Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.969,396
LQ45 677,179
Srikehati 334,465
JII 451,232
USD/IDR 17.370

Kurs Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.172 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

Dythia Novianty | Rina Anggraeni | Suara.com

Senin, 20 April 2026 | 09:41 WIB
Kurs Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.172 per Dolar AS, Ini Penyebabnya
Petugas menunjukkan mata uang Rupiah dan Dolar AS di tempat penukaran uang. [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Nilai tukar rupiah menguat 0,10 persen ke level Rp17.172 per dolar AS pada perdagangan Senin, 20 April 2026.
  • Kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM non-subsidi menjadi faktor utama pendorong penguatan rupiah demi menjaga kesehatan fiskal negara.
  • Ketidakpastian geopolitik di Selat Hormuz serta perundingan AS-Iran membatasi laju penguatan rupiah dalam rentang Rp17.100 hingga Rp17.200.

Suara.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terpantau bergerak menguat tipis pada perdagangan hari ini.

Sentimen positif dari kebijakan domestik terkait harga energi. Sebab, harga energi menjadi penopang utama, di tengah ketidakpastian geopolitik global yang masih membayangi.

Berdasarkan, data Bloomberg, rupiah dibuka Rp17.172. Level ini membuat rupiah menguat 0,10 persen dibandingkan perdagangan Jumat (17/4/2026) di level Rp17.188

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengungkapkan bahwa penguatan rupiah didorong oleh langkah pemerintah yang menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi. Kebijakan ini dinilai pasar sebagai langkah strategis untuk menjaga kesehatan fiskal.

"Rupiah menguat terhadap dolar AS menyusul langkah pemerintah menaikkan harga BBM non-subsidi yang dianggap dapat mengurangi beban APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara)," kata Lukman Leong saat dihubungi Suara.com.

Meski bergerak di zona hijau, penguatan rupiah cenderung terbatas. Lukman menjelaskan ada beberapa faktor eksternal yang menahan laju apresiasi mata uang Garuda. Salah satunya adalah ketidakpastian situasi di Selat Hormuz yang merupakan jalur vital perdagangan minyak dunia.

Selat Hormuz
Selat Hormuz

Selain itu, pelaku pasar saat ini tengah berada dalam posisi wait and see atau menunggu kepastian terkait perundingan antara Amerika Serikat dan Iran. Namun, kabar mengenai perundingan yang dijadwalkan pada hari Senin tersebut masih simpang siur dan belum dapat dipastikan kebenarannya.

"Ketidakpastian seputar status Selat Hormuz membatasi penguatan. Investor juga masih cenderung menunggu hasil perundingan AS-Iran yang statusnya masih belum pasti atau simpang siur," tambah Lukman.

Dari dalam negeri, perhatian investor tertuju pada Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) yang akan berlangsung pada Rabu mendatang. Keputusan terkait kebijakan moneter dan suku bunga acuan (BI Rate) diprediksi akan menjadi arah baru bagi pergerakan rupiah di sisa pekan ini.

Dengan berbagai sentimen tersebut, Lukman memproyeksikan rupiah akan bergerak dalam rentang yang cukup lebar hari ini.

"Pergerakan rupiah hari ini diperkirakan berada di kisaran (range) Rp17.100 hingga Rp17.200 per dolar AS," pungkasnya. Sementara itu beberapa mata uang Asia mengalami pelemahan.

Salah satunya, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam setelah anjlok 0,94 persen. Disusul, baht Thailand yang ambles 0,31 persen.

Lalu, ada dolar Singapura turun 0,24 persen dan yen Jepang tertekan 0,14 persen. Lalu yuan China yang terkoreksi 0,02 persen. Berikutnya, dolar Hong Kong tergelincir 0,02 persen dan ringgit Malaysia melemah tipis 0,008 persen.

Sedangkan, dolar Taiwan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,26 persen. Diikuti, peso Filipina yang menguat tipis 0,05 persen terhadap the greenback.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Mulai Bangkit, Dolar AS Turun ke Level Rp16.999

Rupiah Mulai Bangkit, Dolar AS Turun ke Level Rp16.999

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 10:16 WIB

Rupiah Babak Belur ke Rp17.100, BI Siapkan Instrumen Operasi Moneter

Rupiah Babak Belur ke Rp17.100, BI Siapkan Instrumen Operasi Moneter

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 18:46 WIB

Terpuruk! Rupiah Tembus Level Terlemah Sepanjang Sejarah Rp 17.105/USD

Terpuruk! Rupiah Tembus Level Terlemah Sepanjang Sejarah Rp 17.105/USD

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 16:02 WIB

Rupiah Masih Mimpi Buruk, Bertahan di Level Rp 17.078/USD

Rupiah Masih Mimpi Buruk, Bertahan di Level Rp 17.078/USD

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 09:59 WIB

Rupiah Loyo ke Rp17.035, Defisit Anggaran hingga Isu Perang AS-Iran Jadi Biang Keladi

Rupiah Loyo ke Rp17.035, Defisit Anggaran hingga Isu Perang AS-Iran Jadi Biang Keladi

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 15:57 WIB

Dolar AS Naik, Rupiah Makin Anjlok ke Level Rp17.006

Dolar AS Naik, Rupiah Makin Anjlok ke Level Rp17.006

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 09:58 WIB

Terkini

Purbaya Terima Aduan 46 Ribu Masalah Ditjen Pajak dan Bea Cukai

Purbaya Terima Aduan 46 Ribu Masalah Ditjen Pajak dan Bea Cukai

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 19:31 WIB

Cerita Purbaya Ditekan Investor Asing Gegara Ragukan Kondisi Ekonomi RI

Cerita Purbaya Ditekan Investor Asing Gegara Ragukan Kondisi Ekonomi RI

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 19:14 WIB

Diproyeksi Masih Tertekan, Intip Ramalan Pergerakan IHSG Pekan Depan

Diproyeksi Masih Tertekan, Intip Ramalan Pergerakan IHSG Pekan Depan

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:58 WIB

Progres Pembangunan Pabrik Kimia Milik Chandra Asri Capai 66%

Progres Pembangunan Pabrik Kimia Milik Chandra Asri Capai 66%

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:48 WIB

Nilai Tukar Rupiah Bisa Terus Melorot ke Level Rp 17.500 di Pekan Depan

Nilai Tukar Rupiah Bisa Terus Melorot ke Level Rp 17.500 di Pekan Depan

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:36 WIB

UMKM Binaan Pertamina Raup Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

UMKM Binaan Pertamina Raup Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:31 WIB

Simulasi Pengajuan Cicilan KUR BRI Hingga Rp500 Juta untuk UMKM 2026

Simulasi Pengajuan Cicilan KUR BRI Hingga Rp500 Juta untuk UMKM 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:26 WIB

BI Lapor Uang Primer Tumbuh Melambat 14,3% pada April 2026

BI Lapor Uang Primer Tumbuh Melambat 14,3% pada April 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:19 WIB

ASDP Masih Raih Pendapatan Rp 4,96 triliun pada 2025 di Tengah Tantangan Bisnis

ASDP Masih Raih Pendapatan Rp 4,96 triliun pada 2025 di Tengah Tantangan Bisnis

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:14 WIB

OJK Restui Merger BPR Danaputra Sakti dengan BPR Harta Swadiri

OJK Restui Merger BPR Danaputra Sakti dengan BPR Harta Swadiri

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:04 WIB