24 Jam Penuh Gejolak di Selat Hormuz, Apa Saja yang Terjadi?

Pebriansyah Ariefana

Senin, 20 April 2026 | 12:38 WIB
24 Jam Penuh Gejolak di Selat Hormuz, Apa Saja yang Terjadi?
Selat Hormuz (Freepic)
baca 10 detik
  • Iran kembali memblokade Selat Hormuz sebagai balasan atas blokade pelabuhan oleh Amerika Serikat.

  • Donald Trump mengancam akan melakukan pemboman jika gencatan senjata berakhir tanpa ada kesepakatan.

  • Militer Iran menyatakan kesiapan menggunakan rudal produksi terbaru tahun 2026 dalam perang mendatang.

Suara.com - Stabilitas keamanan di Selat Hormuz kembali berada di titik nadir setelah harapan dibukanya jalur pelayaran internasional tersebut sirna hanya dalam waktu singkat.

Gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran kini berada di ambang kolaps seiring dengan penutupan kembali jalur distribusi minyak paling vital di dunia oleh militer Teheran.

Dikutip dari CNN, penutupan ini dipicu oleh sikap keras Washington yang tetap mempertahankan blokade pelabuhan Iran hingga seluruh butir kesepakatan nuklir dipenuhi secara sepihak.

Kapal macet di Selat Hormuz (TOI)
Kapal macet di Selat Hormuz (TOI)

Kondisi ini menciptakan ketidakpastian global mengingat sisa waktu gencatan senjata yang hanya menyisakan kurang dari tiga hari sebelum masa berlakunya habis.

Dunia internasional kini menyoroti bagaimana ego politik kedua negara telah mengabaikan keselamatan navigasi laut komersial di kawasan Timur Tengah.

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran secara resmi mengumumkan pengaktifan kembali status blokade penuh terhadap wilayah perairan Selat Hormuz yang strategis tersebut.

Keputusan militer ini diambil sebagai respons langsung atas kebijakan Donald Trump yang bersikeras mencekik ekonomi Iran melalui blokade pelabuhan yang berkepanjangan.

Pihak IRGC memberikan peringatan keras bahwa setiap pergerakan yang mendekati zona tersebut akan dianggap sebagai bentuk kolaborasi nyata dengan musuh-musuh mereka.

“Mendekati Selat Hormuz akan dianggap sebagai kerja sama dengan musuh, dan setiap kapal yang melanggar akan menjadi target,” tegas IRGC dalam pernyataan resminya.

baca juga

Ketegangan fisik mulai terjadi di lapangan saat dua kapal dilaporkan menjadi sasaran tembakan peringatan di wilayah perairan yang berjarak 20 mil dari Oman.

Sinyal Perang dan Teknologi Rudal

Kapten kapal tanker yang menjadi saksi mata mengonfirmasi bahwa kapal motor cepat milik Iran bertanggung jawab atas serangan pertama di tengah laut.

Di sisi lain, Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, dalam pernyataan langkanya menegaskan kesiapan angkatan laut mereka untuk memukul mundur semua ancaman asing.

“Angkatan Laut kami yang gagah berani siap membuat musuh merasakan pahitnya kekalahan baru,” ujar Khamenei yang baru muncul setelah enam minggu menjabat.

Ancaman militer Iran pun semakin mengkhawatirkan setelah para jenderal senior Teheran mulai menyinggung penggunaan teknologi persenjataan terbaru dalam konflik yang akan datang.

Jenderal Mohammed Naqdi menyatakan kesiapan mereka menggunakan peluru kendali dengan spesifikasi produksi paling mutakhir jika peperangan terbuka benar-benar kembali meletus.

“Jika perang dimulai lagi, kami akan menggunakan rudal yang tanggal produksinya adalah Mei 2026,” ungkap Jenderal Mohammed Naqdi kepada media setempat pada hari Sabtu.

Ia juga menekankan bahwa selama ini Teheran telah bersikap sabar agar tidak mengganggu stabilitas produksi minyak dan kepentingan ekonomi masyarakat dunia.

“Kami bisa menghentikan produksi minyak, tetapi kami tidak ingin menimbulkan gangguan bagi dunia, jadi kami bertindak dengan sabar,” tambah Naqdi dalam keterangannya.

Meski demikian, Presiden Donald Trump justru menunjukkan sikap yang kontradiktif dengan mengklaim bahwa proses komunikasi dengan pihak Iran sedang berjalan lancar.

Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan pernah mau ditekan oleh ancaman atau pemerasan diplomatik yang dilakukan oleh rezim Teheran saat ini.

Risiko Bom dan Kegagalan Gencatan Senjata

Hambatan utama dalam dialog ini masih berkutat pada isu pengayaan uranium serta tuntutan Amerika Serikat agar Iran menyerahkan seluruh cadangan uranium mereka.

Hingga saat ini, Dewan Keamanan Nasional Iran masih menimbang tawaran baru dari Washington tanpa memberikan kepastian kapan mereka akan memberikan jawaban resmi.

Trump bahkan telah melontarkan ancaman militer terbuka bahwa opsi serangan udara akan diambil jika kesepakatan perpanjangan gencatan senjata gagal dicapai segera.

“Mungkin saya tidak akan memperpanjangnya, sehingga Anda akan menghadapi blokade dan sayangnya kita harus mulai menjatuhkan bom lagi,” ucap Trump pada hari Jumat.

Di tengah situasi genting tersebut, para pejabat tinggi pertahanan dan intelijen Amerika Serikat terlihat mulai berkumpul secara intensif di Gedung Putih.

Krisis di Selat Hormuz bermula dari ketegangan nuklir kronis antara Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump dan Republik Islam Iran selama beberapa tahun terakhir.

Selat Hormuz merupakan titik sumbat paling krusial bagi pasokan energi dunia, di mana sekitar seperlima dari total konsumsi minyak bumi global melintasi jalur ini.

Pemberlakuan blokade pelabuhan oleh AS merupakan sanksi ekonomi berat untuk memaksa Iran menghentikan program nuklirnya, yang dibalas Iran dengan ancaman penutupan jalur laut.

Gencatan senjata sementara yang akan berakhir pada 21 April mendatang tadinya diharapkan menjadi pintu masuk bagi perdamaian permanen, namun justru memicu ketidakpastian baru.

Absennya transparansi dalam jalur negosiasi membuat pasar energi dunia sangat fluktuatif terhadap setiap pernyataan yang keluar dari kedua belah pihak yang bertikai.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sumpah Serapah Militer Iran! Segera Merespons Usai Kapal Perusak AS Berulah

Sumpah Serapah Militer Iran! Segera Merespons Usai Kapal Perusak AS Berulah

News | Senin, 20 April 2026 | 12:24 WIB

Selat Hormuz Diblokade Iran, AS Mulai Incar Selat Malaka? Kapal Perang Trump Lintasi Perairan RI

Selat Hormuz Diblokade Iran, AS Mulai Incar Selat Malaka? Kapal Perang Trump Lintasi Perairan RI

News | Senin, 20 April 2026 | 12:01 WIB

Tampang Eks Tentara AS Pelaku Penembakan Massal di Louisiana: 8 Anak Dihabisi di Dalam Rumah

Tampang Eks Tentara AS Pelaku Penembakan Massal di Louisiana: 8 Anak Dihabisi di Dalam Rumah

News | Senin, 20 April 2026 | 11:22 WIB

Terkini

Mensos Gus Ipul Tegaskan Pendaftaran Agen Perlinsos Bukan Lowongan Kerja: Ini Relawan

Mensos Gus Ipul Tegaskan Pendaftaran Agen Perlinsos Bukan Lowongan Kerja: Ini Relawan

News | Senin, 14 September 2026 | 11:15 WIB

Bencana Alam Tak Bisa Dihitung dengan Kalkulator

Bencana Alam Tak Bisa Dihitung dengan Kalkulator

News | Senin, 14 September 2026 | 11:14 WIB

Gubernur Khofifah Terima Audiensi PT Wiraraja Madura Internasional dan Delegasi Investor Kawasan

Gubernur Khofifah Terima Audiensi PT Wiraraja Madura Internasional dan Delegasi Investor Kawasan

Jatim | Senin, 14 September 2026 | 11:14 WIB

Basarnas Makassar Kerahkan KN SAR Kamajaya Cari Korban KMP Virgo Transport 8

Basarnas Makassar Kerahkan KN SAR Kamajaya Cari Korban KMP Virgo Transport 8

Sulsel | Senin, 14 September 2026 | 11:13 WIB

Pembunuh Wanita di Hotel Melati Tanah Abang Ditangkap, Sempat Pakai Identitas Palsu

Pembunuh Wanita di Hotel Melati Tanah Abang Ditangkap, Sempat Pakai Identitas Palsu

News | Senin, 14 September 2026 | 11:07 WIB

Program SPHP, Bulog Siap Salurkan 150 Ribu Ton SPHP Jagung hingga Akhir 2026

Program SPHP, Bulog Siap Salurkan 150 Ribu Ton SPHP Jagung hingga Akhir 2026

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 11:05 WIB

Sering Capek Padahal Nggak Ngapa-ngapain? Bisa Jadi Otakmu 'Kelebihan Muatan'

Sering Capek Padahal Nggak Ngapa-ngapain? Bisa Jadi Otakmu 'Kelebihan Muatan'

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 11:05 WIB

Bos Gudang Garam Ungkap Beratnya Cukai Rokok: Jual Rp26.000, Setor ke Negara Rp19.000

Bos Gudang Garam Ungkap Beratnya Cukai Rokok: Jual Rp26.000, Setor ke Negara Rp19.000

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 11:03 WIB

Tidur Sekasur tapi Rasanya Seperti Teman Sekamar? Kenali 5 Tanda Pernikahan Sedang Sekarat

Tidur Sekasur tapi Rasanya Seperti Teman Sekamar? Kenali 5 Tanda Pernikahan Sedang Sekarat

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 11:03 WIB

Demi Makan, Jutaan Orang Rela Kerja ke Sini Meski Terancam Tewas Terbunuh

Demi Makan, Jutaan Orang Rela Kerja ke Sini Meski Terancam Tewas Terbunuh

News | Senin, 14 September 2026 | 11:01 WIB

×