Megawati Ungkap Bahaya Pangkalan Militer Asing, Serukan Dasa Sila Bandung

Bangun Santoso, Bagaskara Isdiansyah

Minggu, 19 April 2026 | 10:19 WIB
Megawati Ungkap Bahaya Pangkalan Militer Asing, Serukan Dasa Sila Bandung
Presiden kelima RI sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. (Dok. PDIP)
baca 10 detik
  • Megawati Soekarnoputri menyatakan dunia sedang tidak stabil akibat konflik geopolitik di Amerika Latin serta Timur Tengah saat ini.
  • Dasa Sila Bandung dinilai sebagai instrumen hukum internasional penting untuk menjaga kedaulatan negara dari praktik neokolonialisme dan imperialisme.
  • Megawati mendesak pelaksanaan Konferensi Asia Afrika Jilid II guna mengatasi intervensi asing serta ancaman pangkalan militer di berbagai negara.

Suara.com - Presiden kelima RI sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menegaskan bahwa situasi dunia kekinian sedang berada dalam kondisi tidak stabil akibat berbagai konflik geopolitik.

Menurutnya, rentetan peristiwa internasional belakangan ini membuktikan betapa pentingnya nilai-nilai Dasa Sila Bandung sebagai benteng kedaulatan negara.

Dalam pidatonya di seminar bertajuk "Relevansi Gerakan Asia Afrika dalam Krisis Geopolitik Saat Ini" di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Sabtu (18/4/2026), Megawati menyoroti pelanggaran kedaulatan yang menimpa sejumlah negara.

“Ketika dunia saat ini dihadapkan pada persoalan di Venezuela melalui penculikan Presiden Maduro, dan serangan Amerika Serikat-Israel terhadap Iran, maka sistem internasional guncang," ujar Megawati.

Ia pun menekankan bahwa di tengah guncangan tersebut, semangat Konferensi Asia Afrika (KAA) dan Gerakan Non-Blok (GNB) harus kembali dikobarkan.

Ia menyebut Dasa Sila Bandung bukan sekadar dokumen sejarah, melainkan instrumen hukum internasional yang vital untuk melawan neokolonialisme dan imperialisme (Nekolim).

"Dasa Sila Bandung adalah hukum internasional yang diinisiasi Indonesia sebagai benteng bekerjanya kedaulatan dan kemerdekaan suatu bangsa dari campur tangan bangsa lain," tegasnya.

Selain menyoroti krisis di Amerika Latin dan Timur Tengah, Megawati juga mengingatkan kembali tentang bahaya keberadaan pangkalan militer asing.

Ia mengenang langkah Indonesia pada tahun 1965 yang menyelenggarakan Konferensi Internasional Anti Pangkalan Militer Asing (KIAPMA).

baca juga

Menurutnya, keberadaan kekuatan militer asing di wilayah suatu negara merdeka menjadi pintu masuk tercepat bagi intervensi luar.

“Berbagai intervensi kedaulatan suatu negara merdeka dan berdaulat di Amerika Latin dan Timur Tengah akhir-akhir ini dapat terjadi dengan cepat karena adanya pangkalan militer asing di suatu negara,” ungkapnya.

Megawati juga mengulas pemikiran geopolitik Bung Karno yang membagi kekuatan dunia menjadi The New Emerging Forces (kekuatan negara-negara baru) dan The Old Forces (kekuatan mapan).

Ia menekankan bahwa meski kapasitas negara berbeda-beda, semuanya harus berlandaskan pada kemanusiaan, keadilan, dan perdamaian dunia.

Lebih lanjut, Megawati menegaskan bahwa pelaksanaan Konferensi Asia Afrika Jilid II sudah sangat mendesak. Ia meyakini langkah tersebut akan menjadi panduan strategis bagi masa depan Indonesia dan dunia di tengah kompleksitas global saat ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PBB Dinilai Tak Relevan, Megawati Desak Reformasi Total: Hapus Veto, Pakai Pancasila

PBB Dinilai Tak Relevan, Megawati Desak Reformasi Total: Hapus Veto, Pakai Pancasila

News | Minggu, 19 April 2026 | 10:07 WIB

Megawati Kritik Lemhannas: Jangan Dipersempit Hanya Jadi Lembaga Pencetak Sertifikat

Megawati Kritik Lemhannas: Jangan Dipersempit Hanya Jadi Lembaga Pencetak Sertifikat

News | Sabtu, 18 April 2026 | 20:53 WIB

Beri Arahan ke Ketua DPRD se-Indonesia, Prabowo: Saya Ingin Bicara Apa Adanya dari Hati ke Hati

Beri Arahan ke Ketua DPRD se-Indonesia, Prabowo: Saya Ingin Bicara Apa Adanya dari Hati ke Hati

News | Sabtu, 18 April 2026 | 13:57 WIB

Singgung Kritik Dibalas Laporan Polisi, Hasto PDIP: RI Dibangun Atas Dialektika, Bukan Bungkam Suara

Singgung Kritik Dibalas Laporan Polisi, Hasto PDIP: RI Dibangun Atas Dialektika, Bukan Bungkam Suara

News | Sabtu, 18 April 2026 | 12:22 WIB

Sebut Iran Mampu Mempraktikkan Ajaran Trisakti Bung Karno, PDIP: Bagaimana dengan Pemerintah?

Sebut Iran Mampu Mempraktikkan Ajaran Trisakti Bung Karno, PDIP: Bagaimana dengan Pemerintah?

News | Sabtu, 18 April 2026 | 12:06 WIB

Bupati Malang Lantik Anak Jadi Kadis, PDIP: Sulit Mengelak Tudingan Nepotisme

Bupati Malang Lantik Anak Jadi Kadis, PDIP: Sulit Mengelak Tudingan Nepotisme

News | Jum'at, 17 April 2026 | 18:17 WIB

Megawati Terima Dubes Jerman, Bahas Geopolitik hingga Warisan Konferensi Asia Afrika

Megawati Terima Dubes Jerman, Bahas Geopolitik hingga Warisan Konferensi Asia Afrika

News | Jum'at, 17 April 2026 | 17:35 WIB

Terkini

Kemenkum Tegaskan Penutupan Situs Tak Bisa Asal, Aduan Pelanggaran Hak Cipta Harus Lewati Verifikasi

Kemenkum Tegaskan Penutupan Situs Tak Bisa Asal, Aduan Pelanggaran Hak Cipta Harus Lewati Verifikasi

Jatim | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:49 WIB

Mahasiswa Serbia Bersih-Bersih Institusi, Kepala Intelijen hingga Direktur Polisi Dipaksa Mundur

Mahasiswa Serbia Bersih-Bersih Institusi, Kepala Intelijen hingga Direktur Polisi Dipaksa Mundur

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:45 WIB

Kemenhub Ungkap 39 Persen Keterlibatan Kecelakaan Lalu Lintas Berasal dari Usia Pelajar

Kemenhub Ungkap 39 Persen Keterlibatan Kecelakaan Lalu Lintas Berasal dari Usia Pelajar

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:42 WIB

Korban Pembunuhan di Madiun Disudutkan karena Status Istri Siri, Aktivis Desak Edukasi Publik

Korban Pembunuhan di Madiun Disudutkan karena Status Istri Siri, Aktivis Desak Edukasi Publik

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:38 WIB

Pendapatan Indosat Tumbuh 11 Persen, Bisnis AI Cloud Bidik 100 Juta Dolar AS pada 2026

Pendapatan Indosat Tumbuh 11 Persen, Bisnis AI Cloud Bidik 100 Juta Dolar AS pada 2026

Tekno | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:35 WIB

Gen Z Bikin Bahasa Baru, namun Apa Kesalahan Menulis Harus Ikut Dimaklumi?

Gen Z Bikin Bahasa Baru, namun Apa Kesalahan Menulis Harus Ikut Dimaklumi?

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:35 WIB

3 Rekomendasi Bedak Tabur Transparan Lokal, Bisa Diandalkan untuk Mengunci Makeup

3 Rekomendasi Bedak Tabur Transparan Lokal, Bisa Diandalkan untuk Mengunci Makeup

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:35 WIB

Guru SD di Palembang Diduga Setubuhi Siswi Lima Kali, Terungkap Setelah Orang Tua Melapor

Guru SD di Palembang Diduga Setubuhi Siswi Lima Kali, Terungkap Setelah Orang Tua Melapor

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:34 WIB

Soroti Pengamanan Demo 28 Oktober Bundaran HI, Legislator PDIP Ingatkan Prosedur Pelibatan TNI

Soroti Pengamanan Demo 28 Oktober Bundaran HI, Legislator PDIP Ingatkan Prosedur Pelibatan TNI

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:32 WIB

Dominasi Netanyahu di Parlemen Israel Ambruk, Warga Gaza dan Timur Tengah Menanti Dampaknya

Dominasi Netanyahu di Parlemen Israel Ambruk, Warga Gaza dan Timur Tengah Menanti Dampaknya

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:30 WIB

×