Fakta Miris Daycare di Indonesia: 44 Persen Ilegal dan Mayoritas Pengasuh Tak Tersertifikasi

Bangun Santoso

Senin, 27 April 2026 | 13:41 WIB
Fakta Miris Daycare di Indonesia: 44 Persen Ilegal dan Mayoritas Pengasuh Tak Tersertifikasi
Ilustrasi anak-anak bermain di daycare. [Suara.com/Rochmat]
baca 10 detik
  • KemenPPPA melaporkan 44 persen daycare di Indonesia belum memiliki izin resmi dan minim standarisasi operasional yang memadai.
  • Mayoritas tenaga pengasuh di Indonesia belum memiliki sertifikasi resmi, sehingga kompetensi dalam perlindungan anak masih diragukan.
  • Pemerintah mendorong implementasi standarisasi TARA dan kode etik perlindungan anak untuk menjamin hak serta keamanan anak.

Suara.com - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) merilis data terbaru mengenai kondisi layanan pengasuhan anak atau daycare di Indonesia yang menunjukkan angka mengkhawatirkan.

Berdasarkan catatan kementerian, sekitar 44 persen daycare di Indonesia saat ini belum memiliki izin atau legalitas resmi. Dari total penyedia layanan yang ada, hanya 30,7 persen yang tercatat telah mengantongi izin operasional secara lengkap.

"Kualitas layanan masih menjadi tantangan besar. Sekitar 44 persen belum memiliki izin atau legalitas, dan hanya 30,7 persen yang memiliki izin operasional," kata Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi di Jakarta, Senin (27/4/2026).

Kondisi legalitas ini semakin diperparah dengan rendahnya angka pendaftaran resmi dan status badan hukum dari penyedia jasa penitipan anak tersebut.

Data KemenPPPA menunjukkan bahwa baru 12 persen daycare yang memiliki tanda daftar resmi dari instansi terkait. Selain itu, hanya sekitar 13,3 persen dari seluruh daycare di Indonesia yang sudah berstatus sebagai badan hukum yang sah.

Dari sisi tata kelola internal dan manajemen operasional, ditemukan fakta bahwa sekitar 20 persen daycare belum memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) yang jelas dalam menjalankan kegiatannya sehari-hari.

Masalah kompetensi tenaga kerja juga menjadi sorotan tajam, di mana 66,7 persen Sumber Daya Manusia (SDM) yang bertugas sebagai pengelola maupun pengasuh di daycare tersebut belum memiliki sertifikasi resmi di bidangnya.

"Proses rekrutmen pengasuh pun umumnya belum berbasis standar dan masih minim pelatihan khusus," kata Arifah Fauzi sebagaimana dilansir Antara.

Ketimpangan kualitas ini terjadi di tengah lonjakan kebutuhan masyarakat terhadap jasa pengasuhan anak alternatif. KemenPPPA mencatat bahwa sekitar 75 persen keluarga di Indonesia saat ini telah menggunakan layanan pengasuhan alternatif seperti daycare untuk membantu menjaga dan mendidik anak-anak mereka.

baca juga

Tingginya angka penggunaan jasa ini tidak berbanding lurus dengan jaminan kualitas yang diberikan oleh penyedia layanan.

Kondisi tersebut menunjukkan adanya celah besar antara kebutuhan publik dengan ketersediaan layanan yang mampu menjamin pemenuhan hak anak secara optimal sesuai dengan standar keamanan dan perlindungan anak yang berlaku secara nasional.

"Kami mendorong penerapan layanan pengasuhan terstandar melalui sertifikasi Taman Asuh Ramah Anak (TARA), sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri PPPA Nomor 4 Tahun 2024. Program TARA mengatur, standar layanan daycare ramah anak, prinsip pengasuhan berbasis hak anak, jejaring rujukan dan kemitraan, sistem pemantauan dan evaluasi. Kami menekankan aspek sumber daya manusia menjadi kunci utama. Pengelola dan pengasuh harus memahami konsep pengasuhan berbasis hak anak serta memiliki kompetensi yang memadai," kata Menteri Arifatul Choiri Fauzi.

Penerapan standar TARA ini mencakup berbagai aspek krusial, mulai dari ketersediaan fasilitas yang aman bagi anak, kurikulum pengasuhan yang mendukung tumbuh kembang, hingga mekanisme pemantauan berkala.

Fokus utama dari regulasi ini adalah memastikan bahwa setiap anak yang berada di bawah pengasuhan daycare mendapatkan perlindungan penuh dari segala risiko yang mungkin terjadi selama proses penitipan.

Selain standarisasi melalui TARA, KemenPPPA juga mewajibkan penerapan kode etik perlindungan anak atau child safeguarding bagi seluruh pengelola daycare.

Hal ini merupakan bentuk komitmen nyata dari seluruh SDM di lembaga pengasuhan untuk melindungi anak-anak dari segala bentuk kekerasan, pelecehan, penelantaran, eksploitasi, maupun perlakuan salah lainnya. Langkah ini diambil agar seluruh operasional daycare di Indonesia sejalan dengan prinsip-prinsip yang tertuang dalam Konvensi Hak Anak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Buntut Kekerasan di Yogyakarta, DPR Desak Evaluasi Total Daycare: Harus Ada Screening Digital

Buntut Kekerasan di Yogyakarta, DPR Desak Evaluasi Total Daycare: Harus Ada Screening Digital

News | Senin, 27 April 2026 | 13:29 WIB

Kementerian HAM Kecam Keras Kasus Daycare Yogya: Masuk Kategori Pelanggaran Berat

Kementerian HAM Kecam Keras Kasus Daycare Yogya: Masuk Kategori Pelanggaran Berat

News | Senin, 27 April 2026 | 13:27 WIB

KemenPPPA Sebut Lonjakan Daycare di Indonesia Tak Diiringi Standar dan Legalitas

KemenPPPA Sebut Lonjakan Daycare di Indonesia Tak Diiringi Standar dan Legalitas

News | Senin, 27 April 2026 | 13:22 WIB

Menyeimbangkan Karier dan Anak, Daycare Berkualitas Jadi Kunci Dukungan untuk Ibu Bekerja

Menyeimbangkan Karier dan Anak, Daycare Berkualitas Jadi Kunci Dukungan untuk Ibu Bekerja

Health | Senin, 27 April 2026 | 12:52 WIB

Kasus Kekerasan Daycare Yogyakarta, DPR Desak Hukuman Berat dan Audit Total

Kasus Kekerasan Daycare Yogyakarta, DPR Desak Hukuman Berat dan Audit Total

News | Senin, 27 April 2026 | 11:55 WIB

Buntut Kasus Little Aresha, Menko PMK Instruksikan Evaluasi Total Daycare se-Indonesia

Buntut Kasus Little Aresha, Menko PMK Instruksikan Evaluasi Total Daycare se-Indonesia

News | Senin, 27 April 2026 | 11:39 WIB

Mayoritas Daycare Belum Berizin, Menteri PPPA Soroti Minimnya Standar dan Risiko bagi Anak

Mayoritas Daycare Belum Berizin, Menteri PPPA Soroti Minimnya Standar dan Risiko bagi Anak

News | Senin, 27 April 2026 | 11:19 WIB

Terkini

70 Tahun Jadi Bagian Sejarah Indonesia, Panasonic Gobel Rawat Memori Dan Komitmen Mitra

70 Tahun Jadi Bagian Sejarah Indonesia, Panasonic Gobel Rawat Memori Dan Komitmen Mitra

Bali | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:23 WIB

Pekalongan hingga Demak, Ancaman Rob Paksa Warga Pesisir Beradaptasi, Kerugian Capai Ratusan Triliun

Pekalongan hingga Demak, Ancaman Rob Paksa Warga Pesisir Beradaptasi, Kerugian Capai Ratusan Triliun

Jawa Tengah | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:18 WIB

Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina

Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:13 WIB

Wacana Blokir Medsos Anak: Solusi Aman atau Bikin Anak Makin Penasaran?

Wacana Blokir Medsos Anak: Solusi Aman atau Bikin Anak Makin Penasaran?

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:10 WIB

OJK Siapkan 8 Jurus Reformasi Pasar Modal, Free Float IPO Minimal 15%

OJK Siapkan 8 Jurus Reformasi Pasar Modal, Free Float IPO Minimal 15%

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:10 WIB

GPCI Siap Kawal MUI Tolak Konser Andrea Bocelli

GPCI Siap Kawal MUI Tolak Konser Andrea Bocelli

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:10 WIB

Beda Skin Tint dan BB Tint, Mana yang Lebih Cocok untuk Makeup Harian?

Beda Skin Tint dan BB Tint, Mana yang Lebih Cocok untuk Makeup Harian?

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:05 WIB

Coach Justin Nilai AXIS Nation Cup Buka Jalan Talenta Muda ke Level Profesional

Coach Justin Nilai AXIS Nation Cup Buka Jalan Talenta Muda ke Level Profesional

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:01 WIB

Hasto Bongkar Konsep MBG Alternatif PDIP, Sentil Program yang Terlalu Sentralistik

Hasto Bongkar Konsep MBG Alternatif PDIP, Sentil Program yang Terlalu Sentralistik

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:00 WIB

Ekonomi Vietnam Bakal jadi Raja di ASEAN, Indonesia Terancam Turun Kasta

Ekonomi Vietnam Bakal jadi Raja di ASEAN, Indonesia Terancam Turun Kasta

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:00 WIB

×