Minta Jokowi Perlihatkan Ijazah, JK: Saya Tidak Melawan, Saya Senior yang Menasihati

Dwi Bowo Raharjo, Bagaskara Isdiansyah

Sabtu, 18 April 2026 | 19:32 WIB
Minta Jokowi Perlihatkan Ijazah, JK: Saya Tidak Melawan, Saya Senior yang Menasihati
Foto Joko Widodo dan Jusuf Kalla. [suara.com/Bagus Santosa]
  • Jusuf Kalla dilaporkan sejumlah organisasi ke Polda Metro Jaya pada 12 April 2026 atas dugaan penistaan agama.
  • JK menduga laporan polisi tersebut merupakan respons atas langkah hukum yang ia ambil terhadap Rismon Sianipar sebelumnya.
  • JK membantah terlibat pendanaan isu ijazah Presiden Jokowi dan menegaskan sikap netralnya untuk menjaga kebaikan bangsa Indonesia.

Suara.com - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), menduga adanya kaitan antara laporan polisi terhadap dirinya dengan langkah hukum yang ia ambil sebelumnya terhadap Rismon Sianipar.

Ia menilai laporan dugaan penistaan agama tersebut muncul sebagai reaksi setelah dirinya memperkarakan Rismon.

"Saya tidak menuduh politik, tetapi ini kenyataannya bahwa ini (laporan terhadap saya) timbul setelah saya mengadukan Rismon," ujar JK dalam konferensi pers di kediamannya di Kawasan Jakarta Selatan, Sabtu (18/4/2026).

Dalam kesempatan tersebut, JK juga menyinggung kegaduhan di tengah masyarakat terkait isu ijazah Presiden Joko Widodo yang sudah berlangsung selama dua tahun.

Sebagai sosok yang pernah mendampingi Jokowi sebagai Wakil Presiden, JK memberikan nasihat agar persoalan tersebut segera diakhiri dengan transparansi.

"Sudahlah Pak Jokowi, kasih lihat saja ijazahnya. Itu saja. Kenapa sih? Dan saya lihat itu asli, kenapa tidak dikasih lihat? Membiarkan masyarakat ini berkelahi sendiri, saling memaki selama dua tahun," tutur JK.

JK menegaskan, hubungannya dengan Jokowi tetap berlandaskan rasa hormat. Sebagai senior, ia merasa perlu memberikan masukan demi kebaikan bangsa.

"Saya lebih tua dari dia. Sebagai yang lebih senior, saya nasihati. Saya tidak lawan Pak Jokowi, tidak," tegasnya.

JK juga mengklarifikasi isu yang menyebut dirinya terlibat atau mendanai pihak-pihak tertentu terkait masalah ijazah Jokowi.

Ia secara tegas membantah telah memberikan uang sebesar Rp5 miliar kepada Rismon Sianipar, bahkan mengaku tidak mengenal sosok tersebut.

"Dituduhlah saya kasih Rp5 miliar. Mana saya kasih Rp5 miliar? Ketemu saja tidak tahu saya, kenal pun tidak," kata JK.

Ia mengungkapkan bahwa Rismon melalui perantaranya sempat mencoba menemui dirinya bersama tujuh orang lainnya, namun permintaan itu ditolak mentah-mentah.

Tidak hanya Rismon, JK juga mengaku menolak bertemu dengan pakar telematika Roy Suryo demi menjaga posisi netralnya.

"Rismon mau ketemu saya dengan tujuh orang, saya tidak terima. Roy Suryo mau ketemu, saya tolak. Demi saya mau netral. Dia mau bawa buku ke saya, saya tolak. Saya tidak mau campur urusan itu," ungkap JK.

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), menduga adanya kaitan antara laporan polisi terhadap dirinya dengan langkah hukum yang ia ambil sebelumnya terhadap Rismon Sianipar. (Suara.com/Bagaskara)
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), menduga adanya kaitan antara laporan polisi terhadap dirinya dengan langkah hukum yang ia ambil sebelumnya terhadap Rismon Sianipar. (Suara.com/Bagaskara)

JK menilai berbagai tuduhan yang dialamatkan kepadanya, mulai dari penistaan agama hingga pendanaan isu ijazah, merupakan upaya pengalihan isu semata.

Ia juga memberikan pesan keras kepada pihak-pihak di balik layar atau "bohir" yang mencoba mendekatinya.

"Tuduhan-tuduhan itu hanya pengalihan saja. Bilang lagi ke bohir-bohirnya, mau menemui saya? Tidak mau saya," pungkasnya.

Diketahui, Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) bersama Pemuda Katolik dan perwakilan sejumlah organisasi kemasyarakatan melaporkan Jusuf Kalla ke Polda Metro Jaya, Minggu (12/4/2026) malam.

Laporan itu dilakukan usai menilai pernyataan JK dalam sebuah ceramah menimbulkan keresahan dan polemik di tengah masyarakat, terlebih di media sosial.

Adapun laporan polisi tersebut teregister dengan nomor STTLP II/2546/IV2026/SPKT/POLDA METRO JAYA, tertanggal Minggu 12 April, sekitar pukul 20.46 WIB.

Ketua Umum GAMKI Sahat Martin Philip Sinurat mengatakan pihaknya datang ke Polda Metro Jaya mewakili sekitar 19 lembaga Kristen dan organisasi masyarakat yang sebelumnya berkumpul di Sekretariat GAMKI di Jalan Cirebon.

Dalam pertemuan itu, mereka sepakat membawa persoalan tersebut ke ranah hukum karena dinilai telah melukai perasaan umat Kristen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman

Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman

News | Sabtu, 18 April 2026 | 19:22 WIB

Dipolisikan Kasus Penistaan Agama, JK Larang Umat Islam Demo Bela Dirinya: Jangan!

Dipolisikan Kasus Penistaan Agama, JK Larang Umat Islam Demo Bela Dirinya: Jangan!

News | Sabtu, 18 April 2026 | 19:17 WIB

Ramai Gosip Istri Ahmad Sahroni Selingkuh dengan Musisi Terkenal, Pengalihan Isu BBM?

Ramai Gosip Istri Ahmad Sahroni Selingkuh dengan Musisi Terkenal, Pengalihan Isu BBM?

Entertainment | Sabtu, 18 April 2026 | 19:05 WIB

5 HP Tecno dengan RAM Paling Jumbo, Cocok untuk Jangka Panjang Mulai Rp2 Jutaan

5 HP Tecno dengan RAM Paling Jumbo, Cocok untuk Jangka Panjang Mulai Rp2 Jutaan

Tekno | Sabtu, 18 April 2026 | 19:05 WIB

Gaet Anderson .Paak, Taeyong NCT Rayakan Kesuksesan di Lagu Solo Rock Solid

Gaet Anderson .Paak, Taeyong NCT Rayakan Kesuksesan di Lagu Solo Rock Solid

Your Say | Sabtu, 18 April 2026 | 19:05 WIB

Terkini

Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir

Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:48 WIB

Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk

Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:38 WIB

Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa

Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:34 WIB

Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu

Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:30 WIB

12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang

12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:26 WIB

Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati

Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:21 WIB

Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah

Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 22:59 WIB

Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu

Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 22:19 WIB

Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa

Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:58 WIB

Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend

Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:30 WIB