukan pola mencurigakan terkait rangkaian hilangnya para ahli tersebut.
![Misteri Hilangnya 10 Ilmuwan Nuklir AS, Trump Berharap Kebetulan, FBI Bongkar Fakta Ini [CBS News]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/18/41028-10-ilmuwan-nuklir-as-hilang.jpg)
Sebagian dari mereka juga dikaitkan dengan isu sensitif seperti teknologi militer rahasia.
Spekulasi pun berkembang luas di media sosial, mulai dari dugaan operasi rahasia pemerintah hingga keterlibatan pihak asing.
Bahkan muncul pertanyaan tajam dari jurnalis independen, Apakah pemerintah sendiri yang menyingkirkan orang-orang ini?
Namun hingga kini, belum ada bukti kuat yang mengarah pada konspirasi besar.
Aparat penegak hukum masih menangani setiap kasus secara terpisah dan belum menemukan keterkaitan langsung.
Sementara itu, Presiden Donald Trump memberi sinyal adanya kemungkinan sesuatu yang tidak biasa di balik kasus tersebut.
“Saya baru saja keluar dari pertemuan soal itu, ini hal yang cukup serius. Semoga hanya kebetulan,” kata Trump kepada wartawan, Kamis waktu setempat seperti dilansir dari CBS News.
Trump menambahkan, beberapa dari individu yang terlibat adalah sosok penting dan kasusnya akan ditelusuri lebih lanjut.
Dalam tiga tahun terakhir, sedikitnya 11 ilmuwan yang terkait dengan teknologi nuklir dan luar angkasa dilaporkan meninggal atau hilang.
Para korban emiliki hubungan dengan fasilitas seperti Jet Propulsion Laboratory milik NASA dan Los Alamos National Laboratory.
Sumber pemerintah menyebut FBI tidak melihat pola mencurigakan dalam insiden-insiden ini.
Penanganan kasus ini lebih banyak dilakukan oleh Departemen Energi AS, yang membawahi sejumlah fasilitas terkait.
“FBI mengetahui situasi ini dan memberikan bantuan jika diminta, tetapi biasanya bukan pihak utama dalam kasus seperti ini,” ujar juru bicara FBI, Ben Williamson.
Badan Keamanan Nuklir Nasional (NNSA) juga mengonfirmasi tengah mencermati kekhawatiran publik.
“Kami mengetahui laporan terkait pegawai di fasilitas kami dan sedang meninjau masalah ini,” kata perwakilan NNSA.