Hashim Sebut Program MBG Banyak Diserang Fitnah dan Hoaks dari Kelompok Tertentu

Bella | Novian Ardiansyah | Suara.com

Minggu, 19 April 2026 | 21:22 WIB
Hashim Sebut Program MBG Banyak Diserang Fitnah dan Hoaks dari Kelompok Tertentu
Utusan Khusus Presiden bidang Energi dan Iklim Hashim Djojohadikusumo di Fairmont Jakarta, Jakarta Pusat, Minggu (19/4/2026). [Suara.com/Novian]
  • Hashim Djojohadikusumo menyatakan program Makan Bergizi Gratis pemerintah saat ini menghadapi berbagai fitnah dan hoaks dari kelompok tertentu.
  • Pemerintah mengakui adanya kelemahan teknis dalam pelaksanaan awal program Makan Bergizi Gratis yang menjangkau banyak penerima manfaat.
  • Prabowo Subianto mencetuskan program Makan Bergizi Gratis sejak 2006 untuk mengatasi ancaman stunting terhadap kecerdasan generasi masa depan.

Suara.com - Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim Hashim Djojohadikusumo tidak menutup mata atas banyaknya serangan terhadap program prioritas pemerintah, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG).

Serangan terhadap program MBG yang dimaksud adik dari Presiden Prabowo Subianto ini berupa fitnah dan hoaks dari kelompok tertentu.

Hal itu disampaikan Hashim dalam sambutannya di Malam Apresiasi dan Penganugerahan atas capaian Program Jaksa Garda Desa yang digelar Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (DPP Abpednas).

Hashim menyambut positif langkah Abpednas yang turut mendampingi pemerintah untuk mengawasi beberapa program kunci, seperti MBG.

Ia menegaskan bahwa MBG adalah salah satu program utama Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

"Dan di sini kita lihat bahwa terus terang saja program MBG ini banyak diserang oleh kelompok-kelompok tertentu dengan fitnah dan hoaks dan kebohongan, namun kita harus betul-betul menanggapi aspirasi dari rakyat yang benar-benar aspirasi yang tulus," kata Hashim di Fairmont Jakarta, Jakarta Pusat, Minggu (19/4/2026).

Hashim menyadari ada kelemahan dalam program MBG. Ia menyebutkan beberapa contoh kasus yang menjadi kelemahan tersebut.

Menurutnya, wajar jika program MBG memiliki kelemahan, mengingat program tersebut merupakan program yang baru pertama kali dilaksanakan.

"Kita lihat memang ada kelemahan-kelemahan, misalnya keracunan, ada timbulnya belatung-belatung dan sebagainya. Tapi saya kira ini suatu hal yang cukup wajar karena program MBG ini adalah program pertama yang dilaksanakan yang meliputi begitu banyak penerima manfaat," kata Hashim.

Hashim menjelaskan tujuan dari pelaksanaan program MBG. Ia berujar MBG merupakan salah satu program strategis untuk meningkatkan kecerdasan bangsa.

"Termasuk anak-anak kecil yang mengalami stunting dan banyak halangan-halangan tertentu," kata Hashim.

Hashim juga menjelaskan awal mula Prabowo mencetuskan ide program MBG, yakni pada 2006 yang didasarkan pada kondisi anak-anak di Indonesia yang mengalami stunting.

"Stunting ini adalah yang menyebabkan Prabowo Subianto pada tahun 2006 mencetuskan ide untuk program MBG ini. Ini 2006, berarti 19 tahun lalu, 20 tahun lalu, Pak Prabowo waktu itu belum ada partai, Pak Jaksa Agung, belum ada Partai Gerindra," kata Hashim saat berbicara kepada Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin yang turut hadir.

"Belum ada imajinasi, belum ada khayalan untuk mendirikan partai, namun waktu itu Pak Prabowo sudah melihat bahwa stunting merupakan suatu ancaman bagi masa depan bangsa kita," sambungnya.

Hashim bercerita, pada 2006 berdasarkan data Kementerian Kesehatan saat itu tercatat 30 persen anak-anak Indonesia menderita stunting.

"Sewaktu itu Pak Prabowo bilang ke saya kalau ini tidak bisa ditanggulangi, kondisi yang berat ini, kita bisa membayangkan 20 tahun kemudian ya, dia bilang 30 persen angkatan kerja dari angkatan kerja Indonesia itu 30 persen adalah orang-orang yang menderita stunting, 30 persen," kata Hashim.

"Dan sekarang Pak Jaksa Agung, ini sekarang sudah 20 tahun, 20 tahun dari 2006 sekarang jangan-jangan 30 persen dari para pekerja kita, di desa atau di pabrik atau di kota besar menderita stunting. Coba. Dengan IQ rata-rata yang saya dengar 72. Orang-orang yang stunting mereka IQ-nya rata-rata 72 dari manusia yang biasa 100," tutur Hashim.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ternyata Ide Makan Bergizi Gratis Sudah Dirancang Prabowo Sejak 2006, Jauh Sebelum Ada Gerindra

Ternyata Ide Makan Bergizi Gratis Sudah Dirancang Prabowo Sejak 2006, Jauh Sebelum Ada Gerindra

News | Minggu, 19 April 2026 | 21:17 WIB

Uya Kuya Polisikan Akun Threads Soal Hoaks 750 Dapur MBG, Ini Detail Laporannya

Uya Kuya Polisikan Akun Threads Soal Hoaks 750 Dapur MBG, Ini Detail Laporannya

News | Minggu, 19 April 2026 | 18:07 WIB

Uya Kuya Klarifikasi Disebut Punya 750 Dapur MBG

Uya Kuya Klarifikasi Disebut Punya 750 Dapur MBG

Entertainment | Sabtu, 18 April 2026 | 15:45 WIB

Lebih Enak MBG? Penampakan Makanan Tak Layak Prajurit AS Saat Perang Lawan Iran

Lebih Enak MBG? Penampakan Makanan Tak Layak Prajurit AS Saat Perang Lawan Iran

News | Sabtu, 18 April 2026 | 11:03 WIB

49 Siswa di Cilegon Diduga Keracunan MBG, Polisi Telusuri Sisa Makanan Hingga Darah Korban

49 Siswa di Cilegon Diduga Keracunan MBG, Polisi Telusuri Sisa Makanan Hingga Darah Korban

News | Jum'at, 17 April 2026 | 21:35 WIB

KPK Bongkar Titik Rawan Korupsi Program MBG, Dari Regulasi Lemah hingga Konflik Kepentingan

KPK Bongkar Titik Rawan Korupsi Program MBG, Dari Regulasi Lemah hingga Konflik Kepentingan

News | Jum'at, 17 April 2026 | 15:05 WIB

OJK Minta Pinjol Kasih Utang ke Program MBG

OJK Minta Pinjol Kasih Utang ke Program MBG

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 08:35 WIB

BGN Prioritaskan Motor Listrik untuk Wilayah Terpencil

BGN Prioritaskan Motor Listrik untuk Wilayah Terpencil

News | Kamis, 16 April 2026 | 18:30 WIB

BGN Pastikan Motor Listrik Bakal 'Blusukan' Antar MBG di Seluruh Indonesia

BGN Pastikan Motor Listrik Bakal 'Blusukan' Antar MBG di Seluruh Indonesia

News | Kamis, 16 April 2026 | 17:13 WIB

Intip Harga Daihatsu Gran Max Terbaru, Calon Mobil Sejuta Umat Tembus 900 Ribu Unit

Intip Harga Daihatsu Gran Max Terbaru, Calon Mobil Sejuta Umat Tembus 900 Ribu Unit

Otomotif | Kamis, 16 April 2026 | 16:33 WIB

Terkini

Tomsi Tohir Desak Pemda Turun ke Lapangan Kendalikan Inflasi, Bukan Hanya Rapat

Tomsi Tohir Desak Pemda Turun ke Lapangan Kendalikan Inflasi, Bukan Hanya Rapat

News | Senin, 27 April 2026 | 14:04 WIB

Fadli Zon Jajaki Pendirian Rumah Budaya Indonesia di Beijing

Fadli Zon Jajaki Pendirian Rumah Budaya Indonesia di Beijing

News | Senin, 27 April 2026 | 14:03 WIB

Pasokan Terancam di Selat Hormuz, Tren Kenaikan Harga Minyak Belum Reda

Pasokan Terancam di Selat Hormuz, Tren Kenaikan Harga Minyak Belum Reda

News | Senin, 27 April 2026 | 13:56 WIB

Bos Perusahaan Rokok PT Gading Gadja Mada Dipanggil KPK untuk Kasus Bea Cukai

Bos Perusahaan Rokok PT Gading Gadja Mada Dipanggil KPK untuk Kasus Bea Cukai

News | Senin, 27 April 2026 | 13:54 WIB

Isu Reshuffle Sore Ini, Bahlil: Ya Nanti Kita Lihat

Isu Reshuffle Sore Ini, Bahlil: Ya Nanti Kita Lihat

News | Senin, 27 April 2026 | 13:48 WIB

Soal Pembatasan Uang Tunai saat Pemilu, Hensa: Harus Tegas dan Bisa Ditegakkan

Soal Pembatasan Uang Tunai saat Pemilu, Hensa: Harus Tegas dan Bisa Ditegakkan

News | Senin, 27 April 2026 | 13:44 WIB

Fakta Miris Daycare di Indonesia: 44 Persen Ilegal dan Mayoritas Pengasuh Tak Tersertifikasi

Fakta Miris Daycare di Indonesia: 44 Persen Ilegal dan Mayoritas Pengasuh Tak Tersertifikasi

News | Senin, 27 April 2026 | 13:41 WIB

Lagi, KPK Periksa Dua Bos Travel Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji

Lagi, KPK Periksa Dua Bos Travel Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji

News | Senin, 27 April 2026 | 13:40 WIB

Pemerintah Klaim Kenaikan BBM Nonsubsidi Tak Ganggu UMKM

Pemerintah Klaim Kenaikan BBM Nonsubsidi Tak Ganggu UMKM

News | Senin, 27 April 2026 | 13:37 WIB

Buntut Kekerasan di Yogyakarta, DPR Desak Evaluasi Total Daycare: Harus Ada Screening Digital

Buntut Kekerasan di Yogyakarta, DPR Desak Evaluasi Total Daycare: Harus Ada Screening Digital

News | Senin, 27 April 2026 | 13:29 WIB