Guntur Romli Singgung Pernyataan JK: Jokowi Dinilai Berkhianat ke Banyak Tokoh

Vania Rossa, Bagaskara Isdiansyah

Senin, 20 April 2026 | 17:27 WIB
Guntur Romli Singgung Pernyataan JK: Jokowi Dinilai Berkhianat ke Banyak Tokoh
Juru Bicara PDI Perjuangan Guntur Romli. (Suara.com/Dea)
baca 10 detik
  • Jusuf Kalla menyatakan dirinya berperan krusial membawa Joko Widodo dari Solo menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga Presiden RI.
  • Guntur Romli menyebut pernyataan Jusuf Kalla memberikan kesan bahwa Joko Widodo telah berkhianat terhadap orang-orang yang berjasa besar.
  • Politisi PDIP tersebut menegaskan partai telah memecat Joko Widodo dan tidak ingin lagi membahas keterkaitan dengan mantan presiden.

Suara.com - Politisi PDIP M Guntur Romli enggan menanggapi secara serius soal hal yang berbau dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi

Namun ia menilai adanya pernyataan dari Wapres ke-10 dan 12 RI Jusuf Kalla (JK) baru-baru ini dianggapnya memiliki kesan bahwa Jokowi memang berkhianat terhadap orang-orang memiliki jasa.

Hal itu disampaikan Guntur menanggapi pernyataan JK yang sebelumnya menyinggung jika Jokowi menjadi Presiden karena dibawa olehnya.

"PDI Perjuangan sudah tutup buku dgn Pak Jokowi, sudah dipecat. Tidak mau lagi membahas dan dikaitkan dengan Jokowi. Tapi kesan dari pernyataan Pak JK, Jokowi itu memang berkhianat dan melukai pada orang-orang yang berjasa besar padanya," kata Guntur kepada wartawan, Senin (20/4/2026).

Guntur lantas menyebut orang-orang yang dianggap telah dikhianati Jokowi, dari Megawati Soekarnoputri hingga JK.

"Dari Bu Mega, Pak JK, Mas Hasto Kristiyanto, Mas Ganjar Pranowo, Mas Pramono Anung (dalam Pilkada DKI), Bu Risma, Pak Andika Perkasa, Mas FX Rudy, Pak Ahok juga dan PDI Perjuangan," ujarnya.

"Dan tidak hanya ke orang-orang PDI Perjuangan juga pada Pak Anies Baswedan dan Pak Tom Lembong yg semuanya pernah membentu Jokowi," sambungnya.

Ia mengatakan, orang-orang yang disebutkannya tersebut memiliki jasa besar terhadap karir politik Jokowi. Namun justru dibalas pengkhianatan.

"Nama-nama yg saya sebut itu semua berkontribusi besar terhadap karir Jokowi, tapi apa balasannya? Pengkhianatan dan menyakitkan," pungkasnya.

baca juga

Sebelumnya, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), meluapkan kegeramannya setelah dirinya terseret dalam berbagai polemik, mulai dari laporan dugaan penistaan agama hingga isu ijazah Presiden ke-7 Joko Widodo atau Jokowi. 

JK secara tegas mengingatkan semua pihak mengenai peran krusialnya dalam memboyong Jokowi dari Solo hingga sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan akhirnya menjadi Presiden.

Ia menekankan bahwa karier nasional Jokowi tidak lepas dari campur tangan dan rekomendasinya saat itu.

"Siapa yang bawa Jokowi ke Jakarta? Saya yang bawa ke Jakarta dari Solo, untuk jadi gubernur. Saya yang bawa," ujar JK dalam konferensi pers di Kediamannya di Kawasan Jakarta Selatan, Sabtu (18/4/2026).

JK menceritakan kembali momen saat dirinya meyakinkan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, untuk mengusung Jokowi di Pilkada DKI Jakarta tahun 2012 silam.

"Itu Ibu Mega. (Saya bilang) 'Ibu, ini calon baik orang PDIP'. Akhirnya beliau setuju. Jadilah gubernur," kenang JK.

Menurut JK, posisi Gubernur Jakarta merupakan batu loncatan yang mustahil dilewati Jokowi untuk menjadi orang nomor satu di Indonesia tanpa restunya saat itu. 

"Jokowi jadi presiden karena saya. Kan tanpa gubernur, mana bisa jadi presiden? Coba lihat," tambahnya.

JK juga mengungkap memori saat Jokowi datang ke kediamannya untuk mengucapkan terima kasih setelah memenangi Pilgub DKI Jakarta. Saat itu, kata JK, Jokowi datang dengan masih mengenakan kemeja kotak-kotak yang menjadi ciri khas kampanyenya.

"Waktu dia menang jadi gubernur, setelah ke Ibu Mega, datang sama saya ucapkan terima kasih. Datang ke rumah, itu masih pakai baju kotak-kotaknya. Tanya sama beliau," tegasnya sembari meminta publik melihat kembali dokumentasi foto masa itu.

Kekesalan JK memuncak saat dirinya justru dilaporkan ke polisi dan dituduh melakukan berbagai tindakan negatif terutama soal polemik ijazah Jokowi oleh pihak-pihak yang ia sebut sebagai "termul". 

Ia merasa jasa-jasanya selama ini seolah dilupakan oleh mereka yang kini menyerangnya.

"Apa kurangnya saya coba? Saya yang bantu Jokowi. Kasih tahu semua itu, termul-termul itu. Janganlah macam-macam begitu," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jaksa Resmi Tuntut Mantan Wali Kota Kasus Ijazah Palsu dengan Pasal Berlapis

Jaksa Resmi Tuntut Mantan Wali Kota Kasus Ijazah Palsu dengan Pasal Berlapis

News | Senin, 20 April 2026 | 15:37 WIB

Diduga Hasut dan Provokasi Terkait Video JK, Ade Armando dan Permadi Arya Dilaporkan ke Polisi

Diduga Hasut dan Provokasi Terkait Video JK, Ade Armando dan Permadi Arya Dilaporkan ke Polisi

News | Senin, 20 April 2026 | 15:01 WIB

Sebut Ijazah Jokowi Asli, Ketum Termul Firdaus Oiwobo ke JK: Jangan Mau Terprovokasi Roy Suryo

Sebut Ijazah Jokowi Asli, Ketum Termul Firdaus Oiwobo ke JK: Jangan Mau Terprovokasi Roy Suryo

News | Senin, 20 April 2026 | 14:20 WIB

Terkini

Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru

Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:22 WIB

Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?

Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:17 WIB

Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper

Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11 WIB

Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi

Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi

Jabar | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:04 WIB

Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget

Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget

Banten | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:52 WIB

Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan

Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan

Banten | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47 WIB

Langkah Kecil yang Diam-Diam Bisa Membuat Perempuan Lebih Percaya Diri

Langkah Kecil yang Diam-Diam Bisa Membuat Perempuan Lebih Percaya Diri

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:45 WIB

JPMorgan Optimistis Kepada BBRI, Saham Dinilai Masih Murah

JPMorgan Optimistis Kepada BBRI, Saham Dinilai Masih Murah

Banten | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:45 WIB

Fakta Lain Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi: Dua Lembaga Negara Italia Boikot

Fakta Lain Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi: Dua Lembaga Negara Italia Boikot

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:42 WIB

BBRI Direkomendasikan JPMorgan, Saham Berpotensi Reli Jangka Pendek

BBRI Direkomendasikan JPMorgan, Saham Berpotensi Reli Jangka Pendek

Jakarta | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:41 WIB

×